JIFFINA 2016
JIFFINA 2016

Pagi ini-Minggu (13/03), telah dibuka sebuah pameran mebel dan kerajinan yang begitu besar berskala Internasional yakni Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2016 di JEC(Jogja Expo Center) Yogyakarta.

Dibuka oleh Gubernur DIY, Bpk Sri Sultan HB X, di room lantai 2 JEC, dengan acara pembukaan yang begitu apik yang dimeriahkan oleh beberapa tampilan akustik menggunakan ornamen furniture dan juga tarian etnik dengan media kursi diiringi musik etnik dari sekolah seni ISSI Jogjakarta.

Dan ternyata kursi menjadi gambar tema di JIFFINA 2016 yang digelar selama 4 hari mulai hari ini atau tanggal 13-26Maret. JIFFINA merupakan pameran terbesar setelah MEA di Yogyakarta, yang diikuti oleh hampir seratus peserta yang datang dari Jawa-Bali, dan menampilkan Produk mebel dan kerajinan terbarunya, yaitu trend 2016-2017.

Dr. Timbul Raharjo selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan, “Panitia telah mengundang para pembeli dari macanegara sebanyak hampir 3000 pembeli, dan 1000 pembeli dari luar negeri tersebut menyatakan kesanggupannya akan datang. Disamping juga panitia telah mengundang para pembeli dari dalam negeri, dalam pembuatan barang mebel dan aksesoris ruang dalam sebagai partner project, juga para pedagang mebel dan kerajinan dari beberapa kota di Indonesia.”

“Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali adalah wilayah basis UMKM dalam bidang mebel dan kerajinan, sehingga penyelenggaraan pameran JIFFINA 2016 menjadi penting karena aka memberikan akses yang efektif dan efisien dari sisi harga ekonomi. Apalagi kota Yogyakarta sebagai kota budaya, pelajar dan disini banyak bercokol para kreator yang jumlahnya hampir 7000 orang, otomatis memberi dampak sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia. ” Tambah Dr. Timbul Raharjo

“Pameran JIFFINA 2016 terselenggara atas inisiasi bersama para anggota Asmindo Jawa-Bali : Soloraya, Klaten, Jadebotabek, Jakarta Timur, Purworejo, Bali dan Yogyakarta. Dengan pamerann ini di harapakan menjadi semangat bedama untuk memajukan san menumbuh-kembangkan Usaha Makro Kecil dan Menegah (UMKM) di bidang mebel dan kerajinan, yakni mendekatkan mereka pada pasar.” Jelas Dr. Timbul R.

 

Advertisements