Cethok & lepan
Cethok & lepan

Yach kedua alat pertukangan ini tak bisa di pisahkan satu sama lain, ibaratnya keduanya saling mendukung, keduanya saling membutuhkan dan keduanya saling melengkapi.

Itulah Cethok dan Lepan, entah apa nama nasional/ bahasa Indonesia-nya dari keduanya. Karena sepertinya kedua alat vital tukang batu ini berasal dari kata atau bahasa Jawa/ Yogyakarta. Untuk lebih jelasnya mari kita kupas satu persatu;

 

Aneka bentuk cethok/ cetok
Aneka bentuk cethok/ cetok
Cethok dari samping kanan
Cethok dari samping kanan

Cethok/ cetok.

Cethok terbuat dari dua material yang berbeda, dari besi dan kayu, ada juga saat ini pengganti/alternatif kayu yakni dari plastik. Jika didefinisikan, Cethok adalah sebuah alat pertukangan yang berfungsi untuk menempatkan adonan (campuran semen & pasir) diantara batu, batu-bata batako maupun conblok pada saat membangun.

Cethok , seperti pada peralatan pada umumnya yakni terdiri dari dua bagian, mata dan gagang. Mata terbuat dari besi atau plat besi yang dibuat beragam bentuk sesuai kebutuhan, ada yang oval, segi tiga maupun segi empat. Dan gagangnya seperti kebanyakan gagang, seperti halnya pada pisau, atau sabit, hanya saja sedikit berdiameter lebih kecil. Bahan gagang lazimnya terbuat dari kayu, namun sekarang tersedia juga dari bahan plastik campuran karet. 

Itulah sedikit keterangan mengenai cethok, selanjutnya kita mengupas mengenai soulmatenya yakni;

 

Lepan, tampak dari atas
Lepan, tampak dari atas
Lepan, dari samping kanan
Lepan, dari samping kiri

Lepan

Lepan merupakan alat pertukangan untuk proses plester dinding/ tembok. Disamping juga merupakan alat bantu/transit meletakkan adonan sebelum diambil oleh cethok untuk direkatkan kedinding/ tembok. Lepan juga merupakan kata dari kosa kata bahasa Jawa/ Yogyakarta. Entah juga bahasa nasional nya apa dari alat ini.

Sepertinya, lepan merupakan kata alat dari sebuah kata kerja nglepo yang dalam bahasa jawa yang berarti plester (bahasa Indonesia).  Alat lepan juga terdiri dari dua bagian, mata dan gagang. Alat lepan lazimnya terbuat dari kayu, tapi ada juga yang terbuat dari plat besi dan bergagang plastik.

Lepan fungsi utamanya untuk plester dinding, yakni merekatkan adonan ke tembok, meratakan, & menghaluskan pada proses awal hingga akhir dalam memlester tembok/dinding.

Ukuran standar lepan adalah tebal mata 1 cm, panjang 30cm, lebar depan 8 cm, lebar belakang 12 cm (karena bentuknya dibuat mengerucut). Mudahnya lepan itu merupakan plat/ papan kayu yang diberi gagang/pegangan.

Well, demikianlah sedikit kupasan seputar dua alat pertukangan yang sangat vital dan dominan, semoga bermanfaat.

 

Advertisements