Miris Pembuangan Orok Bayi Di Jodog Pandak

Lokasi pembuangan orok bayi di jl. Jodog-Sedayu.

Lokasi pembuangan orok bayi di jl. Jodog-Sedayu.

Saat ini Bantul Selatan sedang gempar dengan kabar ada pembuangan orok bayi, dan yang membuat miris adalah disinyalir si pelaku masih berusia belia, menurut saksi, seumuran anak SMP. Kasus ini telah ditanggani (segera saat kejadian) oleh pihak kepolisian Bantul, dan bayi juga sudah dimakamkan dengan semestinya.

Lalu bagaimana kronologinya?

Berikut saya kutipkan postingan dari  Achmeda Stevan Vergara yang di postkan pada grup ICJ di facebook :

Kasus pembuangan orok bayi dengan cara ditimbun genteng disebuah bangunan kosong di bulak Jodog Gilangharjo Pandak Bantul benar-benar membuat orang bergidik. Bahkan dua pelaku yang tega berbuat keji itu ditengarai masih seusia anak SMP. Hingga kini polisi terus mengusut kasus pembuangan bayi berkelamin laki-laki tersebut.

Pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion AB….XT
Kronologi :
Berniat nongkrong habiskan waktu sore, tiga remaja tanggung asal Dusun Jodog, Desa Gilangharjo justru pergoki dua orang remaja misterius tengah memendam bayi di sebuah bangunan kosong yang ada di tepi sawah, tepatnya di kawasan Jl. Sedayu-Palbapang, Dusun Jodog, Gilangharjo.

Ketiga remaja tanggung itu masing-masing adalah Aura Faladela, 19, Yoga Novianto, 19, dan Bangun Surya, 18.
Saat ditemui di kediaman salah satu dari mereka, Jumat (23/9/2016) pagi, ketiga remaja itu menjelaskan, Kamis (22/9/2016), sekitar pukul 17.00 WIB, mereka sempat mencurigai adanya satu unit motor Yamaha Vixion merah terparkir di tepi jalan. Tak jauh dari motor itu, ada seorang remaja yang tengah berjaga.
Khawatir bangunan kosong itu disalahgunakan untuk aktivitas pesta minuman keras, Yoga Novianto pun mendatangi kedua remaja itu.

“Salah seorang dari mereka saya tanyai. Katanya cuma alasan mau makan dan buang air kecil saja,” kata Yoga.
Mendapatkan jawaban seperti itu, Yoga pun kembali ke dua kawannya. Tak lama, dua remaja mencurigakan itu pun bergegas meninggalkan lokasi bangunan yang sudah setahun lebih kosong setelah tak lagi digunakan sebagai rumah produksi nata de coco.
“Karena masih curiga, kami pun segera mendatangi bangunan itu,” timpal Aura Faladela.
Ternyata benar, ketika memeriksa seisi bangunan itu, perhatian mereka bertiga tertuju pada tumpukan bekas gergaji kayu di salah sudut bangunan itu. Di tumpukan gergaji itu ternyata ada sebuah bungkusan tas plastik hitam yang dipendam tak lebih sekitar 30 sentimeter saja.
“Saya curiga, akhirnya saya tarik keluar saja tas plastik itu. Awalnya saya curiga bungkusan itu berisi botol minuman keras. Ternyata begitu saya buka isinya adalah bayi yang masih berdarah segar. Dua kawan saya lalu mengejar dua remaja tadi, tapi sudah tak terkejar,” tandas Bangun.
Dijelaskan Bangun, ketika bungkusan itu dibukanya, bayi yang dalam kondisi tengkurap itu tampak tengah menindih 1 strip bungkus obat bermerk Gastrul Metrosol, satu sachet susu cokelat, serta beberapa lembar tissu berlumuran darah.
“Ini, Mas tissunya masih ada,” kata Bangun sambil menunjuk ke arah semak di sisi timur bangunan.
Terkait hal itu, Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan pihaknya kini tengah menyelidiki kasus tersebut. Selain itu, pihaknya pun telah mengejar pelaku.
“Kami terus lakukan pengembangan kasus ini,” katanya.

Begitulah kronologi dari berita yang menggemparkan ini. Semoga bisa menjadi pembelajaran buat kita semua.

Sumber ; disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s