Awal beberapa waktu lalu ada yang kasih statement tentang lampu utama/lampu depan pada All new Cb 150 R Street Fire silau, ya karena belum melihat sendiri ya diem-diem saja. Eee tadi sore dimana kondisi masih terang walau waktu sudah masuk petang.

Berpapasan dengan sebuah motor yang lampu depannya…hadeww…kayak melihat matahari langsung silau bianget…mencoba sedikit mengalihkan pandangan beberapa senti, dan saat tepat berpapasan mulailah melirik dan memastikan motor apa gerangan dengan lampu matahari tersebut.

Dan ternyata Honda CB 150R SF terbaru, yang seperti  ini loh

Tampak depan Honda All New CB 150R Street Fire
Tampak depan Honda All New CB 150R Street Fire

Lalu dengan perasaan banyak jengkel karena mata jadi sakit silau, bertanya-tanya ada tidak sih pengaturan atau standarisasi masalah lampu depan sepeda motor? Setelah cari-cari tau, ee ternyata ada pasal yag mengatur tentang lampu pada kendaraan=sepedamotor.

Tapi ternyata pasal-pasal tersebut hanya mengatur tentang penempatan lampu, jumlah serta warna lampu, tidak tentang silau-menyilaukan man..!!

Berikut Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah Penerapan Menyalakan Lampu pada siang hari bagi Sepeda motor.
Berkaitan dengan hal tersebut tidak ada salahnya kita kupas sedikit standar teknis lampu pada Sepeda motor antara lain sebagai berikut :

Pasal 24
(2) Untuk Sepeda Motor harus dilengkapi dengan lampu utama dekat dan lampu utama jauh paling banyak dua buah dan dapat memancarkan cahaya paling sedikit 40 (empat puluh) meter ke arah depan untuk lampu utama dekat dan 100 (seratus) meter ke arah depan untuk lampu utama jauh.
(3) Apabila Sepeda Motor dilengkapi lebih dari 1 (satu) lampu utama dekat maka lampu utama dekat harus dipasang berdekatan.

Pasal 25
(2) Lampu penunjuk arah untuk Sepeda Motor dipasang secara berpasangan di bagian depan dan bagian belakang Sepeda Motor, sejajar di sisi kiri dan kanan.
Contoh gambar :

Pasal 26
(3) Untuk Sepeda Motor lampu rem harus dipasang paling banyak 2 (dua) buah pada bagian belakang.

Pasal 27
(2) Untuk Sepeda Motor apabila mempunyai 2 (dua) lampu posisi depan, harus dipasang berdekatan.

Pasal 28
(2) Lampu posisi belakang untuk Sepeda Motor berjumlah paling banyak 2 (dua) buah.

Pasal 33
(4) Untuk Sepeda Motor dilarang menggunakan alat pemantul cahaya berbentuk segitiga.

Nah terus bagaimana bila tidak ada payung hukum tentang hal ini? Akankah ada perhatian dari pihak pabrikan?

Maaf tulisan saya bukan bermaksud mendiskreditkan merk Honda, karena pada kenyataannya memang begitu, ya harapannya bisa diadakan perbaikan.

Advertisements