Lahan sawah  ditumbuhi lumut hijau yang dimakan sekawanan  burung pipit yang merusak tanaman padi yang masih muda.

3 atau 4 masa tanam padi terakhir ini, rupanya ada hama baru yang menyerang tanaman padi muda(sekitar umur 0 hingga 1 hingga 1 bulan) yakni burung pipit menginjak tanaman padi yag masih muda dan belum kuat untuk di jadikan tumpuan hinggapnya sekawanan burung pipit yang mencoba memakan lumut-hijau disekitar tanaman padi muda.

Lumut hijau entah datangnya dari mana, tau-tau ada dilahan sawah, dan semakin banyak berkembang. Mungkin bibit awal lumut-hijau tersebut dari sungai yang masuk ke lahan sawah. Ini terjadi saat lahan sawah selesai di olah(dibajak) dan saat akan ditanam padi.

Biasanya saat lahan sawah siap ditanam padi , sembaei mwnunggu ditanam maka lahan yang berjud diisi dengan air(digenangi) agar lahan tidak cepat mengeras. Nah selama masa menunggu(selama kurang dari 3 hari) tadi, ternyata tumbuhlah lumut-hijau, seiring dengan adanya banyak genangan air tersebut maka semakin banyaklah lumut-hijau. Hingga padi ditanam lumut-hijau masih tumbuh dan malah semakin berkembang.

Anehnya burung pipit ternyata ‘doyan’ memakan lumut-hijau, dan yang bikin jengkel dan merugikan petani adalah burug pipit tersebut tidak sendirian, malah mengajak kawan-kawannya hingga sekawanan dan bergerombolan burung…kalo sendiri sih ga masalsh hehe….

Dengan ‘doyan’nya burung-burung pipit tadi memakan lumut-hijau yang dengan santainya mereka hinggap didahan tanaman padi muda. Yang tentunya belum kuat, jadilah tanaman padi ‘lusah-lusah’ berantakan. Tanaman padi muda batangnya layu dan menempel ke tanah di injak-injak segerombolan burung pipit tadi. Ini pastinya merugikan petani.

Belum ada solusi jitu untuk mengatasi hal ini, kami hanya berusaha mengeringkan lahan untuk menghambat tumbuhnya lumut-hijau tadi, pernah juga kami menyebarkan kapur guna mematikan lumut-hijau namun ternyata tidak efektif menghilangkan lumut-hijau. Dan masih tetap efektif dengan mengeringkan lahan, atau tidak menggenangi lahan dengan air. Tapi ya ada efeknya juga dengan hal ysng ni yakni, gulma atau rumput pengganggu akan tumbuh subur.

Itulah hama atau masalah baru yang mesti dihadapi oleh petani sekitar . disamping masih ada hama nyata semisal, keong emas yang masih terbukti memakan tumbuhan padi muda. Yang sebelumnya ada belalang hijau, namun kini sudah tidak ada belalang hijau nya.

***

Tanaman padi muda yang memerah

Selanjutnya ada masalah lain(hama) lagi yang mesti dihadapi oleh petani pada tanaman padi muda. Masih sewaktu dengan yang diatas yakni padi umur 0 hingga 1 bulan bahkan lebih, hama ini menyerang tanaman padi ang menyebabkan tanaman memerah.

Masih dalam misteri(kebingungan) kami, apa penyebabnya. Apakah karena seringnya lahan tergenangi, apakah lahan yang sudah terkontaminasi atau air nya. Hama ini jelas akan menghambat tumbuh-kembang tanaman padi, bahkan ada yang mati.

Dengan adanya masalah tanaman yang menerah ini otomatis tanaman padi akan ‘katrak’ atau terhambat pertumbuhannya, yang mana nantinya akan menambah lama masa panen, yang mundur hingga sekitar 1 minggu.

Ada yang mengatakan kalau hama ini disebabkan oleh bibit padi tertentu, ada juga yang mengatakan karena kebanyakan tergenang air. Duh jadi bingung…🙅

Kembali lagi solusinya kami, mencoba mengatasinya dengan mengeringkan lahan, hingga membuat parit-parit kecil di antara barisan tanaman padi guna membuang air, hingga lahan  benar-benar mengering. Namun hal ini juga tidak dilakukan waktu yang lama. Takutnya tanaman akan mati kekeringan atau  juga gulma akan tumbuh subur.

“Air menjadi solusi bagi petani, meskipun terkadang menghadapi simalakama, banyak air tumbuhan ada hama lumut-hijau dan tumbuhan menerah, sedikit air gulma akan tumbuh subur. Tapi inilah lika-liku seni nya bertani, ‘bermain’ dengan air”

***

Seiring masa pertumbuhan tanaman padi, sekitar usia 2 bulan hama tanaman yang memerah mulai menghilang dengan sendirinya, tanaman pun mulai menghijau dan siap untuk berbunga.

 

Advertisements