Kisah Dewi Siti Hawa: 3 X Libur Lebaran Untuk ‘Solo Riding Touring’ Keluar Pulau Jawa

Dewi Siti Hawa

Hobbi mengalahkan segalanya, selagi bisa dan tidak merugikan kenapa tidak???

Melakukan perjalanan harus di perhitungkan dengan cermat, terlebih pertama kali dilakukan, seperti sebuah penjajakan, belum ada rumus pasti, hanya perkiraan saja. Beruntunglah saat ini teknologi mempermudah kita mengukur sebuah perjalanan dalam satu pulau, atau satu wilayah dalam satu negara.

Yang jelas butuh dua unsur waktu dan biaya.

Kali ini saya akan mengisahkan Dewi Siti Hawa, yang memanfaatkan waktu lebaran guna menyalurkan hasrat hobi touringnya. Karena untuk touring jauh dibutuhkan banyak waktu, Dewi yang juga punya kehidupan sewajarnya yakni bekerja, berprinsip-teguh bahwa hobby jangan sampai mengalahkan prioritas utama kehidupan nya.
Satu kepandaian yang dimiliki oleh sosok lady biker asal kota Cirebon ini, sosok wanita tangguh yang gemar melakukan touring sendirian. yakni dalam memenuhi satu unsur di atas yakni waktu.

Dewi memanfaatkan moment ‘libur lebaran’ (yang biasanya cukup lama, lebih dari seminggu hingga dua minggu) untuk melakukan hobi touring nya.

Dewi  mengisahkan ….

Malam lebaran 2 tahun lalu jam 21.00 saya masih ridding di Tabanan dari Cirebon menuju Denpasar selama 20 jam. Berhenti dimasjid yang ada di Tabanan untuk menunaikan zakat dan segera bergabung dengan teman-teman Byonic*_Denpasar.

Malam lebaran tahun berikutnya saya berada di Lombok . Usai ridding sejauh 1200 km dalam 2 hari plus terjebak macet di pantura dan banjir di Semarang juga berlayar di 2 x penyeberangan saya sampai kota ini di hari yang masih terang.

Berburu ‘plecing kangkung’ dan menikmati gema takbir pulau seribu-masjid. Senang sekali akan menunaikan sholat ied di kota Mataram.

Dan malam lebaran tahun (2017) ini .. Saya tidak sabar menantikannya dikota mana nanti .

Dewi Siti Hawa saat di pantai Gili Trawangan

Dewi Siti Hawa berpose di depan SMA 8 Mataram

Dewi saat diatas kapal penyeberangan

Untuk lebaran kali ini(2017) Dewi punya planing menyeberang ke pulau Kalimantan, karena solo riding yang pastinya apa-apa dilakukan sendiri, dan pasti unpredictiable, untuk mengantisipasi melesetnya jadwal (semisal gagal menyeberang dengan kapal) akan ada planing B , maupun C.

Well, kita tunggu saja kisah menariknya yang akan dimulainya pada tanggal 24 Juni ini yangmana doi sudah mengantongi Surat Jalan dari kepolisian kota Cirebon.

 

(* Byonic : sebutan klub motor Yamaha bison)

 

Advertisements

4 thoughts on “Kisah Dewi Siti Hawa: 3 X Libur Lebaran Untuk ‘Solo Riding Touring’ Keluar Pulau Jawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s