Opname 10 Hari-10 Malam di RSUD P SENOPATI Bantul

RSUD Panembahan Senopati Bantul

Tepat 10 hari-10 malam mondok atau opname di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Panembahan Senopati Bantul, dengan dua diagnosa awal penyakit dalam dan syaraf . ya namanya sudah usia 71 tahun, penyakit ngumpul deh jadi satu, kompilasi komplikasi.

Setelah periksa di Poli Dalam sore hari(Sabtu,18/03) , dan hasil diagnosa dokter Agus Fitriyanto A, SP. D dari beragam pemeriksaan yang meliputi ;  tes urine, darah & radiologi ..hadewwwww ternyata bapak mertua mengidap banyak komplikasi penyakit dalam, infeksi saluran kemih, gula, dan kadar darah putih juga yang lainnya, maka saat itu terasa lemas, dan dokter Agus merekomendasikan untuk opname…yoo uwis manut saja. Setelah dibuatkan pengantar untuk rawat inap oleh dokter Agus, meskipun ruang inap yang tersedia tinggal kelas dibawah atau fi atasnya) yang mana kami memutuskan untuk mengambil ruang kelas dibawah nya yakni kelas 3, sebenarnya boleh untuk naik kelas ke VIP, asal mau tombok, mmm setelah sedikit berfikir, ke kelas 3 saja), lalu kami menuju ke ruangan PPRI(Poli Persiaan Rawat Inap), sedikit periksa sana sini, sembari saya menyekesaikan urusan di radiologi dan administrasi di ruang Admisi. Setelah beberapa saat di PPRI pasang infus, ek jantung dan lsin sebagainya, bapak mertua kemudian dibawa ke Ruang Alamanda 2 (Lantai 2). Diantar oleh dua perawat, keluarga pasien tinggal ngikuti saja.

Sampai di ruang 3 Bansal Bakung bapak dipindah ke tempat tidur  yang disana, sembari perawat jaga memperkenalkan diri mereka dengan baik kepada kami.

Sedikit lega bapak sudah tinggal dan dirawat di bangsal, meskipun ruang kelas 3 yang tidak sesuai dengan jaminan ASKES yang dimiliki, untuk sementara tidak apalah, pihak Rumah Sakit melalui perawat tadi di Poli memberi jaminan jika kelas 1 sudah ada yang kosong, maka akan segera akan dipindah.

***

Dan benar adanya , siangnya yakni sekitar 12 jam tinggal di bangsal_ bapak dipindahkan ke Nusa Indah 1 sebuah kompleks Rawat Inap kelas 1, yang berada di sisi barat RS. Alhamdulillah, lebih nyaman buat bapak.

***

Selanjutnya perawatan dan pemeriksaan secara intensif dilakukan juga banyak beragam scan atau radiologi , guna memastikan dalam tindak lanjut pengobatan bapak mertua…kami manut saja…pokoknya give the best untuk bapak.

Hari demi hari berlalu di Rumah Sakit, sembaro dokter ber -observasi, yang mana bapak juga ada riwayat menderitz saraf di punggung, ini memang pemyakit awal bapak sebelum terkena penyakit dalam.

Penyakit syaraf yang didera bapak bermula saat terpeleset dan punggung terbentuk sesuatu, namun dengan pengobatan yang tidak tuntas yang mana butuh rutinitas untuk melakukan tindakan terapi. Maka penyakit sarat inilah hingga menjadi menahun, nyeri dipinggang hingga betis, dan mengakibatkan susah jalan.

Dengan riwayat penyakit saraf inilah menambah perawatan dan pemeriksaan lebih rumit, sempat ingin dirujuk juga oleh Dr. Rita Fitriani, Sp. S ke RS Dr. Sarjito, karena RSUD tidak memiliki alat guna pemeriksaan.

Disamping Dr Agus   bapak juga ditangani oleh Dr. Zidni Setyaningrum Sp. D guna pemeriksaan oenyskit dalam nya.

Setelah beberapa hari keadaan dan kondisi bapak mulai membaik, lega pula tidak harus dipindah ke RS Dr. Sardjito yang mana kanmi pasti akan sangat repot.

Akhirnya di hari ke sepuluh yakni 28 Maret 2017 bapak diijinkan pulang , setelah malam sebelumnya diijinkan pulang oleh Dr. Agus Fitriyanto Sp. D.

Setelah perawat melakukan rekap perawatan, persiapan obat jalan dan pemberian rincian biaya, dan sudah diantar ke bagian administrasi rawat inap di utara baguan pendaftaran RS. Says diminta mem-foto copy bundel dari rekapan perawatan bapak selama 10 hari tersebut. ,(oiya meskipun hari libur, untuk pengurusan administrasi tetap buka koq, jadi pasien tetap bisa pulang diluar hari kerja). I bendel berkas lumayan banyak/ tebal juga, sampai habis 3 ribu untuk memfoto copinya.

Karena bertepatan  hari libur ,maka foto copy nya mesti diluar area RS, mesti wslk out lumayan nih, but its oke dengan bapsk sudah boleh pulang, membawa semsngat tersendiri.

Selesai sudah foto copi berkas rawat inap tadi di tenggara RS(timur kantor BPJS Kesehatan), kembali ke bag admin ranap, selang beberapa saat /tidak lama petugas menyodorkan rincian biaya untuk ditanda tangani, saya lihat habis, 6 jutaan lebih sedikit. Setelah saya tanda tangani , saya diminta untuk kembali ke kantor perawat jaga yang sebelumnya petugas tadi menyampaikan bahwa karena bapak mendapat perawatan sesuai jaminan maka TIDAK BAYAR sesuai yang ditulus di kertas rinciam biays tadi. Bundel berkas ranap plus rincian biaya yang berstample ‘TIDAK BAYAR’ saya kembalikan ke ruang perawat jaga, diterim dengan baik dan dengan ramah penuh dengan prinsip 3 S-nya, say dijelaskan untuk dosis pemberian obat untuk bapak  di rumah, juga penyertaan beberapa foto hadil radiologi, usg, juga 2 kertas pengantar guna pemeriksaan lanjutan(kontrol).

***

Kami meninggalkan kompleks Nusa Indah 1 sembari mengucap terima kasih pada perawat, beroamiran dengan tetangga sebelah ruangan, sembari mengucap selamat tinggal ruang 1 Nusa Indah I  ….

 

Dengan ramah kami diantar ke depan oleh perawat dengan mendorong kursi roda yang di tumoangi bapak , dimana sudah menunggu dengan mobil untuk dibawa pulang.

….

Bye..bye RSUD P Senopati….

…Alhamdulillah…

***

Yuuk sedikit melirik ke biaya…. Di dalam kertas rincian biaya yang memang di serahkan untuk pihak pasien…disana tertera:

  • Akomodasi Ranap kelas 3 (Bangsal Bakung) /hari sebesar Rp 25.000
  • Akomodasi ranap kekas 1 Nusa Indah I perhari = Rp 60.000
  • Akomidasi gizi perhari Rp 30.000
  • EKG Rp 35.000
  • BNO- IVF Rp 437.000
  • USG UPPER ABDOMEN DG ALAT 4 DIMENSI Rp 214.000
  • USG LOWER ABDOMEN DG ALAT 4 DIMENSI RP 214.000
  • CR. THORAX PA DEWASA RP 90.000
  • CR. ABDOMEN AP DEWASA RP 90.000
  • CR. VERT. LUMBOSACRAL AF DEWASA RP 123.000
  • CR. VERT LUMBOSACRAL  LATERAL DEWASA RP 123.000

dan yang lainnya silahkan lihat sendiri ya…

Rincian biaya rawat inap di RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

Viral: Status Surat Pernyataan di Facebook

facebook

Saat ini lagi viral sebuah status di facebook yang isinya sebuah surat pernyataan , yang mana berisi pernyataan dimana pemilik akun yang bersangkutan terlepas dan berlepas diri dari penyalah gunaan segala konten dari akun facebooknya bila ada skun facebook yang mengambil.kontej foto dsri akun yang bersangkutan. Saya sempat tertarik dan ingin mengikuti rekan-rekan facebook yang telah mengikuti instruksi dari status tersebut.

Tapi ada sedikit keraguan gitu, koq isinya juga malah rancu, distorsi, jadi malah bingung. Ya sudah saya abstain membiarkannya.

Eee ternyata tribunjogja.com membahasnya hal tersebut adalah ‘hoax ‘ atau bohong belaka, meskipun mencatut sebuah nama advotkat,

Ini loh status pernyataannya :

“Buat Teman2 Sosial media,

 

Direkomendasi oleh Pengacara Bpk M. Mahendra Maskur Sinaga, SH.,MH.,MHD (Wakabid. Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Prov. Sumut). Saya juga setuju utk antisipasi.

Pelanggaran Privasi dapat dituntut secara hukum.

Facebook saat ini adalah entitas publik. Semua pengguna FB harus membuat pernyataan seperti ini.Jika anda belum mengeluarkan pernyataan setidaknya satu kali, maka akan secara teknis bahwa anda mengizinkan penggunaan foto dan informasi di akun facebook:

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidak mengijinkan siapapun untuk menggunakan foto dan informasi di akun facebook saya dan digroup facebook ini ke media apapun.

Jika ada akun atas nama saya dan atau memakai foto di group facebook ini dan menggunakannya untuk menipu orang lain, maka saya tidak bertanggung jawab baik secara moril maupun materiil.

Saya juga tidak bertanggung jawab jika ada permintaan mentransfer dana atas nama akun facebook saya dan atas nama group facebook ini.

Kiranya hal ini bukan hanya berlaku untuk akun saya, tapi juga akun teman2 yang lain.

Terima kasih.

NB: Jangan di share tapi copy paste di wall Facebook masing2.”

 

Ya mungkin saya maksud dari status surat pernyataan tersebut untuk menangkal penyalah gunaan dari konten(foto) guna membuat akun facebook abal-abal atau akun kloningan milik kita dan menyalah-gunakannya ke tindak pidana maupun perdata. Itu sih sah-sah saja.

Tapi perlu diketahui bahwa facebook telah menyodorkan beberapa peraturan atau persyaratan (term of service)  saat pertama kali kita membuat akun facebook.

Dan ternyata status hoax berisi kebijakan privasi ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu.

Menurut Snopes.com, postingan serupa sudah ada sejak tahun 2009.

Pada tahun 2012 seperti dikutip dari CNN, Facebook memberikan tanggapan melalui sebuah status, bahwa kebijakan privasi yang ditulis sendiri oleh pengguna hanyalah rumor.

Pengguna diminta untuk membaca lagi term of service yang terkadang seseorang membabi buta menyepakatinya.

Terlebih, pengguna juga dapat mengatur sendiri mengenai siapa saja yang dapat mengakses foto, status, akun dan penandaan (tag).

Oleh karena itu, status kebijakan privasi itu tak akan ada gunanya karena sudah ada kesepakatan dengan Facebook.

Di Indonesia, status kebijakan privasi ini mencatut seorang pengacara yang disebut-sebut bernama M Mahendra Maskur Sinaga.

Ketika ditelusuri di Facebook, rupanya ada satu akun yang menggunakan nama tersebut.

Akun itu masih sangat baru, dengan status pertama ditulis Senin (27/3/2017).

Secara gamblang akun itu justru mengatakan bahwa status kebijakan privasi tak akan berpengaruh terhadap apapun.

Begini status akun yang mengatasnamakan Mahendra Maskur Sinaga.

“Direkomendasikan oleh Saya sendiri, selaku M Mahendra Maskur Sinaga, SH, MH, MHD, Wakabid. Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Prov. Sumut. Bahwasanya:

(1) Gak ngaruh posting beginian, yang mengikat adalah Terms Of Service Facebook

(2) Rupanya saya bukan tokoh fiktif :/

(update)”.

Sejumlah netizen telah menanggapi status yang dibuat akun tersebut.

Bahkan, seseorang juga memberikan link website lembaga yang menaungi Mahendra Maskur Sinaga.

Saat dibuka, ternyata di dalamya terdapat struktur organisasi berikut nama lengkap, jabatan sekaligus foto masing-masing pengurus.

Nama Mahendra Maskur Sinaga sebagai Wakabid Advokasi juga muncul di dalamnya.

Hanya saja, foto di Facebook dan di website lembaga tersebut berbeda.

Di media sosial, postingan yang menegaskan bahwa kebijakan privasi itu adalah hoax menjadi perdebatan para netizen.

Debat sengit terjadi, terutama antara mereka yang percaya dengan yanh tidak terhadap status ini.

Salah satunya seperti yang terjadi di akun Indonesian Hoaxes.

Ribuan netizen telah menanggapi sebuah status yang menegaskan bahwa kebijakan privasi yang beredar viral itu hanya hoax belaka.

Meskipun banyak yang sepakat bila ini adalah hoax, nyatanya masih ada saja netizen yang percaya, bila status berisi kebijakan privasi tersebut akan tetap bermanfaat.

 

(tribunjogja.com)

 

Bagaimana dengan kalian???