Throttle by wire Honda CBR 250RR
Throttle by wire Honda CBR 250RR

Ini adalah sebuah fitur yang boleh dibilang canggih pada sistem menambah kecepatan di sepeda motor(entah kalo kendaraan lain) saat ini, dan fitur ini telah ada pada motor terbaru honda CBR 250RR, yang boleh di bilang menjadi pioner di kelas 250 cc.

Di samping kanan-kiri tanki bbm Honda CBR 250 RR tertulis jelas “Throttle By Wire”. Lalu apa maksud sebenarnya?

Ya mudahnya, jika diartikan adalah piranti pada sistem menambah kecepatan tidak lagi menggunakan tali atau kawat baja, melainkan diganti dengan kabel elektronik. Sepertinya kita ketahui bersama bahwa di stang kanan sepedamotor ada semacam hand grip/ pegangan genggaman tangan yang berfungsi untuk menambah kecepatan (ngegas/betot) yang mana daya geraknya di salurkan oleh tali kawat baja (pilinan benang baja) menyambung ke sistem pembuka bahan bakar, baik karburator maupun injeksi.

Disini lah peran pengganti kabel ekektronik yakni menggantikan peran dari kawat baja ke dustem buka bahan bakar.

Bagaimana kinerjanya?

Menurut bang Taufik Pada sistem Ride/ Throttle By Wire, Setiap gerakan grip gas/ betotan gas yang kita lakukan akan ditransfer melalui sebuah Transporder yang sebenarnya merupakan sebuah Konverter analog ke Digital (ADC) . Dan hasilnya adalah sebuah signal listrik digital yang akan di salurkan ke engine management computer atau boleh dibilang ECU/ ECM yang nanti akan membaca apa yang sedang dilakukan oleh pengendara  …Setelah memperoleh signal dari Transporder, Lalu ECU/ECM akan mengirimkan signal ke Aktuator dalam hal ini motor steper yang akan mengoperasikan berapa bukaan klep kupu kupu pada Throtel Body . .  Jadi Boleh dibilang Yang tadinya hubungan antara grip gas dan bukaan klep kupu kupu di Throtel body adalah langsung , sekarang di sistem Ride By wire menjadi tidak langsung, masuk ke ECU dulu.

 

Biasannya kehadiran Ride By Wire akan menghasilkan fitur ftur lanjutan dari sebuah motor seperti Cruise Control, Kontrol Traksi dan Variable Mode Power  . . .  Kenapa Gitu ?

 

Jadi pada sistem gas konvensional ( dengan kabel langsung ke klep kupu kupu), saat kita betot sekencang kencangnya itu grip gas/ throtel  maka sebesar  itupula klep kupu kupu  intake Throtel Body (TB) akan membuka . . . Untuk Motor dengan Lubang Intake besar, maka ada kemungkinan akan membuat motor langsung stall ( mati )

Nah Pada sistem Betotan gas dengan Ride By wire, Saat Kita buka gas sebesar apapun, maka Komputer akan berfikir dan melakukan respon tidak selebay apa yang kita buka di grip gas. Komputer (ECU) hanya akan membuka klep Kupu kupu sebesar yang mesin bisa sebelum treshold (batas) suplai udara membuat motor stall ( mati) (tmcblog.com)

 

Ilustrasi throttle by wire motorplus online.com
Ilustrasi throttle by wire motorplus online.com

Untuk Kelebihan dari throttle by wire, lebih minim perawatan karena tidak menggunakan tali gas dan juga bisa menghemat bahan bakar. Hal ini bisa terjadi karena putaran gas akan seimbang dengan bukaan di butterfly throttle body. Maklum, semuanya sudah diatur secara digital sehingga lebih presisi

 

Sedangkan, kekurangan dari throttle by wire, putaran gas enggak bisa langsung dibejek habis. Harus diurut mengikuti putaran mesin. Kalau pun bisa dibejek, kita harus tahan di rpm tertentu, baru gas bisa dibejek. Ini terjadi di sistem throttle by wire pada mobil. Kemungkinan, kendala ini juga akan ditemui pada motor yang mengaplikasi teknologi throttle by wire. (www.motorplus-online.com)

 

.

Advertisements