Tips Persiapan Khitankan Anak

Saat di khitan

Saat di khitan

Meskipun baru dua kali meliput acara khitan /sunatan bareng(massal) namun ternyata telah sedikit banyak menarik beberapa kesimpulan yang ada, bahwa, ternyata anak yang dikhitan kebanyakan belum siap metal dan kebanyakan dari mereka menangis. Bahkan ada yang gagal/tidak mau dikhitan karena saking takutnya.

Perlu diketahui bahwa usia mereka saat ikut khitan dewasa/sekarang ini berada antara rentang usia antara 9-12 tahun atau kelas 4-6 SD.(tidak seperti waktu dulu yang notabene sudah kelas 1 smp)

Nah dengan begitu maka perlunya sebagai orang tua, terutama ayah harus mempersiapkan mental dan fisik si anak lelakinya sebelum di khitan.

Apa saja yang musti dipersiapkan? Baik fisik maupun psikis?

Psikis/Mental

Secara psikis anak usia antara 9-12 memanglah belum begitu berani menghadapi rasa sakit. Namun begitu dengan diberi motivasi dan pengertian-pengertian bahwasanya rasa sakit saat di khitan itu cuma sedikit dan sebentar, maka si anak akan siap mental, tidak down dan berani menghadapi rasa sakit. Di beri pengertian juga bahwa dalam proses penghitanan menggunakan obat/suntik bius atau obat anti rasa yang nantinya ada jaminan tidak terasa sakit saat di khitan, maka hal ini akan lebih memotivasi si anak dalam mengusir rasa takutnya.

 

Fisik

Secara fisik bilamana anak yang akan di khitan kisaran rerata umur 10 tahun, maka baiknya kita atau tepatnya sang ayah jauh-jauh sebelumnya, yaa mulai usia 8/9 tahun sedikit-demi sedikit membantu si anak menjelaskan nya bahwa untuk mengurangi rasa sakit ‘yang sedikit tersebut’ maka perlunya membuka keseluruhan dari  kulit penutup kepala alat kelamin(penis). Karena awalnya/dari sononya/dari lahir, ujung alat kelamin yakni kulit penutup ini (yang mirip belalai gajah itu) melekat dengan kepala alat kelamin. Maka perlunya dipisahkan dengan kepala alat kelamin, karena pasti pada  saat proses khitan jika belum terbuka/terpisah, maka akan dipaksa terpisah, nah ini yang membuat si anak terasa lebih sakit. Maka dari itu, perlunya kita mengurangi rasa sakit si anak dengan menolongnya, istilahnya mengelupas kulit dari ‘kepala’…(di plecekke=bahasa jawa)

Ini memang perlu tindakan yang persuatif, pendekatan dan ekstra hati-hati, sabar dan telaten. Namun jika hal ini dilatih sejak dini, dilakukan dengan benar, dengan seringnya menekan kulit ke arah bawah, sedikit dipaksa, maka kulit penutup alat kelamin lama-kelamaan  akan terbuka, hingga seluruh kepala terlihat atau seluruhnya terbuka. Hingga tiba waktunya saat di khitan dan hal ini pasti akan mengurangi rasa sakit nantinya.

Oiya disamping itu, sebisa mungkin hari-hari sebelum, setidaknya satu hari sebelum dan malam sebelum di khitan, si anak jangan sampai kecapekan ataupun kurang tidur , agar nantinya pada saat proses khitan tidak banyak darah yang keluar/pendarahan.

Demikianlah sedikit tips , semoga bermanfaat…!!!

Advertisements

4 thoughts on “Tips Persiapan Khitankan Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s