Pembuat Miras Oplosan ‘Maut’ Di Bantul Telah Tertangkap

IMG_7733%28FILEminimizer%29

Belum lama ini Bantul dibikin  heboh akan tewasnya beberapa orang setelah menenggak miras oplosan. (Beritanya bisa anda baca lagi disini.)

 Dan Jum’at kemarin (20/5) Polres Bantul mengumumkan telah berhasil menangkap pelaku pembuat miras oplosan tersebut yang ternyata ‘pemain lama’. Sebut saja ‘UD(48 th)‘ , begitu kasus mencuat, yang disinyalir sebagai dalang utama UD langsung diburu dan ditangkap oleh  Jajaran Reskrim Polres Bantul di sebuah penginapan Solo Jawa Tengah saat bersama teman perempuannya pada Kamis, 19  Mei 2016 pukul 01.00 WIB.

Tersangka UD tinggal di Kasongan, jalan Kudus No 7, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul yang dijadikan sebagai lokasi pembuatan miras oplosan dan menurut keterangan di KTP tercatat sebagai warga Caben Rt 02, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul.

UD dijerat 2 pasal yakni pasal 204 KUHP ayat I yang berbunyi ‘Barang siapa menjual, menawarkan, menerimakan, atau membagi-bagikan barang sedang diketahuinya bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan dan sifat yang berbahaya itu didiamkan dihukum penjara selama-lamanya lima belas tahun.

 

Pasal 204 ayat 2 berbunyi, kalau ada orang mati lantaran perbuatan itu si tersalah dihukum penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun’ dan atau Pasal 136 atau 137 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Menurut pengakuan UD di depan petugas, dari hasil olahan minuman oplosan tersebut selanjutnya didistribusikan ke wilayah Sewon, Banguntapan, dan Wilayah Yogyakarta.

 

Menurut pengakuan dari tersangka cara pembuatan minuman oplosan tersebut adalah campuran 5 galon mineral dengan 20  liter Etanol dan setengah bungkus pemanis buatan kemudian dimasukkan kedalam ember besar dan diaduk menggunakan gayung plastik, setelah itu dituangkan menggunakan porong ke dalam botol kemasan yang telah disiapkan. Dari sekali produksi menghasilkan 460 botol dengan 2 kali melakukan campuran. Sekali campuran menghasilkan kurang lebih 230 botol.

 

Menurut pengakuan tersangka UD, bahan Etanol dibeli dari seseorang di wilayah Solo Jawa Tengah. Kemudian untuk pemanis buatan serta air mineral dibeli di Toko Swalayan. Tersangka memproduksi sejak tahun 2014 dan menjual 1 botol kemasan minuman oplosan dengan harga Rp. 11.000. Keuntungan tersangka dalam sekali produksi sejumlah Rp. 2.000.000. Tersangka melakukan produksi dalam waktu seminggu sekali.

 

(Sumber : Bag Humas Polres Bantul)

Advertisements

4 thoughts on “Pembuat Miras Oplosan ‘Maut’ Di Bantul Telah Tertangkap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s