Zona berhenti sepeda di Jogja di pangkas
Zona berhenti sepeda di Jogja di pangkas/ di persempit

Jika melihat foto diatas, jadi keingat pernah beberapa kali lihat zona pemberhentian sepeda di lampu merah (traffic light) di beberapa ruas jalan-jalan di kota Jogja koq semakin di pangkas/ dikurangi.

Kalo dulu  dibuat dibaris paling depan, walau hanya sepanjang sepeda tapi muat untuk berjejer setidaknya 5 sepeda atau lebih. Tapi sekarang, zona yang dicat dengan warna hijau tua dan ada gambar sepeda wana putih tersebut hanya berukuran kecil, hanya muat satu sepeda saja dan berada dipojok kiri.

Entah apa dan bagaimana kebijakan ini dibuat, yang sepertinya dinas terkait adalah Dinas Perhubungan (Dis hub) dan Dinas Lalu Lintas dan  Aturan Jalan Raya(DLLAJ) Yogyakarta.

Well  selepas dari kebijakan pemangkasan zona berhenti sepeda tersebut, ada baiknya jika kita sekali lagi melihat foto di atas, sepertinya ada yang janggal, terlihat tindakan yang tidak semestinya/ atau bisa dibilang tindakan penyerobotan yang dilakukan oleh beberapa pengendara sepeda motor,hmmm kasihan khan si pesepeda ontel. Zona pesepeda ditempatkan paling depan ada tujuannya bro-sist, mereka tidak bermesin. Biar mereka bisa melaju lebih dulu, dan tidak terganggu dan mengganggu kendaraan bermotor.

Hmm geram juga jika melihat hal itu, apakah mereka itu(pemotor) buta warna? Banyak loh kejadian seperti itu, hargailah…pengendara lain…apa lagi itu hak mereka…mana etika kita?

So , lewat tulisan ini, saya mengajak … yuuk mari kita saling menghargai sesama pengguna jalan lain, karena di jalan itu ada pejalan kaki, pesepeda, pemotor, pe mobil dan lainnya. Trotoar untuk pejalan kaki, zona hijau di lampu merah untuk pemberhentian sepeda, jalan pinggir untuk sepeda dan motor, tengah untuk mobil dan kendaraan besar. Ada hak-hak mereka. Jangan lupakan itu, zona khusus dibuat agar tercipta keharmonisan dan keselarasan di jalan.

 

 

 

 

Advertisements