Presiden RI Joko Widodo saat melakukan peletakan batu pertama sebagai ditandai dimulainya pembangunan Bandara NYIA Kulon progo Yogyakarta
Presiden RI Joko Widodo saat melakukan peletakan batu pertama sebagai ditandai dimulainya pembangunan Bandara NYIA Kulon progo Yogyakarta

Setelah peletakan batu pertama(ground breaking) yang dilakukan oleh Presiden RI bapak  Joko Widodo pada 27 Januari 2017 lalu, sebagai dimulai nya tahap pertama pembangunan Bandara baru yang dinamakan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang bangun di Kabupaten Kulonprogo.

Pembangunan Bandara yang merupakan mega proyek (dianggarkan dana Rp 10 triliun) tersebut dikerjakan oleh PT Angkasa Pura 1, dikerjakan selama dua tahap, dan untuk tahap pertama di targetkan ‘rampung’ atau selesai dalam 2 tahun mendatang / Maret 2019.

Danang S Baskoro selaku dirut PT Angkasa Pura 1 menjelaskan bahwa bandara baru akan lebih besar dari pada Bandara Juanda Surabaya, dan I Gusti Ngurah Rai Bali. Bandara Internasional Yogyakarta ini akan memiliki landas pacu atau runway selebar 60 meter, lebih lebar 15 meter dari bandara di Semarang dan Solo, dan panjang 3250 meter dalam tahap pertama ini. Runaway adalah bidang paling banyak memakan biaya dalam investasi ini,  yakni mencapai 40 persen dari keseluruhan nilai. Runway adalah salah satu unsur terpenting dari bandara udara.

Bandara ini dibangun di Dusun Jangkaran, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Dengan lahan seluas 587 hektare. Menteri Perhubungan telah menetapkan lokasi bandara baru ini dengan surat keputusan nomor : KP.1164/tahun 2013 tanggal 11 November 2013 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi yang dipilih adalah di wilayah pesisir Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo.

 

Lokasi ini merupakan area yang dinilai paling memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan operasional dengan koordinat landasan pacu Bandara terletak pada koordinat geografis 7°54’39,20” lintang selatan dan 110°4’21,11” Bujur Timur. Atau pada koordinat bandara X = 18.400 meter dan Y = 20.080 meter. Sumbu X berimpit dengan sumbu landasan yang mempunyai azimuth 290°0’0” geografis dan sumbu Y melalui ujung landasan pacu 29 tegak lurus ada sumbu X.

Bukan tanpa alasan dalam membangun bandara baru ini, selain untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang, kehadiran bandara baru ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan daerah sekitar bandara maupun Pertumbuhan ekonomi nasional terutama dari sektor pariwisata. Sekaligus untuk meningkatkan wilayah Yogyakarta sebagai wilayah tujuan wisata no. 2 setelah Bali.

Selama ini bandara telah ada yakni Bandara Adisucipto yang dirasa kurang mampu melayani untuk pesawat komersil ukuran besar, bahkan seringnya tergelincir pesawat karena panjang runaway hanya 2200 meter saja.

Advertisements