Tugu Jogja dari Barat

Salah satu keistimewaan Yogyakarta adalah penetapan kepala wilayahnya, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur, ialah Raja keraton Yogyakarta dan Keraton Pakualaman. Hal ini telah berlangsung sejak dulu(seleoas kemerdekaan hingga sekarang.

Begitu juga untuk saat ini, periode 2017-2022, berikut berita selengkapnya dari krjogja.com(Rabu (02/08/2017).

DPRD DIY menetapkan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X sebagai Gubernur DIY dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DIY periode 2017-2022.

Setelah sebelumnya melakukan pemaparan visi misi dan mendapatkan tanggapan dari 7 fraksi DPRD DIY, Sultan dan Paku Alam akhirnya ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur melalui mekanisme rapat paripurna.

Sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022 sudah memverifikasi bahwa Calon Gubernur yang diajukan Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Kasultanan Yogyakarta, yaitu Sultan Hamengku Buwono X, sudah sesuai dengan Undang Undang No 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan Yogyakarta (UUK). Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana yang memimpin jalannya sidang paripurna menyatakan penetapan pasangan kepala daerah tersebut dalam keputusan DPRD DIY nomor 58/K/DPRD/2017 tentang penetapan Sultan HB X sebagai gubernur DIY dan Paku Alam X sebagai wagub DIY.

“Apakah pembacaan penetapan gubernur dan wakil gubernur ini dapat disetujui,” tanya Yoeke yang langsung ditimpali dengan jawaban ‘setuju’ dari forum sidang paripurna.

Ketokan palu pun menjadi penanda selesainya penetapan istimewa tersebut sekaligus mengakhiri rapat paripurna. Yoeke juga menjelaskan tahapan selanjutnya setelah penetapan gubernur dan wakil gubernur adalah pengusulan pelantikan kepada Presiden melalui Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).‎ DPRD DIY pun memprediksi pelantikan bakal dilaksanakan pada 13 Oktober mendatang.

Sultan sendiri sebelumnya menyampaikan visi misi dan sempat mendapatkan tanggapan dari tujuh fraksi di DPRD DIY. Beberapa diantaranya seperti Fraksi PAN mengeluarkan tanggapan bahwa visi dan misi lima tahun kedepan tak berkorelasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Sultan kepada wartawan mengungkap visi misi bertema Samudra Hindia merupakan fokus yang akan diprioritaskan lima tahun kedepan. “Sedari awal saya sudah bilang dagang layar, dari renaisance ke Samudra Hindia, nanti lima tahun kedepan lain lagi, sekarang bagaimana masyarakat untuk memanfaatkan, berani ke tengah tidak agar hasilnya naik, tonase naik” ungkap Sultan. (Fxh)

Advertisements