Duh jadi ngeri nih mengetahui akan Leptospirosis( Penyakit Kencing Tikus), dimana bakteri penyakit ini bisa menjangkiti kita masuk melalui luka. Parahnya, Bakteri dari kencing tikus ini mampu berkembang di air dan bertahan lama di lumpur, ini yang menjadi takut yangmana kita sering ke sawah.

Untuk lebih mengetahui apa dan bagaimana, gejala serta pencegahannya, baiknya kita cari tahu lebih banyak, nah berikut saya kutipkan dari website Puskesmas-Pleret-Bantul.

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira (bakteri berbentuk spiral yang mempunyai ratusan serotipe) yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya (zoonosis).  Penyakit Leptospirosis pertama kali dilaporkan pada tahun 1886 oleh Adolf Weil sehingga disebut sebagai Weil’s Disease.Leptospirosisjuga dikenal dengan nama  Demam Icterohemorrhage, demam pesawah (Ricefield fever) atau demam banjir, demam lumpur, penyakit kuning non virus, penyakit Stuttgart, penyakit Swineherd dan beberapa nama lainnya.

International Leptospirosis Society menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan Leptospirosis yang tinggi. Sepanjang 2010 terdapat 8 provinsi yang melaporkan kasus suspek Leptospirosis, diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan.Angka kematian Leptospirosis di Indonesia termasuk tinggi, bisa mencapai 2,50 – 16,45 % (rata-rata 7,1 %). Pada usia lebih dari 50 tahun bisa mencapai 56%.Di beberapa publikasi angka kematian dilaporkan antara 3 persen – 54 persen tergantung sistem organ yang terinfeksi.

 

Apakah Ada Vaksin untuk Mencegah Penyakit Kencing Tikus / Leptospirosis ?

Bagi manusia belum ada vaksin untuk melawan Leptospirosis.Vaksin guna mencegah Leptospirosis baru pada hewan tetapi hewan yang sudah diberi vaksin pun masih rentan terhadap jenis lainnya yang tidak tercakup dalam vaksin yang diberikan.

 

Apakah Seseorang Bisa Tertular Leptospirosis Lebih Dari Sekali?

Karena terdapat banyak jenis kuman leptospira yang berlainan, mungkin saja seorang terkena jenis yang lain dan mendapat Leptospirosis lagi.

 

Bagaimana Cara Mencegah Tertular Penyakit Kencing Tikus / Leptospirosis?

• Membiasakan diri untuk berlaku hidup sehat, pastikan tubuh mendapat istirahat yang cukup paling tidak 8 jam sehari

• Memperbanyak makanan yang mengandung protein, seperti daging, susu dan keju

• Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup, dan  bila perlu konsumsi suplemen atau multivitamin  yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh

• Simpan makanan dan minuman  di tempat yang aman dan bersih agar terhindar dari hewan-hewan yang berpotensi menularkan penyakit leptospirosis

• Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, selepas bekerja, sehabis memegang hewan, sehabis membersihkan rumah, sehabis membersihkan dapur dan tempat-tempat kotor, karena kuman Leptospira cepat mati oleh sabun, pembasmi kuman dan jika tangannya kering

• Sebelum minum atau membuka makanan kalengan, pastikan anda membasuh/membilas penutupnya terlebih dahulu, untuk menjaga kemungkinan dijangkiti bakteria leptospira. Makanan kalengan mungkin saja terkena urin hewan pembawa bakteri leptospira ketika masih tersimpan dalam gudang toko

• Menghindari atau mengurangi kontak dengan hewan yang berpotensi terkena paparan air atau lahan yang dicemari kuman

• Pakailah pakaian pelindung, seperti sarung tangan, masker, kaca mata, sepatu boot, ketika bekerja di tempat kotor, pada saat banjir atau pada saat menangani hewan

• Membersihkan tempat air dan kolam renang secara rutin

• Jika mengalami luka atau lecet, tutupilah dengan pembalut luka kedap air terutama sebelum bersentuhan dengan tanah, lumpur atau air yang mungkin dicemari air seni binatang

• Pakailah sepatu bila keluar terutama jika tanahnya basah atau berlumpur

• Hindari adanya tikus didalam rumah atau gedung

• Perhatikan secara ketat kebersihan dan sanitasi lingkungan

• Pastikan Hewan peliharaan mendapatkan vaksin, dan periksakan kesehatan hewan peliharaan ke dokter hewan secara rutin

 

Sebaiknya selalu waspada dengan penyakit ini, karena dampak dan akibatnya masih menjadi permasalahan penyakit di Indonesia saat ini.Jadi apabila ada keluarga atau orang di dekat kita mengalami tanda-tanda seperti diatas segera konsultasikan ke dokter.Semoga artikel ini dapat membantu.

 

Sumber:

https://www.brawijayahospital.com/show-article.php?slg=leptospirosis

 

Berikut gejala dari penyakit leptospirosis

“Gejala-gejala leptospirosis ini awalnya menyerupai gejala flu, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri,” kata Dr Latre Buntaran SpMK, dokter spesialis mikrobiologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ketika dihubungi detikHealth, Jumat (18/1/2013).

 

Pada tahap lebih lanjut, muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam. Gejala umumnya terjadi selama sepekan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian.

 

Berikut ini gejala awal penyakit kencing tikus / leptospirosis :

• Demam tinggi, menggigil

• Sakit kepala

• Sakit tenggorok

• Batuk

• Malaise (lesu/lemah)

• Muntah sampai diare

• Konjungtivitis (radang mata)

• Rasa nyeri otot terutama pada bagian betis dan punggung

• Takut cahaya

 

Bila tidak segera mendapatkan pengobatan, Leptospirosis dapat mengakibatkan:

• Muntah darah

• Gagal ginjal

• Meningitis (peradangan pada membran di sekitar otak dan saraf tulang belakang)

• Gagal hati

• Kesulitan bernapas (nyeri dada dan sesak nafas)

 

Apakah Pengidap Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis Dapat Menulari Orang Lain?

Leptospirosis dapat ditularkan kepada orang lain, misalnya penularan lewat kelamin atau air susu ibu, meskipun jarang. Kuman Leptospira dapat ditularkan lewat air seni selama berbulan-bulan setelah terkena.

Kuman leptospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Bahkan leptospira juga bisa bertahan di tanah yang lembap, tanaman, maupun lumpur dalam waktu lama.

Kuman leptospira ini dapat ‘berenang’ di air sehingga bisa menginfeksi kaki manusia yang sedang terluka. Leptospira juga bisa menginfeksi seseorang melalui makanan atau minuman. Umumnya laporan orang yang terkena leptospirosis terjadi setelah banjir.

Leptospira juga bisa memapar mereka yang banyak bersentuhan dengan binatang seperti peternak, petani, dan dokter hewan. Petugas pembersih selokan juga memiliki risiko terpapar leptospitosis. (Sumber : Puskesmas Pleret Bantul)

…semoga kita dijauhkan dari penyakit ini…amiin.

Advertisements