Astra Motor Yogyakarta Beri Edukasi Keselamatan Berkendara Kepada Ribuan Pengemudi Ojek Online

Astra Motor Yogyakarta- Grand Training Grab Bike Yogyakarta 

¥ogyakarta – Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer Honda wilayah DIY, Kedu, dan banyumas memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada mitra pengemudi ojek online Grab Bike. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Grand Training Grab Bike Yogyakarta yang diselenggarakan di Jogja Expo Center, Yogyakarta Rabu (24/5). Tak kurang dari 1.500 pengemudi Grab Bike diajarkan skill dasar keselamatan berkendara di jalan raya secara bergantian.

Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif kedua belah pihak. Prinsip “Pilih yang Aman” yang digaungkan oleh GrabBike dinilai sangat cocok dengan tagline terbaru “#Cari_Aman” yang menaungi seluruh kampanye safety riding Honda. Oleh karena itu penting rasanya untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Indonesia yang aman berlalulintas.

“Saat berkarya, mitra pengemudi Grab Bike akan berkendara baik secara solo riding (sendirian) ataupun berboncengan dengan pengguna jasa mereka. Di saat-saat itulah muncul resiko adanya kecelakaan lalu lintas baik yang berasal dari faktor internal ataupun eksternal. Harapannya, pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan dapat berkarya dengan selamat.”

Dalam edukasi keselamatan berkendara ini mitra pengemudi Grab Bike di Yogyakarta diperkenalkan dengan berbagai faktor yang mampu mendukung keselamatan berkendara di jalan raya. Mulai dari tahapan persiapan berkendara, postur berkendara, teknik dasar berkendara, hingga observasi kondisi bahaya.

Dalam bahasan mengenai persiapan berkendara, mitra pengemudi Grab Bike diajak untuk memahami pentingnya perangkat keselamatan berkendara (riding gear), pemanasan dan peregangan otot yang mampu meningkatkan kemampuan reflek serta meminimalisir cedera, hingga pemeriksaan kondisi kendaraan. Pada materi mengenai postur berkendara yang benar, tim safety riding Astra Motor Yogyakarta menegaskan ada beberapa posisi berkendara yang mampu mengoptimalkan handling sepeda motor namun juga ada yang justru mereduksi skill dan reflek pengendara saat menghadapi kondisi darurat.

Materi teknis dasar berkendara dibawakan dengan memperkenalkan teknik-teknik yang selalu dipergunakan saat mengendarai sepeda motor. Kemampuan teknis dalam berbelok (cornering), melakukan pengereman (braking), dan teknik menjaga keseimbangan (balancing) merupakan teknik yang wajib dikuasai oleh pengendara sepeda motor. Menghadapi kondisi bahaya yang dapat muncul dari faktor eksternal, dalam edukasi singkat ini mitra pengemudi Grab Bike juga diperkenalkan dengan potensi, prediksi, pengambilan keputusan serta antisipasi bahaya di jalan raya.

Edukasi keselamatan berkendara kepada mitra pengemudi Grab Bike ini bukanlah titik akhir. Kedepannya masih terbuka kemungkinan kerjasama antara Astra Motor Yogyakarta dan penyedia jasa ojek online. Selain itu Astra Motor Yogyakarta membuka pelatihan secara gratis bagi pelajar, mahasiswa, anggota komunitas, korporasi / perusahaan swasta, hingga institusi pemerintahan dan masyarakat umum. Bagi semua pihak yang ingin mengikuti pelatihan ini dapat menghubung Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta a.n Muhammad Ali Iqbal di nomor 082114815875 atau datang langsung ke Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 99 Sagan, Gondokusuman, Yogyakarta.

***

3 Jari Gusnindar Terputus Kena Ledakan Mercon

Gusnindar terbaring di Rumah Sakit

Dilaporkan oleh saudara Ryan Dewangga melalui ‎info cegatan jogja, Pada hari Senin tanggal 29 Mei 2017 Sekira Pukul 10.30 WIB, bertempat dirumah Bpk.Gunawan ( orang tua korban ) d/a Dsn. Bakalan /DK. Sawahan Rt.09, Pendowoharjo, Sewon, Bantul telah terjadi seorang laki-laki laka akibat terkena petasan(mercon) yang mengakibatkan korban 3 jarinya putus ( jari kelingking, jari manis dan jari tengah ). Korban yaitu Gusnindar M. Isnadi (13 tahun) Pelajar SMP,  Adapun Saksi2 yaitu :

a. Sakti Nugroho,

b. Siwo Sumarto,

Kronologis kejadian :

Sekitar pukul 10.30 wib saksi 1 ( satu ) mendengar suara ledakan dan dinding bergetar kemudian saksi 1 keluar rumah mencari suara ledakan dan tiba-tiba saudara Gusnindar M. Isnadi ( korban ) sudah berada didepan rumah saksi dan minta pertolongan, dan saksi 1 melihat tangan kiri tepatnya pada jari kelingking dan jari manis putus, selanjutnya saksi 1 membawa korban ke klinik Rahma mendika JI. Bantul kemudian korban dirujuk Rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

.

Serpihan mercon

.

semoga para orang tua mengawasi putra/putri nya.(Ryan Dewangga melalui ‎info cegatan jogja-ICJ)

Duh patut disayangkan kejadian yang sungguh sangat merugikan ini semoga menjadi perhatian semua.

Yuk mari kita simak pelarangan/undang-undang mengenai mercon/ petasan dari tribratanewsbantul.com

Kasubag Humas Polres Bantul AKP Leonisya Sagita, SIK menghimbau kepada warga masyarakat untuk mengawasi / melarang putra putrinya menyalakan Petasan. Karena selain mengganggu kekhusukan Umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, juga berbahaya terhadap keselamatan orang lain maupun diri sendiri.

 

“Mari kita bersama menjaga putra-putri kita agar belajar juga menahan diri, sesuai dengan ajaran dan hikmah dari datangnya bulan puasa ini”, ajak Kasubbag Humas.

 

Selanjutnya Kasubag Humas menjelaskan tentang Bahaya Petasan yaitu :

 

• Membahayakan keselamatan jiwa, kesehatan diri sendiri dan orang lain

• Dapat menimbulkan bahaya kebakaran

• Menjadi pemicu terjadinya tawuran warga / perkelahian / keributan

• Menganggu ketertiban umum

• Mengganggu kekhusukan beribadah

 

Dilarang menyimpan / menjual / membunyikan petasan dan bagi yang melanggar akan dikenakan ancaman pidana bagi para pelaku yaitu :

 

1. UU darurat no 12 th 1951 tentang senjata api & bahan peledak

a. Pasal 1 ayat 1 bagi yang membuat, menerima, memperoleh / menyerahkan , menguasai, mengangkut , menggunakan senjata api, amunisi atau bahan peledak tanpa hak dihukum mati atau hukuman penjara seumur hidup / penjara 20 tahun

b. Pasal 2 ayat 1 bagi yang membuat , menerima, menguasai , membawa, memiliki, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, menggunakan senjata api , senjata penikam atau senjata penusuk tanpa hak dihukum penjara 10 th

 

2. Pasal 188 KUHP barang siapa menyebabkan karena kesalahannya kebakaran, letusan dihukum hukuman penjara 5 th

 

3. Lembaran Negara No 41 th 1940 tentang pelaksanaan undang-undang bunga api 1939 pasal 2 :

a. Bagi yang membuat serta menjual, menyimpan , mengangkut bunga api / petasan yang tidak sesuai standard pembuatan dipidana kurungan 3 bln

b. Bagi yang membuat, menjual , memasang/ membunyikan bunga api / petasan dipidana kurungan 2 bulan. (Tribratanewsbantul.com)

Berikut Jadwal Pelayanan SIM Keliling Bulan Juni 2017 Di Wilayah Bantul

sim keliling

Yuuk yang terlahir di bulan Juni, diliat SIM nya siapa tau habis masa berlakunya. Nah bagi warga Bantul sebagai tempat alternatif selain kantor Polres, yang ingin memperpanjang SIM A dan C bisa melakukan nya pada layanan SIM keliling , silahkan simak jadwal waktu dan tempat nya sbb;

Jadwal sim keliling wilayah Bantul bulan Juni 2017

Jam operasional : Senin – Jumat Pukul 09:00 – 12:00 WIB, Sabtu pukul 17.00 – Selesai dan Minggu pukul 08.00 – Selesai (untuk bulan Juni sementara hari sabtu dan Minggu libur)
SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru, SIM Hilang dan apabila masa berlakunya habis tidak bisa dilayanani di SIM Keliling.

Syarat perpanjangan SIM A atau C sebagai berikut :
Foto Kopi KTP yang masih berlaku
Foto Kopi SIM lama serta SIM asli
Bukti Cek Kesehatan

 

Source: tribratanewsbantul.com