Saat Yuyun berkreasi membuat kue kering batik (Harminanto-krjogja)

Kreatifitas warga Jogja memang engga ada habisnya, dalam bidang apapun, tak terkecuali di bidang panganan/kuliner. Kali ini sebuah inovasi yang begitu unik, yakni aplikasi batik pada kue.

Dialah Nur Wahyudi (40) atau yang kerap disapa Yuyun, pencetus ide membuat kue kering bermotif batik yang baru pertama kali ada di Yogyakarta. Jika biasanya kue kering hanya enak dirasa saja, namun kue batik ini cukup berbeda. Secara visual, kue yang pertama kali diproduksi pada bulan Desember 2015 terlihat menarik dipandang karena memiliki motif batik.
Dan gambar motif batik pun sengaja dibuat sama dengan batik khas Yogyakarta, yakni motif yakni Kawung, Parang Rusak dan Truntum, untu sementara baru tiga motif tersebut.

Kue kering batik yang baru pertama kali ada ini mendapat respon baik dari wisatawan di sepanjang libur panjang akhir tahun 2015. Tak kurang 425 box habis terjual saat dititipkan di gerai oleh-oleh bakpia di Kota Yogyakarta.

Sedangkan lokasi pembuatannya ada di  kawasan Karangkajen. Karena masih mengalami keterbatasan pada tenaga kerja maka dirasa Yuyun belum bisa optimal dalam memproduksinya. disamping itu juga proses pembuatan kue batik ini terbilang tak mudah. Keahlian membatik dan nilai seni menjadi tantangan tersendiri dalam pembuatan kue batik.

Untuk ide yang terbilang unik ini muncul saat dicetuskannya Yogyakarta sebagai kota batik dunia pada 2 November 2015 lalu. Awalnya, Yuyun tak menciptakan kue kering seperti yang saat ini diproduksi namun kue basah yang ternyata tak tahan lama. Kemudian dia berpikir untuk menciptakan oleh-oleh yang tahan lama, maka Yuyun mulai beksperimen lagi hingga akhirnya tercipta kue kering yang tahan hingga enam bulan.

Kue kering batik buatan Yuyun sempat mendapatkan juara pertama dalam lomba oleh-oleh khas Yogyakarta yang digelar Disperindakop DIY November 2015.

Kue kering ini juga menggunakan bahan-bahan lokal seperti tepung singkong dan santan kelapa.

Untuk harga satu box berisi 18 buah kue batik dijual Yuyun dengan harga Rp 25 ribu. Liburan akhir tahun kemarin, ia bersama suami berhasil menjual 600 box kue batik Jogja.

 

sumber : krjogja.com

Advertisements