Oh Ini Alasan Sinyal 4G Masih Terasa Lemot

Ilustrasi sinyal 5G - www.ponselterupdate.com

Ilustrasi sinyal 5G – http://www.ponselterupdate.com

Jaringan sinyal terkini adalah 4G, namun jangan salah meskipun jaringan yang terupdate, tidak ada jaminan total kita di Indonesia mendapatkan jaringan yang ngebut.

Ini saya rasakan memang benar adanya, kita tidak bisa total 100% mendapatkan sinyal 4G seharian penuh, dan tidak di semua tempat. Dan alasan yang mendasar mengapa sinyal 4G lemot ternyata karena masih banyaknya pengguna jaringan 2G di Indonesia, hal ini diungkapkan oleh Country Director Qualcomm Indonesia, Shannedy Ong mengatakan besarnya pengguna 2G justru menghambat efektivitas 4G di Indonesia sebab keduanya menggunakan pita frekuensi yang sama, yakni 1.800 MHz. Pelanggan 4G bisa saja tidak puas dengan performa 4G akibat pemakaian spektrum yang sama untuk 2G.

Penggunaan pita frekuensi yang sama untuk spektrum 2G dan 4G inilah yang membuat sinyal 4G belum maksimal di Indonesia, alias masih “lemot”.

SementaraLembaga survei OpenSignal baru saja merilis laporan State of LTE yang berisi kondisi terkini tentang jangkauan internet 4G di berbagai dunia. Bagaimana kondisi di Indonesia?

 

Setidaknya, ada dua data dari OpenSignal yang menyangkut kondisi jaringan seluler 4G LTE di Indonesia, yakni dari ketersediaan dan kecepatan.

 

Dalam hal ketersediaan, Indonesia ditempatkan di urutan ke-51 dunia dengan jangkauan 58,84 persen. Ini artinya, rata-rata pengguna 4G LTE di Indonesia menemukan sinyal 4G sebesar 58,8 persen dari jumlah waktunya online.

 

Jadi, belum tentu pengguna layanan seluler di Indonesia bisa menikmati koneksi 4G seharian penuh. Sinyalnya kadang turun ke standar kecepatan yang lebih rendah, seperti HSPA+ atau 3G.

 

Korea Selatan dan Jepang berada di posisi dua teratas untuk kategori keterjangkauan ini. Masing-masing memiliki skor 95,71 dan 92,03 persen. Hampir setiap kali penduduk di kedua negara itu online, sinyal yang mereka dapat adalah 4G.

 

Kecepatan masih rendah

 

Sementara dari segi kecepatan download, OpenSignal menempatkan Indonesia di urutan ke-74. Rata-rata kecepatan download sinyal 4G di Indonesia menurut OpenSignal adalah 8,79 Mbps.

 

Singapura menduduki peringkat pertama dalam hal kecepatan sinyal 4G. Negara tersebut mencatat kecepatan download rata-rata 45,86 Mbps. Unggul tipis dari Korea Selatan yang rata-rata kecepatan download-nya 45,77 Mbps.

 

Dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih unggul dari Filipina yang memiliki kecepatan download rata-rata 7,27 Mbps.

 

Namun demikian, Indonesia masih tertinggal jauh dari Singapura yang berada di posisi puncak. Malaysia dan Thailand juga berada di atas Indonesia dengan kecepatan rata-rata download masing-masing adalah 15,8 dan 15,73 Mbps.

 

Menurut OpenSignal, kecepatan 4G di suatu negara dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti jumlah spektrum yang dipakai untuk jaringan LTE, teknologi 4G yang dipakai (seperti LTE Advanced), tingkat kerapatan jaringan, dan lalu-lintas data di jaringan itu sendiri.

 

Secara umum, negara dengan kecepatan LTE tinggi biasanya telah mengadopsi jaringan LTE-Advanced dan penduduknya menggunakan perangkat yang mendukung teknologi itu dalam jumlah yang besar.

Sumber : kompas.com

Urutan kecepatan 4G seluruh dunia (www.opensignal.com)

Urutan kecepatan sinyal 4G seluruh dunia (www.opensignal.com

Urutan kecepatan sinyal 4G seluruh dunia (.opensignal.com)

..

Antisipasi Macet Seputar Alun-Alun Utara Saat Sekaten, Ini Kebijakan Dishub Jogja

O=alun-alun utara Yogyakarta

O=alun-alun utara Yogyakarta

Saya pernah mengalami hal pahit (terjebak macet parah) saat ingin pulang dari nonton sekaten pasar malam perayaan sekaten (PMPS), tepat di depan masjid Gedhe Kauman/barat alun-alun Utara, hingga hampir terpisah dengan keluarga.

Duh ngeri juga kalo mengingat hal itu, jadi terasa kapok. Hal itu bisa terjadi, menurut saya karena kurangnya pengaturan dari panitia maupun dinas perhubungan, dimana sebenarnya ada dua ruas jalan, dua arah di seputaran alun-alun, tapi karena yang satu digunakan untuk parkir, dan tanpa kontrol kendaraan yang masuk ke kawasan alun-alun Utara maka tak terelakkan lagi kebuntuan lalu-lintas kendaraan, dan macet total, dari dua arah kendaraaan tidak mau ngalah, sudah deh stacken.

Nah kali , dinas terkait/ dinas perhubungan DIY, tidak main-main untuk mengantisipasi kemacetan. Dishub DIY menggunakan metode jalan searah di seputaran jalan di alun-alun.

Berikut metodenya, pengunjung roda dua hanya di perbolehkan masuk kawasan alun-alun dari arah utara/jl. Pangurakan, dan selanjutnya bisa ke arah barat atau timur dan memarkir kendaraan di bagian dalam ruas jalan alun-alun (sisi utara atau barat). Untuk kendaraan roda 4 mobil  atau bus di minta parkir di kawasan parkir Ngabean atau Taman Parkir Senopati (utara BI).

Jadi jalan Kauman/dari arah barat dan jalan sebelah barat keraton ditutup dan hanya untuk akses keluar, begitu juga dari arah timur/jl Ibu Ruswo dari timur hingga pertigaan Wijilan masih dua arah dan tepat di pertigaan Wijilan, ditutup menjadi searah.  Jl Wijilan dibuat searah ke  selatan sebagai akses keluar dari alun-alun atau dari arah timur jl Ibu Ruswo.

Kebijakan jalan searah di kawasan tersebut berlaku selama pelaksanaan PMPS, mulai dari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Ketika kebijakan itu dijalankan, terdapat petugas yang berjaga di simpang Gerjen, simpang tiga Mantrigawen, dan simpang tiga plengkung Wijilan.

Pemberlakuan jalur lalu lintas searah ini akan dievaluasi Dishub seminggu sekali. Jadi ada kemungkinan ada perubahan kebijakan.

Sumber : tribunjogja.com

Sreenshot alun-alun utara Yogyakarta

Sreenshot alun-alun utara Yogyakarta