6 Aksi ‘Klithih’ Yang Sadis & Brutal Sepanjang 2016 Di Jogja

pelaku penusukan adnan hafid pamungkas

pelaku penusukan adnan hafid pamungkas

Dalam kurun waktu selama 1tahun terakhir aksi ‘klithih‘ atau apa lah namanya semakin menjadi di kota tercinta kota Yogyakarta yang penuh dengan imej, “Nyaman dan Aman” ini.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari senin ada aksi kekerasan dengan senjata tajam menimpa rombongan siswa Muh1 Jogja, hingga mengakibatkan salah satu korban meninggal , dan berikut 6 kasus yang bisa di bilang sadis dan brutal yang terjadi di tahun 2016 yang saya kutip dari tribunjogja.com :

1. Adnan Hafid Pamungkas Tewas di Ringroad

KASUS pembacokan yang berujung kematian Adnan Hafid Pamungkas (20) terjadi jalan Ring-road Barat yang masuk wilayah Salakan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Jumat (30/9/2016).

Sebelum kejadian, Adnan berpamitan untuk membeli pulsa.

Namun ketika pulang, ia justru dibacok hingga tewas oleh pemuda asal Brengosan, Sumberadi, Mlati, Sleman.

Adnan bermaksud menegur pelaku yang menggeber-geber sepeda motornya.

Namun, pelaku justru tak terima dan menusuknya. Remaja 17 tahun itu langsung kabur setelah melukai Adnan.

Dua teman pelaku yang tak terlibat justru tewas diamuk masa.

Pelaku baru ditangkap beberapa hari kemudian, setelah sempat berpindah-pindah tempat.

 

2. Iqbal Dinaka Rofiqy Tewas Dianiaya di Umbulharjo

IQBAL Dinaka Rofiqy ditemukan tergeletak bersimbah darah di Makam Gajah Miliran Umbulharjo, Yogyakarta, akhir Agustus lalu.

Awalnya, ia berpamitan untuk pergi ke Game Net, tetapi justru nasibnya berujung tragis.

Remaja 16 tahun ini tewas di rumah sakit dan sempat menceritakan ciri-ciri pelakunya.

Tiga hari setelah itu, polisi meringkus pelaku penganiayaan terhadap Iqbal, yang merupakan warga Warungboto, Umbulharjo.

Pelaku tega menganiaya Iqbal karena tak terima saat ditegur dan sempat ada saling tatap mata.

Ia melempar Iqbal dengan beton tiang bendera, lalu mengambil barang milik Iqbal.

3. Enam Pelajar SMK N 1 Sleman Diserang Pelajar Lain

KASUS kekerasan ini terjadi pada Selasa (20/9/2016) malam, di Jalan Pakem-Cangkringan.

Enam pelajar dari SMK N 1 Sleman tiba-tiba diserang dan dibacok oleh sekelompok siswa dari beberapa sekolah lain.

Dari hasil pemeriksaan polisi, aksi penganiayaan itu didasari oleh dendam lama.

 

4. Krisnawan Dibacok Dua Pelajar Sekolah Lain

ADW (17) dan ATW (16) warga Depok Sleman membacok Krisnawan pada Senin (16/5/2016), di daerah Pugeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Mereka merasa kesal dengan korban sehingga nekat melakukan perbuatan keji itu.

Satu orang bertugas sebagai joki dan yang membonceng menyabet dengan pedang ke arah korban.

 

5. Rombongan Kelulusan Sekolah Aniaya Seorang Warga

ARIYANTO (33), warga Dusun Karangasem, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, secara tiba-tiba dibacok oleh rombongan konvoi kelulusan dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Yogyakarta, Sabtu (7/5/2016).

Saat itu, ia sedang melintas di Jalan Sorobayan, Dusun Glagahan, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, untuk mengantarkan bahan bangunan.

Awal mulanya mobilnya diminta untuk menepi, lalu digedor-gedor dari luar.

Ia pun membuka kaca mobil tetapi justru langsung dibacok oleh salah satu peserta konvoi.

Lengannya terkena sabetan sehingga terus mengeluarkan darah.

Ia dan rekannya segera ke RS untuk mendapat pertolongan.

Selain Ariyanto, dua orang lainnya juga dibacok oleh kelompok tersebut.

Para pelaku juga melakukan pencurian dan perusakan.

 

6. Mahasiswa Dibacok di Jalan Kabupaten, Sleman

SYAFI’Il Anam, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di DIY dibacok di jalan Kabupaten, Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Senin (8/2/2016) malam.

Pelakunya adalah Dimas Rizki Saputra (20), warga Caturtunggal, yang masih berstatus sebagai pelajar SMA dan Raya Adi Wibowo (37), warga Gondokusuman yang merupakan seorang residivis.
Pelaku dan korban sempat saling bersenggolan, menepi, lalu saling tatap.
Melihat ada kontak, Dimas dan Raya yang sudah sempat melaju berbalik arah, kemudian membacok korban.
Para pelaku dapat ditangkap karena ada warga yang melihat dan datang patroli dari Polres Sleman.
Syafi’il menderita luka di pergelangan tangan dan siku kiri akibat kejadian ini.

Demikian keenam kasus yang cukup menyita perhatian publik, dan membuat kengerian akan tindakan mereka yang kebanyakan dilakukan oleh remaja yang boleh di bilang tindakan  durjana yang  penuh dengan  kebiadaban.

Ini menjadi perhatian serius bagi warga Jogja khususnya, terlebih orangtua yang mempunyai anak remaja, agar lebih memperhatikan peri laku anaknya.

Advertisements

8 thoughts on “6 Aksi ‘Klithih’ Yang Sadis & Brutal Sepanjang 2016 Di Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s