Pengalaman Pertama : Jadi Fotografer Even MTB

Event Jogja Bike Fest 2016 #1

Event Jogja Bike Fest 2016 #1

Sebuah event jika mudah untuk dikenang kembali ya lewat media gambar, maka perlunya sebuah dokumentasi.

Seperti sebuah event pada hari Minggu kemarin, Klangon Fun Enduro Jogja Bike Fest 2016 #1, panitia mencari jasa fotografer untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut, dan sayapun tertarik untuk mengajukan diri, dan akhirnya ‘gayung-bersambut’ mungkin juga karena ada teman di situ juga, kami deal untuk bekerja sama, keuntungan bagi saya, dapat pengalaman plus fee yang cukup lah bagi saya, keuntungan bagi mereka terdokumentasikan acara mereka.

Singkat cerita tanpa perjanjian yang rumit, sebatas seperti obrolan teman akrab, 1 hari sebelum hari ‘H’ saya dan satu lagi seseorang sebagai fotografer diminta datang ke lokasi, guna cek spot/lokasi pengambilan foto dan sedikit penjelasan event/ breafing.

Ya namanya juga event MTB(Mountain bike) ya pasti berlokasi di gunung, dan ini dilereng gunung Merapi-Klangon. Dan juga event enduro, ya pasti rute dibuat sedemikian rupa, berkelok, naik-turun menyesuaikan medan, dan menantang adrenalin.

Namanya belum berpengalaman, saya ya cuma ngikut alur penjelasan dari sang koordinator. Bingung dan ga tau apa-apa sih, hanya ingat kata si koordinator, yang penting gambar obyek jelas, tidak nge-blur sudah cukup.

Sang koordinator menjelaskan dan membagikan titik-titik spot pada kami, yang katanya karena minimnya fotografer, maka zona spot-nya cukup banyak atau jauh. Untuk mengakali agar terlihat banyak spot dan tidak monoton di satu titik saja.

Dan sekitar 1jam hiking, melihat medan/lintasan yang dilalui oleh bikers, dan telah deal untuk spot saya dan rekan satunya. Dirasa cukup dan tinggal eksekusi di hari H, sebenarnya cukup panjang rutenya, cukup jauh, sekitar 15 Km, tapi dikarenakan minimnya fotografer tadi dan  katanya spot yang bagus ya di zona itu. jadi cukup di zona situ saja, yang penting berpindah tempat.

Well, walaupun sebenarnya masih bingung, yang penting yakin lh mampu…akhirnya waktu final destination tiba, Minggu jam setengah delapan pagi saya telah tiba di lokasi, di tenda ke-panitia-an, kru/teman yang satu yang kebetulan cewek tersebut (yang sedari kemarin didampingi suaminya), telah datang duluan, dia/mbaknya  yang ternyata seorang biker MTB, dan pernah ikut foto-foto, jadi lebih familiar bagi mbak nya tadi .

Menunggu acara di mulai sambil menikmati Puncak gunung Merapi, sembari menyeruput minuman coklat panas…hmmm nikmat…sambil mempelajari skedul waktu pelepasan peserta yang berjumlah sekitar 200 bikers.

Jam 09.30 acara dimulai, sayapun bergegas ke pos/titik spot yang telah ditentukan, yang jaraknya lumayan jauh sekitar 500 meter dari tenda panitia/titik start, kalo ga’ buru-buru bisa keduluan peserta nih, bisa lepas deh targetnya.  Mereka naik sepeda, ngebut lagi. Bener teman team tadi, yang berangkat duluan, yang mana doi  berjarak lumayan jauh sekitar 1km dari titik start.

Sampai lah di spot pertama, sedikit setting kamera. Yang sebenarnya saya ‘buta’ sih akan dunia fotografi ataupun kamera DSLR, cuma modal nekad saja untuk ambil job ini. Peserta pertama tiba, sayapun siap membidik, dan peserta mendekat dan jpret…jpret…jepret…,dan perlu mode move/gambar org berlari untuk obyek bergerak. Tapi di mode ini flash tidak fungsi, padahal pencahayaan saat itu kebetulan minim. Saya usahan target says ambil saat terdekat dari kamera, ya karena saya tanpa lensa tele.

Beberapa target telah ter foto,saya pindah lokasi, naik, viewnya saya rasa kurang begitu mengena’. Terus berjalan naik mencari spot yang ‘dapet’, sembari menengok kebelakang jika saja ada target/peserta yang mo lewat, karena jangan sampai ada yang lewat dan terlewatkan, ya maksimal sepuluh lolos tidak apa-apa, kata sang koordinator , tapi menurut saya sih,  kalo bisa semua tertangkap’ kamera kenapa tidak, ‘Its my self target , which be my proud’.

Kembali teringat kata koordinator, bahwa ada zona-zona dimana para bikers akan turun sepeda, dikala di zona tanjakan/up, ga lucu khan kalo di ambil gambar, dikala nuntun sepeda.

Jadi memang baiknya dihindari zona tersebut, pasti para biker juga tidak menginginkan di foto. Duh ternyata juga harus berlomba dengan para biker untuk sampai atas,sebisanya mendahului mereka, hingga berlari dalam tanjakan pun saya lakukan,  sebisa mungkin mendahului mereka, mencari spot yang oke, lalu ambil gambar mereka.

Mereka pun saat di foto cooperatif juga, mengambil sikap yang nice. , smile, walaupun ngos-ngosan, sehabis menanjak, tetap terlihat confident ,strong dan keep fight.

Sayapun berusaha sekuat tenaga mencari spot-spot yang berbeda, tanjakan, turunan, kelokan, beragam background. Hufff sampai ngos-ngosan dan keringetan juga, berpeluh-ria.

It’s hard wotk man……

Beragam ekspresi tertangkap kamera, kebanyakan juga mereka ucapkan terimakasih sehabis saya foto, itu memberi spirit tersendiri bagi saya, keep fight juga untuk aku.

Hasil bidikan saya

Hasil bidikan saya

Sesi pertama telah usai, puluhan bahkan ratusan biker telah tertangkap kamera, saatnya turun gunung, saat nya isoma siang. Setelah makan siang dan sholat, saya langsung kembali. Sebentar saja sayup-sayup terdengar dari panggung panitia melepas peserta, selang beberapa menit saja (10 menit), sampailah peserta di spot kedua saya. Ow iya setidaknya saya ambil 7 spot yang berbeda.

Kembali target datang kamera siap menghadang. Duh, gagal, hasil gelap……memakai lampu blitz/flash malah gelap, sembari terus berjalan ke atas menuju spot idola saya, tapi cuaca kurang bersahabat teman, gerimis mengundang eh gerimis turun maksudnya, untung ga lupa bawa mantel / jas hujan, atas saran koordinator sih. Benar saja semakin lama gerimis berubah menjadi hujan. What else…ya memakai mantel atas, sembari tetap menangkap/ mem foto target, eee hujan semakin deras, mana tidak ada tempat untuk berlindung dari hujan…khan ditengah hutan, ini juga telah diingatkan oleh koordinator, tetap bertahan di spot terbaik. Tetap berjuang membidik para bikers yang juga tetap semangat berlomba.

Oiya baru tau juga, kalau memakai lampu blitz atau flash saat hujan, maka akan berefek nge-blur atau timbulkan titik putih di hasil gambar, yang itu merupakan, tetesan atau butiran titik-titik hujan.

Ada titik air hujan yang tertangkap kamera karena menggunakan flash

Ada titik air hujan yang tertangkap kamera karena menggunakan flash

Hujan masih mendera, ada kebimbangan, antara tetap bertahan memfoto, atau turun saja, karena kasihan juga kameranya  terkena air,,,duh….walaupun berusaha keras untuk nenutupi, tapi minimnya penutup, kamera kena air juga.

Sementara peserta masih banyak dan muncul didepan mata, kalo tidak di ambil gambar kasihan juga mereka, moment langka terlewatkan begitu saja, dan ga enak juga dengan koordinator/panitia. Saya putuskan untuk tetap bertahan, ‘what ever will happen’. Alhamdulillah hujan mulai reda, sayapun mulai turun, sambil tetap memperhatikan jika saja ada biker yang akan lewat. Dan menghindari  zona yang tidak layak untuk di ambil gambar.

Saat turun bertemu marshall (kru lomba dilapangan), yang katanya masih ada sekitar 20 bikers lagi, oke deh siap, kebetulan spot sedikit menanjak, jadi kuatlah biker untuk menanjak, apalagi mungkin kalo kelas Master. Dan benar, sembari terus menyeka lensa, saya terus membidik peserta one by one hingga yang terakhir lewat.

Dan akhirnya selesai juga tugas berat yang menyenangkan ini, yach saya harap hasil nya sesuai ekpektasi dari koordinator maupun panitia, itulah the best yang saya usahakan.

Aksi biker dudepan kamera saya

Aksi biker didepan kamera saya

Advertisements

9 thoughts on “Pengalaman Pertama : Jadi Fotografer Even MTB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s