Ini Analisis Penyebab Gempa Bumi di Barat Daya Bantul

Rabu petang kemarin lusa(11 November 2015) saya dan warga Bantul-Jogja merasakan guncangan gempa yang cukup kuat, dengan durasi yang lebih dari 10 detik gerakan kearah Selatan-Utara yang masih menyisakan goyangan pada lampu-lampu yang tergantung selama lebih dari 1 menit , ternyata benar adanya, setelah mendapatkan info gempa di pukul 18;50 WIB tersebut berkekuatan 5,6 SR, dan berdurasi sekitar 20 detik, dan pusat gempa berada di 120Km Barat Daya (Barat-Selatan) Bantul, pada kedalaman 10Km.

Menurut pengamatan saya selepas gempa besar  yang melanda Bantul-Yogyakarta 2006 silam sepertinya Bantul sering mengalami gempa, jadi mau enggak mau siap enggak siap kita selalu waspada dan siaga untuk menghadapinya, yang mana kita mesti melakuakn tindakan-tindakan mengindari dampak gempa-antisipasi sebelum,sesaat dan setelah Gempa bisa  anda baca silahkan klik disini) ya sebagai manusia boleh berusaha untuk tetap bertahan hidup dan tidak menyerah.

Untuk lebih mengenal  akan gempa, berikut analisis Badan Geologi Kementerian ESDM terkait terjadinya gempa bumi di Barat daya Bantul, Yogyakarta.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG, USGS-Amerika Serikat dan GFZ-Jerman sebagai berikut penjelasannya dikutip dari www.vsi.esdm.go.id.

Pusat gempa bumi berada di laut, dengan jarak 120 km Baratd aya Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kejadian gempabumi diperkirakan melanda wilayah pantai selatan Provinsi DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Wilayah pantai tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen, batuan gunungapi,

Selain itu terdiri dari batuan beku, batuan malihan dan bancuh serta di sebelah utaranya disusun oleh endapan berumur kuarter.

Goncangan gempa-bumi akan terasa pada batuan endapan kuarter dan batuan tersier terlapukkan yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempabumi.

Dampak gempa bumi Menurut BNPB, gempabumi terasa keras di daerah-daerah selatan Provinsi Yogyakarta.

Berdasarkan Intensitas gempabumi terasa, gempa ini dirasakan sebesar IV MMI (di Bantul, Yogyakarta, Klaten, Kebumen, Purworejo).

III MMI (di Cilacap dan Temanggung) serta II MMI di Bandung. Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan mengenai kerusakan dan korban yang ditimbulkan oleh gempabumi ini.

Penyebab gempa bumi, berdasarkan posisi dan kedalamannya, kejadian gempabumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia. Gempabumi ini memiliki mekanisme patahan normal.

Saran untuk warga, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD.

Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.

Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya energinya semakin mengecil.

Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempabumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk menimbulkan deformasi di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

sumber ; tribunjogja.com

Advertisements