Mobil taff yang melorot di jalan cino mati Pleret
Mobil taff yang melorot di jalan cino mati Pleret

Ada beberapa jalan alternatif dari Bantul jika ingin menuju kota Wonosari Gunung Kidul, setidaknya ada tiga, melewati Parangtritis-Panggang, Imogiri-Dlingo, dan Pleret- Dlingo. Kalau jalam utama adalah Piyungan-Pathuk, tapi bagi warga Bantul jalan tersebut dirasa terlalu jauh. Ya kalau dengan bus besar pasti mesti lewat Piyungan-Pathuk, namun jika bus kecil atau mobil bisa lewat ketiga jalan alternatif diatas. Namun begitu ketiga jalan tersebut memiliki tingkat kecuraman tanjakan dan turunan yang cukup curam. Disamping juga jalannya yang sempit.

Seperti halnya yang terjadi pada hari Minggu(12/02) pukul 08.00 WIB kemarin, sebuah mobil Taff ‘melorot’ setelah tidak kuat menanjak di jalan Cino Mati-Wonolelo, Pleret, Bantul, yang dikenal  akan tanjakan curam. Mobil yang dikemudikan oleh Agung Sulistyo (39th) warga Payungan Rt 06, Triharjo, Pandak, Bantul, tidak kuat menanjak dan terperosot mundur. Korban sudah mencoba melakukan pengereman namun rem mengalami masalah. Setelah itu mobil oleng lalu korban banting stir ke kiri sehingga menabrak tebing. Mobil baru dapat terhenti karena membentur tebing dan roda belakangnya masuk ke parit yang berada di sisi jalan. Mobil mengalami rusak berat,tapi beruntunglah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Rencananya korban hendak ke Wonosari, Gunungkidul dengan melalui jalan alternatif Cino Mati, namun naas mobilnya tidak kuat menanjak.

Mobil akhirnya dapat dievakuasi dengan mobil derek dibantu FPRB Wonolelo.

 

Anggota Lantas Polsek Pleret Brigpol Untung Iswanto menghimbau kepada pengguna jalan yang belum mengenal medan jalur Cino Mati, agar tidak melalui jalur ini mengingat tanjakan-tanjakannya dikenal sangat curam dan ditambah akses jalan yang sempit. Namun bilamana terpaksa harus melewati jalur ini dihimbau agar selalu gunakan gigi satu agar tidak terjadi hal yang diinginkan.

 

Sumber : tribratanewsbantul.com

Advertisements