Mencegah lebih baik daripada mengobati

Saat ini sedang digalakkan sebuah kampanye imunisasi Measles Rubella, yang diagendakan dibulan ini Agustus & September mendatang, diberikan secara gratis. Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) merupakan suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat. Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye.

Lalu apadan bagaimana imunisasi yang lebih familiar disingkat MR ini?

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil terutama pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.

“Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah dengan Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus,” ujar Kepala Seksi Vaksin dan Imuniasasi.

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Oleh karena itu mulai Agustus mendatang, Kementerian Kesehatan RI akan melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) massal untuk melindungi anak-anak dari ancaman campak dan rubella.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pram mengatakan imunisasi MR akan diberikan kepada anak-anak berusia sembilan bulan hingga kurang dari 16 tahun (15 tahun plus). Vaksin MR ini akan diberikan kepada semua anak, termasuk anak yang sudah pernah mendapat vaksin campak.

“(Vaksin MR) diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya,” terang Pram dalam sosialisasi Kampanye Imunisasi MR di gedung pertemuan Rumah Sakit Griya Mahardika, Senin (24/7).

Pemberian vaksin MR pada anak yang sudah pernah diimunisasi campak justru akan memberikan keuntungan bagi anak tersebut. Dengan mendapatkan imunisasi MR lagi, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk memperkuat efek perlindungan dari vaksin untuk penyakit campak dan juga rubella. Kekebalan yang diberikan oleh vaksin ini akan bertahan seumur hidup.

“Ini kesempatan, siapa tahu imunisasi sebelumnya tidak efektif. Bisa imunisasi lagi (melalui kampanye imunisasi MR),” tambahnya

Sebagai bagian dari Program Imunisasi Nasional, pemberian vaksin MR ini bersifat wajib seperti diamanatkan oleh UUD 1945 dan juga UU Perlindungan Anak dan UU Kesehatan Nomor 36. Oleh karena itu, Dinkes mengimbau agar orangtua dan guru untuk memberikan akses kepada anak untuk mendapatkan imunisasi.

“Imunisasi ini hak anak. Orang tua punya kewajiban untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi,” sambung Subuh.

Vaksin MR terbukti aman dan halal. Vaksib MR juga diketahui 95 persen efektif dalam mencegah penyakit campak dan juga rubella.

Vaksin MR akan diberikan secara gratis melalui Kampanye Imunisasi MR yang akan dilakukan dalam dua fase. Fase pertama akan dilakukan pada Agustus-September 2017 dengan menyasar anak-anak sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP di Pulau Jawa. Sedangkan fase kedua akan dilakukan pada Bulan September untuk anak-anak belum/tidak sekolah. (Dinkes/YA)

*

Pemerintah pusat melalui Kementerian kesehatan ingin mengganti vaksin yang dari usia 9 bulan diteruskan di usia 19 bulan diteruskan lagi di SD kelas 1 yang awalnya diberikan vaksin campak, mulai tahun ini diganti campaknya ditambah satu dengan Rubella sehingga nanti sekali suntik mendapatkan dua vaksin yaitu campak dan rubella.

…diterbitkan di bantulkab.go.d pada 1 Agustus 2017

 

Advertisements