Kisah Siti Dewi Hawa : Night Riding ‘Berbagi Nasi’ Cirebon

Pernah dengar progam “Berbagi Nasi” merupakan program nasional, seperti halnya Jogja, yang selalu rutin disdakan setiap mslam Sabtu. Begitu juga di kota Cirebon, berikut ini ada cerita dari sista Dewi Siti Hawa (Lady Biker asal Cirebon), mengkisahkan keikut-sertaannya dalam kegiatan “Berbagi Nasi” semalam (Rabu, 2 Agustus 2017)
Berikut kisah selengkapnya….

Perjalananku kali ini menyusuri lorong kota Cirebon,  dimulai jam 11 malam saat langit telah menghitam, saat semua orang telah terkelap dan sembunyi di balik dinding tembok mewah mereka.

Aku dan beberapa teman membelah malam menjumpai mereka yang tertidur beralas koran, kardus atau apa saja sekedar bisa lepas keletihan sehari dalam upaya mengais rejeki.

Membawa beberapa kantong berisi nasi-kuning-hangat yang sengaja kami pesan untuk dibagikan.

Tujuan atau sasaran ‘Berbagi Nasi’ adalah mereka para tuna wisma yang berada di emperan toko sepanjang jalan Pagongan-Cirebon,
sejak dari lampu merah Karang Getas sampai di ujung jalan perempatan Pamitran.

Kemudian di pojok-pojok gelap stasiun kereta ekonomi Parujakan dimana juga merupakan tempat tinggal ibu-ibu gelandangan yang setiap kami datang selalu mengucap berkali-kali terima kasih.

Lalu kami ridding lagi menuju pasar Talang , ditempat ini kebanyakan mamang-mamang beca(becak) yang tinggal di becanya tidur sambil meringkuk dingin .

Ada juga satu keluarga, suami-istri denga dua orang balita
tidur diemper toko dibawah gedung sebuah mall.

…terenyuh hati ini…

Lagi lagi meski di giat ini aku sudah sering terlibat didalam nya

Aku tetap saja masih terheyak, masih tetap bercermin pada diri, masih tetap membatin betapa aku jauh-jauuh lebih beruntung dari mereka.

Dan begitulah adanya setiap peristiwa dalam perjalanan telah banyak mengubah orientasiku, opiniku, pola-pikir dan membentuk sikapku.

Mungkin aku tidak bisa mengubah dunia, tapi paling-tidak aku bisa melakukan apa yang aku bisa semampu aku.

Aku pulang setelah jam diangka 12 lebih
Dalam hati aku berjanji tidak akan mengeluh dan membandingkan lagi.

Sesungguhnya pabila kita kaji.
tiada satu jalan hiduppun yang ideal,
jika kita mau menilai
dari sudut hati kita yang menjalaninya masing-masing…
Yang ada hanyalah bagaimana kita
berdamai dengan hati sendiri,
bersyukur atas apa yang kita dapatkan sejauh ini,
dan kemudian coba menjadi manusia yang berarti bagi kehidupan &
orang-orang di sekitarnya….

Dewi Siti Hawa

***

Salam Adventure…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s