Mobil Ambulance (source: wikipedia)

Saat memperhatikan mobil ambulan/ ambulans/ambulance pastinya tulisan ‘Ambulance’ yang berada diposisi bagian depan mobil terbalik (sengaja dibalik) , khan jadi susah ngebacanya.

Yapz…..ambulan adalah mobil yang dilengkapi dengan peralatan medis guna mengankut atau mengantarkan orang dalam keadaan gawat atau kritis ke rumah sakit. Secara eksterior, kendaraan ini dilengkapi dengan sirene dan lampu rotator darurat (biasanya berwarna merah atau merah biru) agar dapat menembus kemacetan lalu lintas.

Dalam sejarahnya Istilah Ambulans berasal dari bahasa Latin Ambulare yang berarti berjalan atau bergerak yang merujuk pada perawatan saat pasien dipindahkan dengan kendaraan. Istilah ini awalnya mengartikan rumah sakit bergerak yang dipakai dalam militer pada masa lampau.

Ambulan merupakan kendaraan yang masuk dalam kriteria kendaraan yang diprioritaskan pada urutan kedua, hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 134 UULLAJ jo Pasal 65 ayat (1) PP 43/1993 sesuai urutan berikut:

 

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;

 

b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;

 

c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;

 

d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;

 

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;

 

f. Iring-iringan pengantar jenazah; dan

 

g. Konvoi dan/ atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

 

Dari penjelasan tersebut, diprioritaskan kendaraan-kendaraan yang telah disebut untuk diberi laluan aman dan cepat di jalan raya. Ketentuannya yaitu:

 

  1. Ambulans, Pemadam Kebakaran, dan Kendaraan Polisi yang sedang membunyikan sirene dan lampu-lampu di jalanan wajib diberi jalan dan lintasan aman guna sampai pada tujuan dengan selamat, dimana pengemudi lainya harus minggir ataupun berhenti di tepi jalan dan beri laluan aman.
  2. Ketiga kendaraan darurat tersebut mempunyai keistimewaan untuk bisa melanggar rambu-rambu lalulintas seperti melawan arus lalu-lintas, menerobos lampu merah, melewati jalur busway, dll pada kondisi darurat dan tidak boleh di ganggu oleh pengemudi lainya.
  3. Seluruh pengemudi lalu-lintas yang melihat dan mendengar sirene atau lampu-lampu dari kendaraan darurat tersebut wajib berusaha memberi jalan walaupun pada kondisi kemacetan lalulintas. Jika tidak memungkinkan, pengemudi wajib berusaha semaksimal mungkin untuk minggir dan memberi jalan.
  4. Dilarang keras menghadang, mengabaikan, dan mengganggu perjalanan ketiga kendaraan darurat tersebut dalam melaksanakan tugas untuk menyelamatkan nyawa.
  5. Selain keperluan tertentu, dilarang membuntuti atau mengikuti ketiga kendaraan darurat tersebut dalam melaksanakan tugas guna melewati kemacetan atau cari jalan cepat, karena dapat membahayakan dan menyelakai kendaraan darurat tersebut jika terjadi rem mendadak, dll.

 

Lalu kenapa tulisan di bagian depan dibuat terbalik?

Ternyata alasannya cukup sederhana, Tulisan “AMBULANCE” yang terbalik di depan kendaraan ini tujuanya agar pengemudi kendaraan didepan ambulans bisa membaca tulisan “Ambulance” dengan jelas dari kaca spion untuk bisa memberi laluan di jalan. Tau khan efek kaca cermin cembung pafa kaca spion memberikan tampilan negatif atau kebalikan, maka dari itu tulisan dibuat terbalik agar bias/ terlihat dari kaca spion jadi tulisan yang benar.

Nah itulah alasannnya, dah tau khan sekarang….!!!!

Buktikan saja tulisan ‘ambulance’ pada gambar diatas dengan menggunakan cermin, cermin make-up juga boleh.

Advertisements