Destinasi Baru Di Imogiri, Embung Selopamioro

Embung Selopamioro Imogiri Bantul

Embung Selopamioro Imogiri Bantul

Jika ditilik dari sisi Geografis, wilayah Imogiri seakan berada di sisi ‘Kiri’ atau seakan tersisihkan dari peta Bantul (jika kita menhadap ke Selatan), namun  ternyata wilayah Imgiri kaya akan tempat-tempat eksotis. Semisal sawah Terasiring di desa Sriharjo, makam-Raja di Pajimatan, makam Banyusumurup, desa wisata Kebonagung, Bendungan Tegal, da masih banyak lagi.

Dan ini ada yang masih anget-baru saja dibangun, dan belum diresmikan  ialah embung Selopamioro. Terletak di dusun Lanteng 1 desa Selopamioro, embung atau sebuah penampungan air atau merupakan bendungan inidi bangun menampung aliran air dari atas bukit. Dari pembangunan yang harus melakukan pembebasan tanah milik warga, saat ini baru saja selesai pengerjaannya yang memakan waktu sekitar 6 bulan lamanya.

Budget yang dikeluarkan untuk embung ini sebesar Rp. 4.849.550.000 menggunakan dana APBD 2015 dikerjakan selama  6 bulan tertanggal 6/Apr/15 – 21/Oct/15.

Embung ini mampu menampung air sekitar 9.317.000 M³, saya belum memperoleh angka yang pasti. Nantinya berfungsi bukan sekedar menampung aliran air saja, akan tetapi di harapkan menjadi destinasi wisata di desa Selopamioro, yang mana salah satunya akan menjadi tempat pemancingan. Warga sekitarpun seakan seirama akan hal ini yang mana ada rencana akan membangun sebuah wahana air atau semisal kolam renang untuk anak.

Untuk menuju kesana kita bisa melewati dua arah yang berbeda, yakni dari Pajimatan atau Siluk.

Memang yang paling mudah ialah dari Siluk, dimana kita tinggal masuk ke jalan desa di depan SMP 3 Selopamioro, masuk ke Timur, sekitar 500 meter, ada TK?Masjid lalu masuk ke Kanan?arah Selatan, dan menuju arah Tenggara, sekitar 300 meter maka sampailah kita di Embung Selopaioro, Jika kita dari makam raja Imogiri maka kita ke arah barat sekitar 300 meter ada pertigaan ke Kiri/arah Selatan , 200 meter kedepan ada pertigaan (jika ke kiri ke arah mangunan) terus lurus saja ke arah selatan, sekitar 3 kilometer masuk jalan ke timur menuju dusun Sompok kedung miri-Wunut, terus mengikuti jalan aspal tersebut sekitar 1 km kita akan melewati Sawah Terasiring (sisi Utara/kiri jalan) terus saja hingga terlihat Jembatan Kuning Jembatan kuning dan kita menyeberangnya, ow iya jika kita berkendaraan roda empat atau lebih maka kita tidak bisa melewati jalur ini, karena menyeberangi jembataan gantung tersebut yang smpit tersebut, setelah menyeberang kita ke arah Barat/ Kanan terus lurus dan berkelok sekitar 2 km sampailah di TK /masjid dusun Lanteng 1 di Utara /Kanan jalan, lalu masuk ke Selatan /Kiri, menuju ke arah Tenggara sekitar 300meter maka sampailah kita di Embung Selopamioro.

Berada di kaki bukit diantara celah yang ada mata air yang masih mengalir seduikit air tersebut Embung Selopaioro berada, memberi kesan lebih ‘hidup’ bagi warga sekitarnya.

Disana kita bisa berleha-leha /duduk-duduk santai di pendapanya, bisa juga berjalan-jalan di sekitanya atau menaiki bukit sekitarnya, atau nantinya kita bisa memancing ikan.

Dan berikut beberapa sudut pandang Embung Selopamioro yang berhasil saya abadikan;

Hulu aliran air Embung Selopamioro

Hulu aliran air Embung Selopamioro

Embung Selopamioro dari Timur Laut

Embung Selopamioro dari Timur Laut

Pendapa Di Embung Selopamioro

Pendapa Di Embung Selopamioro

Kedalaman Embung Selopamioro

Kedalaman Embung Selopamioro

Aliran keluar air Embung Selopamioro

Aliran keluar air Embung Selopamioro

Embung Selopamioro dari Selatan

Embung Selopamioro dari Selatan

Embung Selopamioro dari Selatan

Embung Selopamioro dari Selatan

Well, semoga Embung Selopamioro ini menjadi destinasi wisata anda saat berada di Bantul.

….

….

 

 

 

Lakalantas Motor Vs Kambing Di Sedayu Bantul

Duh kasian si kambing (lihat anak panah merah) yang ga segera di bawa ke UGD.

Sempat tertawa tipis membaca berita kecelakaan lalu-lintas kali ini yakni antara kambing dengan motor, atau motor dengan kambing, loh mengapa dibolak-balik??? Ya karena terkadang kebaanyakan si hewan yang menabrak kita…

Ini terjadi di hari Jum,at kemarin (20/11),  yakni antara sepeda motor Honda No. Pol AB-4353-DK dengan hewan Kambing di jalan Pedes Godean Sedayu, pada pukul 11 siang.

Kanit Lantas Polsek Sedayu Iptu Agus Samiyo menjelaskan, “awalnya, Honda No. Pol AB-4353-DK melaju dari arah utara menuju selatan, sesampainya di TKP tiba tiba ada kambing lari menyeberang jalan. Karena jarak sudah terlalu dekat akhirnya terjadi kecelakaan. Yang mengakibatkan pengendara sepeda motor Rizki (17 tahun) pelajar warga Ngebel, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul mengalami luka lecet, sedangkan si Kambing milik warga setempat mengalami patah kaki ,” jelas Kanit Lantas.

Atas kejadian tersebut pemilik kambing ngotot minta ganti rugi kepada Rizki. Sedangkan Rizki bersikukuh tidak mau ganti rugi karena dirinya merasa tidak bersalah.

Untuk mengansipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, selanjutnya Kanit Lantas mengajak keduanya untuk musyawarah meyelesaikan masalah tersebut dengan baik baik.

Setelah Kanit Lantas memberikan penjelasan tentang hak dan kewajiban antara pengembala kambing dan pemakai jalan, pada akhirnya pemilik kambing menyadari kelalainya serta iklas tidak jadi minta ganti rugi.

Musyawarah berakhir dengan damai situasi dalam keadaan aman tertib.

Buat pengalaman bagi kita semua agar waspada akan hewan yang ada di pinggir jalan., karena kebanyakan kita malah yang ditabrak hewan tersebut.

(sumber : humas Polres Bantul – Sihumas Polsek Sedayu)