Menjelang Gerhana Matahari, Yang Muslim Di Sunatkan Sholat Gerhana

Ilustrasi gerhana matahari

Ilustrasi gerhana matahari

Besuk pagi (9/3) di wilayah kita Di kepulauan nusantara Indonesia, Insya ALLAH akan terjadi suatu fenomena alam yang luar biasa yakni Gerhana Matahari Total(GMT), seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, yang bisa anda baca lagi silahkan klik disini.

Nah bagi teman-teman, sanak saudara hadai taulan yang muslim bila tidak berkepentingan apa-apa , maka saya sarankan mengerjakan sholat Khusuf/sholat gerhana saja,dan perlu diketahui bahwa hukum mengerjakan sholat ini adalah sunnat, jika dikerjakan akan mendapatkan pahala, jikatidak dikerjakan tidak mengapa/tida berdosa.

Jika ingin mengerjakan bisa sendiri-sendiri, namun alangkah baiknya dilakukan secara berjama’ah. Dan saat ini pastinya takmir2 masjid di sekitar anda sudah mengumumkan akan diadakannya/diselenggarakan sholat Khusuf/Gerhana berjamaah, jadi anda tinggal datang saja ke masjid.

Pelaksanaan sholat Gerhana besuk pagi dilakukan pada saat gerhana itu terjadi, ya sekitar pukul 06-07 pagi (silahkan lihat jadwal seusai wilayah anda masing2 yach…!), dan rangkaian sholat gerhana sama halnya sholat Ied ataupun sholat Jum’at yakni sehabis sholat ada khutbahnya.

Untuk prosesi sholatnyamemang sedikit berbeda, dari sholat pada umumnya, sholat gerhana/Khusuf dilakukan dua rokaat dan setiap rokaat ada dua kali takbiratul ihram/ membaca sura al farihaah dan surat piliha dari Al Qur’an da dua kai rukuk, berikut penjelasannya :

tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut:

[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11] Tasyahud.

[12] Salam.

[13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dll (sumber : rumaysho.com )

Atau biaa kita lihat ilustraai gambar berikut :

IMG-20160308-WA0000

Oiya bagi kaum wanita pun boleh mengikuti sholat gerhana berjamaah bersama kaum pria.

Selamat menantikan Gerhana Matahari Total…!!!

 

Advertisements

2 thoughts on “Menjelang Gerhana Matahari, Yang Muslim Di Sunatkan Sholat Gerhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s