Uniknya Roda Torpedo Sepeda

Menurut saya sepeda itu berasal dari Belanda bisa juga dari China, karena sepanjang sepengetahuan saya awalnyaada dua jenis model sepeda. yakni sepeda klasik buatan England, Holand, yakni merk yang paling terkenal Gaselle, Batavus maupun Simplex, kesemua merk ini menyediakan untuk kaum pria dan wanita yang postur sepedanya identik tinggi-tinggi, bahkan untuk sepeda lelaki ada 3 tingkatan ketinggiannya.

Dan yang ada di masa selanjutnya sekitar tahun 60/70’an ada sepeda yang merupakan buatan dari RRT China yang dikenal di masyarakat dengan sebutan sepeda jengki, postur sepeda tidaklah terlalu tinggi, di buat juga untuk kaum pria dan wanita. Merk Phoenix lah yang paling terkenal dan bisa jadi menjadi satu-satunya merk sepeda jengki.

Itulah dua model awal sepeda di wilayah saya, yang mungkin juga di wilayah seluruh nusantara. Dan untuk waktu selanjutnya banyaklah orang-orang bengkel kita yang meniru membuat dari kedua jenis sepeda ini.

Untuk teknologi kedua jenis sepeda import ini memang telah ada, di speda klasik buatan Eropa(England, Holand) sudah ada semacam perpindahan gigi yang bisa diatur, seperti sepeda balap itu, namun bila pada sepeda balap pengaturan gigi ada di luar dan di depan serta gear belakang, namun di sepeda klasik buatan Eropa ada di dalam silinder poros hub./tengah roda. Untuk pengaturan perpindahan gigi/persneling ada persamaan yakni di taruh di bagian kemudi/setang.

Untuk buatan China ada yang dinamakan dengan terpedo, namun teknologi ini bukan untuk pengatur gigi, akan tetapi sebuah teknologi pengereman yang diaplikasikan pada poros tengah roda/hub sepeda roda belakang.

Terpedo/torpedo begitu unik, didalam nya ditanam/diaplikasikan sebuah rem. Dengan menggunakan terpedo, maka sepeda  bisa dikatakan tanpa alat pengereman tangan. tanpa handle rem di setang, tanpa kabel/kawat rem serta tanpa kampas rem yang terlihat.

Cara kerja terpedo seperti layaknya poros Hub. (atau almarhum ayah saya menyebutnya boss) yakni sebagai dudukan gear belakang, juga dudukan ruji yang menghubungkan velg. Fungsinya juga mengantar roda belakang berputar mengikuti putaran gear depan yang kita kayuh. Namun uniknya, bilamana pedal ditekan ke arah sebaliknya/ke arah belakang maka akan menghentikan laju sepeda/laju roda belakang, seperti halnya sebuah pengereman.

Jadi  di dalam silinder terpedo ada beberapa rangkaian/perangkat yang mana bisa sebagai pengangkat yang berfungsi sebagai untuk memutar roda, juga adanya perangkat yang berfungsi menghentikan /mengerem. Dan rangkaian dididalam silinder terpedo ada yang namanya konis besar, rem, angkatan dan beberapa rangkaian gotri/bola baja, piringan gear, as konis kecil, dan gotri unik berbentuk silinder.

Sekali lagi kinerja unik dari terpedo adalah saat gear belakang diputar balik maka akan menghentikan dan mengembangkan tabung rem dan menekan silider terpedo maka berhentilah poros terpedo tersebut. Atau mudahnya saat kaki menekan pedal ke arah belakang dengan  gaya hentak, maka roda belakang akan berhenti  berputar. Untuk tingkat kepakeman bisa diatur tergantung kemauan, dan bisa mencapai tingkat kepakeman 100%.

Sungguh hebatnya si pencipta poros/hub/ boss terpedo ini, hemat perangkat rem pastinya. namun begitu dengan penggunaan yang kontinyu, maka perangkat didalam terpedo akan mengalami keausan maupun mengalami kerusakan juga, dan anda tidak perlu khawatir karena sparepart/sukucadang/onderdil terpedo tersedia banyak di toko onderdil sepeda.

Dan terpedo bisa di aplikasikan/ digunakan untuk segala macam dan jenis sepeda, baik  dari sepeda kecil hingga sepeda besar, untuk sepeda BMX juga oke loh…!!!

Nama-nama bagian dari terpedo

Nama-nama bagian dari terpedo

 

Terpedo di pasang pada roda sepeda BMX

Terpedo di pasang pada roda sepeda BMX

 

29 thoughts on “Uniknya Roda Torpedo Sepeda

    • Bisa diperbaiki, komponen rem mungkin aus, untuk memastikan perlu dibongkar, jika ketersediaan komponen torpedo ada, kerusakan bisa diperbaiki, terkadang bisa di akali juga dengan perbaikan komponen.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s