GKR Mangkubumi saat sebar udhik-udhik dalam prosesi Miyos Gangsa
GKR Mangkubumi saat sebar udhik-udhik dalam prosesi Miyos Gangsa Sekaten 2016

Mungkin untuk anak-anak muda dan apalagi anak-anak Jogja jaman sekarang tidak tau itu apa Miyos Gangsa Sekaten. Padahal kalo bagi orang jaman dulu orang&orang tua saat ini ; waktu itulah saat-saat yang ditunggu-tunggu dan acara ntuk melihatnya di Sekaten.

Miyos gangsa,sebuah dua kata dari bahasa jawa Krama inggil yang mempunyai arti, miyos=lahir, keluar ; gangsa= perunggu, gamelan. Jadi Miyos Gangsa bisa diartikan keluarnya gamelan,  dua perangkat gamelan dari dalam keraton yang lalu di tempatkan di dua buah tempat(Pagongan) di halaman masjid Gedhe Kauman yang kemudian ditabuh/dibunyikan secara bergantian terus menerus dalam beberapa hari menjelang puncak acara sekaten yakni tanggal 12 Rabiul awal/Mulud atau tanggal Nabi Muhammad SAW dilahirkan.

Dan kemarin(Senin,5/12) hari yang ditentukan oleh Keraton untuk ‘Miyos Gangsa Sekaten’, dan seperti acara lainnya dan acara apapun di Keraton Yogyakarta, pastinya dibuat  beragam acara prosesi yang mengiringinya. Salah satu prisesi yang mengiringi adalah sebar udhik-udhik(membagi uang koin) ke rakyat/masyarakat, Sebar udhik-udhik merupakan wujud sedekah dari raja untuk kawula. Sebar udhik-udhik di lakukan oleh beberapa puteri Raja yakni GKR Mangkubumi bersama GKR Condrokirono, GKR Hayu dan GKR Bendara.

Dan berikut prosesi dari Miyos Gangsa atau orang -orang dahulu menyebutnya dengan gamelan medhun/turun, rangkaian miyos gangsa sudah dimulai sejak bakda Ashar dengan keluarnya dua perangkat gamelan dari tempat penyimpannya ke Bangsal Pancaniti Kompleks Keben Kraton Yogyakarta.

 

Kedua perangkat gamelan pusaka tersebut akan kembali ditabuh hingga pukul 23.00 WIB. Jelang tengah malam, kedua perangkat gamelan yang di sebut atau dinamakan Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu akan dibawa menuju Masjid Gedhe Kauman, melewati Siti Hinggil Kraton Yogyakarta melewati Pagelaran, Alun-alun Utara untuk selanjutnya ke barat menuju gapura dan masuk ke area Masjid Gedhe Kauman, kemudian di tempatkan di Pagongan Masjid Gedhe Kauman.

 

Keluarnya gamelan akan dikawal dua bregada prajurit Kraton Yogyakarta, yakni Jogokaryo dan Patangpuluh.

Setelah ditabuh dalam sekitar 5 hari terus menerus dan bergantian dan berhenti disaat waktu sholat, hingga menjelang peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW,  kedua gamelan akan dibawa masuk lagi ke Kraton dalam prosesi Kondur Gangsa pada 11 Desember malam.

Monggo yang pemasaran dengan bunyi dari kedua gamelan, kita bisa masuk ke area msjid gedhe Kauman/barat Alun-Alun Utara Yogyakarta, mulai hari ini sudah bisa didengarkan, unik loh suaranya.

Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta "Masjid Raya Daerah Istimewa Yogyakarta " Kagungan Dalen Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibangun  pada 29 Mei 1773
Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta “Masjid Raya Daerah Istimewa Yogyakarta ” Kagungan Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibangun pada 29 Mei 1773
Advertisements