Abdi Dalem : Wujud Terimakasih Warga Jogja Pada Sultan

Abdi Dalem keraton Yogyakarta -kratonjogja.id

Bangga (senang) menjadi warga Jogja yang masih penuh dengan budaya, masih berdiri megah kraton Jogja atau tepatnya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebagai kerajaan yang masih aktif keraton Jogja pastinya ada hirarki didalamnya, dan tentunya lazimnya sebagai Kerajaan menganut sistem monarki. Perlu kita ketahui bahwa keraton diproklamasikan pada tanggal 13 Maret 1755 (29 Jumadilawal 1680 TJ). Meskipun dalam perkembangannya keraton tidak lagi sebuah kerajaan yang benar-benar aktif (mempunyai kekuatan penuh) dalam rongrongan penjajah Belanda lambat-laut kekuatan kerajaan/ keraton semakin dipangkas, dan semakin berkurang. Hingga akhirya keraton Jogja tinggal simbolis saja sebagai pengemban budaya. Dan dikala pemerintahan Indonesia memproklamirkan kemerdekaannnya(17 Agustus1945), selang beberaoa waktu/hari Raja Keraton jogja Sri Sultan HB IX menyatakan dan mengakui kemerdekaan RI  serta keraton Jogja meleburkan diri dalam negara Republik Indonesia.

***

Dan dalam hirarki (sistem tatanan kepemerintahan)  keraton Yogyakarta ada Abdi Dalem , dalam literatur yang ada (kratonjogja.id) Abdi Dalem merupakan aparatur sipil.  Dan Abdi Dalem bertugas sebagai pelaksana operasional di setiap organisasi yang dibentuk oleh Sultan.

Kenapa masyarakat Jogja bangga dan senang menjadi Abdi Dalem yang notabene honornya tidaklah seberapa?

Karena mereka beranggapan dengan menjadi Abdi Dalem adalah untuk mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan batin. Ada juga yang dilandasi oleh rasa terimakasih sudah diperbolehkan tinggal di tanah milik Sultan. Selain itu, faktor lain yang ingin diperoleh dari menjadi Abdi Dalem adalah untuk mendapatkan berkah Dalem. Menurut para Abdi Dalem, ada saja rejeki yang datang dan dapat mencukupi kebutuhan keluarganya setelah menjadi Abdi Dalem(kratonjogja.id)

Yang menjadi ciri khas dari Abdi Dalem Keraton Yogyakarta terletak pada pakaian. Pakaian atau busana khas Abdi Dalem disebut peranakan. Peranakan berasal dari kata ‘diper-anak-kan’. Artinya menjadi Abdi Dalem akan dianggap seolah-olah satu saudara yang dilahirkan dari seorang Ibu. Dan, boleh lah kita menyebutnya pakaian adat Jawa(Jogja) lengkap dengan blangkon baju motif lurik biru, bawahan/jarik dan pendhok/ keris, maka dari itu kita sering melihat dijalanan beberapa warga Jogja mengenakan busana tersebut, mereka lah para Abdi Dalem.

Banyak sisi menarik dari kehidupan Abdi Dalem seoerri bahasa yang mereka gunakan dilingkungan keraton yakni bahasa bagongan, in sya ALLAH saya kupas lain waktu, dan pakaian akan saya coba kupas lebih lanjut.

Ada juga beberapa ketentuan untuk menjadi Abdi Dalem, pembagian Abdi Dalem, dan lain hal tentang Abdi Dalem bisa kita baca di sini .

Anak-anak berpakaian abdi Dalem, “wuih gagahnya”

Advertisements

2 thoughts on “Abdi Dalem : Wujud Terimakasih Warga Jogja Pada Sultan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s