Mika Kallio (alchetron.com)

Mika Kallio adalah  seorang pembalap motor Grand Prix, saat ini berusia 35 tahun. Sayapun lebih dulu mengenal namanya ketimbang mengenal nama pembalap motogp seangkatan Marc Marquez maupun Dani Pedrosa.

Dalam game/ permainan balap motor handphone Mika Kallio termasuk sebuah nama yang cukup terkenal (moncher). Yangmana ada satu rumah produksi game handphone ‘Tracebit’ rumah software Finlandia yang membuat game balap bernama ‘Mika Kallio GP’ .

Lalu siapa sih sosok pembalap berbobot 58 kg serta tinggi 166cm, yang kini menjadi pembalap tes team KTM ini?

Mengutip dari wikipedia berbahasa Inggris,berikut seputar Mika Kallio,

Mika Kallio dilahirkan di Valkeakoski, Finandia pada 8 November 1982. Dia memulai debut balapnya pada Kejuaraan Dunia kelas 125cc bersama team rookie Finlandia Ajo Motosport di tahun 2001 dan dianugerahi “Rookie of The Year” pada tahun 2002. Setelah itu pindah ke team Red Bull KTM ditahun 2003, dan menjadi runner-up di kelas tersebut(125cc) pada tahun 2005-2006.

Kemudian di tahun 2007 Mika Kallio naik kelas ke 250cc masih bersama team yang sama (KTM), Kallio meraih dua kemenangan dan finish diurutan ketujuh. Pada tahun 2008, ia memimpin kejuaraan sepanjang paruh pertama musim tersebut. tapi akhirnya harus puas menempati posisi ketiga. Untuk musim 2009, dia pindah ke kelas MotoGP(8oocc), berpacu diatas Ducati Desmocedici GP9 untuk team satelit ‘Pramac Racing’. namun ia hanya mampu finish di posisi 15 di musim pertama di kelas teratas ini, akan tetapi dia mendapatkan hadiah gelar “Rookie of the year”. Namun di tahun 2010 dai kurang berhasil dikelas utama ini(MotoGP), berjuang dengan cidera dan kurang percaya diri, dan hanya mampu diposisi rendah 17.

Kallio mencoba mencari jati-dirinya, dengan berkompetisi di kelas Moto2 bersama team Racing Marc VDS, selama empat musim berikutnya (2011-2014), mengendarai Suter di tahun 2011 dan mengakhiri musim di urutan ke-16. Beralih e motor Kalex ditahun 2012 membuahkan hasil yang lebih baik. Dia menyelesaiakn musim 2012 di urutan ke-6, dan meningkat lagi di musim 2013 menjadi di urutan ke-4, dan dimusim 2014 berjuang kuat di jajaran atas sepanjang musim 2014, dan akhirnya harus puas di urutan kedau atau runner-up.

2015 menjadi musim peralihan Kallio ke team Italtrans, namun, hasil yang mengecewakan menyebabkan di pertengahan musim dai beralih ke team Racing QMMF untuk lima putaran tersisa.

Tahun 2016 pembalap Finlandia ini mengambil waktu dari balap penuh-waktu, dimana ia kembali bersama team KTM untuk menjadi pembalap tes utaama mereka untuk proyek baru MotoGP, di mulai pada musim 2017.

Dengan 16 Grand Prix menang disemua kelas, Kallio adalah pembalap Finlandia yang paling sukses dalam sejarah Grand Prix.

 

Spesifikasi karir Mika Kallio

Kallio memulai balap pada tahun 1997 dan memenangkan kejuaraan Finlandia di balap jalanan dengan sukses di tahu 1999 dan 2000. Selama tahun 2000, ia juga menjadi juara Nordik setelah menempati posisi kedua di tahu sebelumnya.

Sementara Kallio mengejar tujuan balapnya, dia juga telah mencatatkan banyak kesuksesannya dalam balap es di Finlandia, lalu meraih kejuaraan balap motor Finandia di tahun 2000, 200 dan 2005 di kelas 125cc. Pada level 500cc, Kallio juga meraih gelar di tahun 2004 dan 2006.

125cc (2001-2006)

Mika Kallio bersama KTM

Kallio memulai debutnya di kejuaraan dunia 125cc sebagai pembalap ‘wildcard’ pada Grand Prix Jerman 2001. Lalu bersama team Ajo Motosport dan Honda RS125R untuk musim penuh 2002, ia mengakhiri musim sebagai Rookie of the Year. Di pertengahan musim 2003, ia beralih keteam Red Bull KTM, team pabrik KTM, dan meraih possi keempat, raihan terbaik karirnya di Republik Ceko. Puncak tahun 2003 adalah naik podium pertamanya di kelas satu, dan possisi kedua di belakang Dani Pedrosa di Sepang.

Setelah musim penuh 2004 dengan beragam masalah kendala motor, Kallio mampu merebut posisi pole di kejuaraan pertamanya dan meraih kemenangan di putaran kedua musim 2005 di Estoril. Kemudian dia meraih tujuh kali pole dan tiga kemenangan lebih tapi kehilangan gear juara dunia hanya lima poin dari Thomas Luthi. Dia kehilangan lima poin nya pada Grand Prix keempat terakhir di Qatar saat rekan setimnya KTM, Gabor Talmacsi menyalip dalam beberapa meter terakhir garis finish dengan hanya selisih 0,017 detik. Saat itu Kallio start dari posisi pole dan memimpin disetiap putaran balapan dan tidak lagi terlalu ngotot di trek lurus, dimana Talmacsi telah diminta untuk tetap dibelakang oleh team, karena dia bukan calon juara. Karena hal itu Talmacsi lalu dipecat setelah akhir musim di Valencia.

Motor tunggangan Mika Kallio KTM 125cc

Di tahun 2006, Kallio kembali menjadi penantang untuk gelas 125cc. Meskipun ia berhasil disetia usim hingga saat ini, sang pembalap muda asal Finlandia ini kalah oleh pembalap Asal Spanyol Alvaro Bautista dan bertahan melawan nya, ia terpaksa menempati runner-up sekali lagi, meskipun ia berhasil mengumpukan sebanyak 65 poin, di posisi ketiga. Kallio mencetak tiga kemenangan, empat posisi pole dan 11 podium selama musim kampanye 2006. Di akhir tahun, pemirsa serial televisi motosport Finlandia Ruutulippu memilih Kallio dari Malaysian Motosportsman of the Year selama tahun kedua berlangsung. Ia mengumpulkan  33,1% dari seluruh suara dan menang dari juara dunia enduro-Samulli Aro, runner-up WRC Marcus Gronholm and bintang F1 Kimi Raikonen.

250cc (2007-2008)

Untuk muaim 2007, Kallio naik ke skuad KTM kategori 250cc bersama Hiroshi Aoyama dari Jepang. Setelah melewati awal yang sulit untuk musim dengan masalah mechanik d Qatar dan spanyol, Kallio secara konsisten akan bertarung dijajaran posisi enam teratas. Titik balik musim tersebut berada di Jerman, dimana dia meraih posisi pole debutnya dan naik podium dengan finish posisi kedua dibelakang rekan setimnya Aoyama, menutupnya 1-2 untuk KTM. Tempat ketiga diraih di Republik Ceko, meski tampil buruk di San Marino, dan bermasalah mekanik di Portugal yang menghambat prestasinya.

Namun pembalap asal Finlandia ini mampu merebut kemenangan di kelas 250cc pertamanya di balap Jepng yang dirundung hujan, dan menambah poin lagi dibabak final di Valencia, menahan Alex De Angelis di putaran final. Kallio mengakhiri musim dengan dua posisi pole, dua kemenangan, empat podium, dan dua kemenangan dan dua lap tercepat untuk menempatkannya posisi ketujuh di klasemen akhir musim dengan 157 poin.

Kallio tetap di KTM untuk musim 2008, awal yang kuat untuk musim tersebut dengan meraih temat ketiga di pembuka musim di balap malam Qatar. Kemenangan keberuntungan di Jeresz, Spanyol setelah kedua saingannya Alvaro Bautista dan (mendiang)Marco Simoncelli tersingkir di lap akhir. Posisi ketiga yang solid juga diraihnya di Portugal, berikutnya meraih kemenangan hebat di China dalam kondisi yang sulit. Kallio telah membangun keunggulan yang kuat dalam kejuaraan, namun keberuntungannya berubah. Setelah balapan sulit di Perancis dan Italia, yang terakhir terhambat oleh masalah kopling pada awal balapan, nasib buruknya berlanjut di Catalunya, saat motornya mogok, dan hampir terjatuh saat kembali ke pit. Sungguh sayang raihan posisi tertinggi klasemen baru saja lenyap.

Kesengsaraan sepertinya terus berlanjut di Donington Park setelah sesi kualifikasi hanya berada di urutan 14. Namun ia mampu melewati satu demi satu pembalap didepannya dan berada diposisi depan dan finish pertama, sungguh kemenangan yang mengejutkan. Itu menjadi kemenangan terakhir dikelas 250. Para pembalap KTM tidak bisa mengikuti laju para pembalap Piagio(Italia) dan kesempatan utama sudah berakhir di Australia, yang telah disalip oleh juara bertahan Simoncelli dan Bautista beberapa balapan sebelumnya. Meskipun begitu dia mampu finih ke tiga mengalahkan rekan setimnya Juliam Simon.

Balap yang dilupakan di Malaysia dilanjutkan dengan sebuah kecelakaan di babak final di Valencia. Sebagai satu-satunya pembalap yang bisa mengimbangi juara dunia baru Simoncelli, Kallio berusaha keras untuk bertahan dan melancarkan serangan di putaran final. Namun ia terjatuh ditikungan terakhir dan hanya mampu finish di posisi ke-11. Dia membungkus tahun tersebut untuk finish ketiga secara keseluruhan dengan total 196 poin. Ini termasuk tiga kemenangan, tiga podium dan dua lap tercepat, meskpun ia tidak  mencetak satu posisi pole.

 

MotoGP (2009-2010)

Mika Kallio dalam balap British GP Silverstone 2010

Pada tanggal 19 Oktober 2008, Kallio diumumkan sebagai bagian dari jajaran pembalap baru di tim Pramac Racing untuk tahun 2009 di kelas MotoGP bersama Niccolo Canepa-Italia. Kallio diberi motor dengan spesifikasi terbaru yakni Ducati Desmocedisi GP9 yang memastikan kesetaraan dengan tim satelit dan skuad pabrik.

Karirnya di MotoGP dimulai dengan cerah dengan dua seri di Qatar dan Motegi. Namun sebagian musimnya gagal karena beberapa kecelakaan. Di TT Assen-Belanda, Kallio terjatuh saat di posisi keenam, hingga jarinya terluka, lepas dari posisi teratas. Melewatkan balapan di Laguna Seca, namun kembali berlaga di Sachsenring Jerman, membalap dengan sarung tangan khusus guna mengakomodir perban jarinya.

Pada 10 Agustus 2009 saat Casey Stoner mengumumkan dbahwa dia akan absen di tiga seri berikutnya karena masalah kesehatan, Kallio di panggil untuk menggantikannya di tim Ducati Marlboro. Begitu tugas menggantikan Stoner selesai, Kallio kembali ke Pramac untuk empat balap tersisa musim 2009. Dia terus memperlihatkan bakatnya dengan tiga tambahan sepuluh teratas, meskipun ia absen di Estoril yang berpotensi finish keenam, setelah mengalami kecelakaan di baris depan. Secara keseluruhan, ini adalah debut musim yang posiitif dikelas utama dan atas perolehan poin-poinnya Kallio meraih penghargaan ‘Rookie of the Year”.

Pada tanggal 30 September 2009 Kallio mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kontrak baru selama satu tahun dengan Pramac Ducati yang akan melihat dia naik untuk tim di musim 2010.

Namun musim 2010 menjadi musim yang sulit bagi Kallio, rekan setimnya Aleix Espargaro memberi waktu lebih keras dan biasanya akan mengimbanginya atau melampauinya. Kallio hanya dua berapad di sepuluh teratas sepanjang musim, finish mengesankan posisi ketujuh di Jerez dibelakang grid dan finish kesembilan di Laguna Seca. Tapi secara keseluruhan halitu merupakan kekecewaan besar.

17 Oktober 2010, Kallio mengumumkan bahwa ia tidak akan berkompetisi dalam dua putaran terakhir musim 2010 karena cidera bahu yang dijalaninya, sejak Le Man pada bulan Mei. Kurang percaya diri bersama Ducati juga kurangnya hasil kontribusi. Akibatnya Kallio dan Pramac berpisah dengan perusahaannya karena belum ditawari kontrak 2011 oleh tim.

 

Moto2 (2011-2015)

7 November 2010, diumumkan bahwa Kallio akan menurunkan kategori ke Moto2, bekerja sama dengan Suter dan team Marc VDS Racing Team bersama pembalap inggris Scot Redding untuk tahun 2011, ia fiinish keempat di musim 2013 dan kedua dimusim 2014.

 

Kembali ke MotoGP (2016-

KTM membenarkan bahwa Kallio sebagai pembalap uji–coba mereka pada tanggal 27 Oktober 2015, untuk proyek MotoGP yang akan datang, dalam persiapan musim 2017.

Meski kalah dalam balapan penuh waktu untuk musim 2017, Kallio setifdaknya akan mendapat ganjaran atas usaha pengujiannya. Sebuah entri balapan ‘wilcard’ diberikan pada final 2016 di Valencia, menandai kembalinya di ajang balap kelas utama semenjak 2010.

 

Advertisements