Ternyata Dulu Ada Pabrik Gula Di Pundong, Ini Nih Literatur-nya

Foto Berita

Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Pundong dibangun di bekas Pabrik Gula Pundong.

Gula sepertinya menjadi satu komoditas, disamping utamanya merupakan satu keperluan yang tidak bisa kita pisahkan dalam kebutuhan hidup, yang kita konsumsi untuk  tubuh kita sehari-hari. Untuk pemanis minuman makanan. Maka dari itu sejak jaman dahulu, sejak  jaman kita belum merdeka, yakni  jaman Kolonial Belanda terdapat banyak pabrik gula, terlebih diwilayah Bantul. Hingga sekarangpun masih ada satu pabrik yang masih beroperasi yakni Pabrik Gula Madukismo, yang berada di wilayah Kasihan Bantul.

Selain Madukismo, saya pernah dengar ada juga pabrik gula di wilayah desa Wijirejo Pandak Bantul, ya walaupun saat ini hanya tinggal puing-puing fondasinya saja.

Dan ternyata ada lagi sebuah pabrik gula yang berada di wilayah kecamatan Pundong.

Menurut literatur, sejak jaman Kolonial Belanda wilayah Pundong dijadikan daerah perkembangan dibidang pertanian. Di akhir abad ke 18 pun Belanda membuat sebuah pebrik gula disana yang dibei nama Pabrik Gula Pundong. Fasilitas pendukungnya turut serta dibangun, yakni jalur rel kereta, stasiun dan terminal. Pundong merupakan daerah pemberhentian terakhir jalur rel yang ada di kawasan Bantul karang (sekarang Kabupaten Bantul).

Rumahrumah pejabat  Belanda  juga banyak di buat pada abad itu seperti di kawasan pinggir pabrik gula (sekarang SMA N 1 Pundong), kawasan perempatan pundong (sekarang KUD Tani Rejo) dan timur Pasar Pundong yang berupa gudang garam (Sekarang menjadi rumah pribadi). Hanya bertahan kurang dari 100 tahun di Abad 19 pabrik gula milik Belanda ini mengalami kebangkrutan. Akhirnya seluruh fasilitas tidak digunakan lagi.

Pada zaman penjajahan Jepang, Rel kereta banyak yang di pindahkan ke Thailand untuk digunakan sebagai besi penopang jembatan. Akhir abad 19 Pundong dilanda banjir besar akibat luapan Sungai Opak, akibatnya ribuan rumah terendam banjir dan rusak. Pada Saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX merencanakan pembuatan tanggul raksasa di pinggir Sungai opak. Sejak tanggul selesai dikerjakan, kawasan pundong terbebas dari banjir.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Kasultanan Yogyakarta melebur dengan NKRI Hal tersebut membuat kawasan tersebut harus dibagi menjadi kabupaten, kecamatan dan desa. Awalnya Kecamatan Pundong dan Kretek menjadi kecamatan baru bernama Kecamatan Kretek, namun pada masa orde baru, daerah Pundong memisahkan diri dari Kecamatan Kretek dan membentuk wilayah sendiri yakni Kecamatan Pundong.

Pada tahun 2006, tepatnya tanggal 27 Mei 2006. Yogyakarta  dan sekitar diguncang gempa berkekuatan 6,2 sekala richter. Salah satu daerah terparah dilanda gempa adalah Pundong. Ribuan nyawa melayang serta hampir seluruh rumah di wilayah ini rusak berat dan rata dengan tanah. Hal ini akibat dari rapuhnya tanah di bawah Pundong serta berdekatan dengan sesar Opak. Rehabilitasi pasca gempa membutuhkan waktu sampai 2 tahun. Tahun 2008, dan di bekas pabrik gula tersebut, didirikanlah Pusat/ Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabelitas (BRTPD) Pundong.

Demikianlah sedkit sejarah mengenai sebuah Pabrik Gula Pundong, semoga bermanfaat.

 

sumber : Pemkab Bantul.

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Ternyata Dulu Ada Pabrik Gula Di Pundong, Ini Nih Literatur-nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s