Om Telolet om
Om Telolet om

Yang lagi heboh, viral dan bahkan jadi trending topik di dunia maya adalah, ‘Om Telolet Om’ yang mana kata  ini merupakan sebuah permintaan anak-anak kepada supir bis untuk membunyikan klaksonnya. Untuk mempermudah permintaan dan pengucapannya maka dituliskanlah pada selembar kertas yang lalu ditunjukkan ke pada setiap bus yang lewat. Bilamana pak supir melihatnya, dan kemudian membunyikan klakson/bell nya yang berbunyi Telolet..maka semua senang, riang dan girang.

Seiring perkembangannnya bunyi nya pun bisa dibuat melodi, yang semakin menyenangkan anak-anak   maupun siapa saja yang ingin ingin mendengarkannya. Bahkan memburunya, hingga mengoleksinya.

Nah saat ini fenomena ini ‘Om Telolet Om’ lagi booming, lagi jadi trending topik, yang  bahkan pebalap motogp sekaliber Marc Marquez pun dalam media sosial twitter nya turut larut(menanggapi) dalam eforia Telolet, begitu juga pemain bola tersohor Cristian Ronaldo juga ikut menanggapi melalui media sodial milik nya.

Nah lalu siapah sih yang pertama kali memperkenalkannya?

H Teuku Eri
H Teuku Eri Rubiansah

Adalah H. Teuku Eri Rubiansah, sang pemilik perusahaan bus PO Efesiensi. Dimana awalnya dulu di tahun 2001, pertama kali H. Teuku membeli klakson (telolet) di sebuah pameran otomotif di Jerman, tepatnya di Kota Hannover.

Saat itu H. Eri membeli satuan karena tidak mungkin membawa dalam jumlah banyak. Tujuannya dia ingin ada ciri khas di armada bisnya.

Tahun-tahun tersebut, H. Eri memang tengah membangun armada bus trayek Jogja – Cilacap dan Jogja – Purwokerto.

 

Beberapa tahun kemudian saat pergi haji, di Jeddah dia menemukan klakson yang sama. Darisitulah ia kemudian tidak lagi membeli satuan, namun dalam jumlah banyak. Mampir setiap dia umroh, tak lupa ia belanja ‘telolet’ dalam jumlah yang tidak sedikit.

 

“Dulu mereknya yang paling bagus Marco, buatan Italia, harganya saat itu sekitar 300 real, ” kata laki-laki kelahiran Kebumen 27 Juli 1967 yang memang hobi off-road.

 

Menurut alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) ini, dengan bunyi klakson yang lain dari yang lain saat itu ia berharap masyarakat mudah mengenali.

Terbukti kemudian Efesiensi menjadi bus yang paling banyak diminati di jalur selatan Jawa Tengah-DIY.

Ciri khas armadanya yang menggunakan klakson telolet ternyata menarik rekan-rekannya. Ia akhirnya memberitahu tempat membeli ‘Telolet’. Bahkan saat ini bunyinya bermacam-macam, bisa dibuat melodi.(krjogja.com)

Advertisements