Ilustrasi Atm beras
Ilustrasi Atm beras

Iya nih sebuah kabar yang menarik, yangmana lazimnya ATM (bahasa Indonesia: Anjungan Tunai Mandiri atau dalam bahasa Inggris: Automated Teller Machine), hanya untuk mengambil atau menarik uang. Eee ini untuk mengambil beras.

Iya, beras yang jika kita masak menjadi nasi, makanan pokok kita sehari-hari. ATM ini disebut dengan Anjungan Terima Mandiri Beras atau disingkat dengan ATMB.

ATMB ini layaknya ATM uang, dimana merupakan perangkat yang bisa mengeluarkan beras dalam jumlah tertentu secara otomatis. Caranya dengan menempelkan kartu RFID (Radio Frequency Identification) atau kartu elektronik.

Penggagas ATMB ini ialah Budiaji, pemilik sekaligus Presiden Direktur PT. Rekayasa Otomomasi Indonesia. Tujuannya adalah untuk membantu kaum dhuafa yang benar-benar membutuhkan bantuan akan makanan. Agar tepat sasaran, kaum dhuafa ini diseleksi dengan cara survei, kemudian mereka akan dibagikan kartu RFID untuk mengambil beras sesuai dengan jumlah dan waktu yang telah ditentukan.

ATMB yang diciptakan oleh pria alumni Teknik Elektro ITB’80 ini, berukuran 60 cm x 60 cm x 160 cm, berbentuk kotak/lemari mirip dengan mesin ATM biasa. Kapasitasnya sekitar seperempat ton/25 kg beras. Selain itu, ATMB juga dilengkapi dengan perangkat elektronik seperti modem hybrid atau network GSM/satelit untuk daerah terpencil, serta sistem kontrol dan pemantauan berbasis M2M (machine to machine).

Harapannya ATMB ini bisa ditempatkan di masjid-masjid, kantor kelurahan, kantor BUMN, sekolah, kampus, atau lokasi kantong kemiskinan lainnya. Bisa juga ditempatkan di lingkungan rumah orang kaya agar orang-orang kaya dapat dengan mudah memberikan santunan.

 

Karena tujuan dari proyek ini adalah untuk amal, maka beras berasal dari pemerintah (raskin), CSR (Corporate Social Responsibility), zakat, serta masyarakat lain yang peduli.

Sumber : krjogja.com

Advertisements