BPJS Kesehatan Serahkan Keputusan Kepada Pemerintah Terkait Fatwa MUI

logo BPJS Kesehatan

logo BPJS Kesehatan

Hati terasa ‘Mak jleb’ mendengar akan Fatwa MUI yang menghukumi BPJS Kesehatan dengan hukuman tidak sesuai dengan syariat Islam. Dan saya memandang para ulama juga penuh dengan pemikiran/ijtihat,dan ijma’ sehingga memberi label ‘begitu’ pada BPJS-Kesehatan. Ya tidak mengapa, semoga akan ada perubahan di tubuh BPJS untuk bisa sesuai dengan ajaran lepas dari nsur gharar, maisir dan riba.

Berikut keterangan dari BPJS kesehatan mengenai hal ini yang saya lansir dari http://www.tribunjogja.com

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan tidak dalam kapasitas menyatakan menerima atau menolak fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. MUI menyatakan, BPJS Kesehatan tak sesuai syariah Islam.

BPJS Kesehatan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah apakah akan memenuhi keinginan MUI untuk membentuk BPJS syariah atau tidak.

Kepala Tim Komunikasi BPJS Ikhsan mengatakan, pemerintah adalah regulator yang bisa mengubah peraturan terkait BPJS. Sementara, BPJS, kata dia, selama ini hanya menjalankan regulasi yang sudah disusun oleh pemerintah bersama DPR.

“Jadi rekomendasi MUI ini sebenarnya lebih ditujukan kepada pemerintah, ya pemerintah yang menjawab,” kata Ikhsan.

Jika memang ada revisi peraturan untuk menjalankan BPJS sesuai syariah islam, Ikhsan menegaskan, BPJS siap menjalankannya.

“Kami selalu akan bekerja sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan yang ada,” kata Ikhsan.

Dalam waktu dekat BPJS akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah ulama untuk membahas lebih dalam mengenai ketentuan yang ada dalam syariah Islam.

“Setelah audiensi itu mungkin bisa kami jelaskan lebih terang lagi hal ini ke masyarakat,” ujarnya.

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin membenarkan adanya fatwa yang menyatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak sesuai syariah Islam. Fatwa tersebut keputusan ijtima atau forum pertemuan Komisi Fatwa MUI di Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah Cikura, Bojong, Tegal, Jawa Tengah, pada Juni 2015 lalu.

“Fatwa BPJS itu sudah keputusan ijtima di Tegal,” kata Ma’ruf, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/7/2015) malam.

Ma’ruf mengungkapkan, forum tersebut dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam forum itu, hadir anggota Komisi Fatwa MUI dari seluruh Indonesia. Dengan adanya fatwa ini, Komisi Fatwa MUI mendorong pemerintah membuat sis­tem BPJS Kesehatan agar sesuai dengan prinsip syar­iah.

Fatwa MUI tentang BPJS Kesehatan yang tidak sesuai syariah muncul karena kebijakan tersebut dinilai mengandung unsur gharar, maisir dan riba. Alasan lainnya, kepesertaan BPJS Kesehatan juga dianggap tidak adil karena masih membedakan latar belakang peserta.

Akhirnya saya berharap dan berdoa, semoga akan ada pembenahan di badan penyelenggaraan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia tersebut sehingga sesuai dengan syariat Islam.

Jadwal Samsat Keliling Kota Yogyakarta 30 Juli – 3 Agustus 2015

Bus Samsat Keliling Yogyakarta

Bus Samsat Keliling Yogyakarta

Samsat keliling Kota Yogyakarta selama bulan Juli dilayani mulai pukul 09.00 hingga 12.00. Berikut jadwal layanan Samsat Keliling dalam minggu ini :

Kamis (30/7) : Balai Kota Yogyakarta
Jumat (31/7) : Gembiraloka
Senin (1/8) : Purawisata / THR
Selasa (2/8) : Pura Pakualaman
Rabu (3/8) : XT Square Yogyakarta

Adapun dokumen-dokumen yang harus disiapkan, antara lain :
1. STNK asli dan fotokopinya
2. BPKB asli dan fotokopinya
3. KTP asli dan fotokopinya
4. Notis pajak tahun lalu. (*)

DPPKA DIY
sumber : tribunjogja.com

Mengenal Lebih Dekat Dengan ‘Aziz Bachtiar Cendekiawan’ Juara 1 “Dimas Bantul 2015”

Aziz dalam album Finalis Dimas-Diajeng Bantul 2015

Aziz dalam album Finalis Dimas-Diajeng Bantul 2015

Sabtu (24/7/2015) malam merupakan tonggak sejarah baru bagi dimas ‘Aziz’ panggilan akrab dari Aziz Bachtiar Cendekiawan, dimana malam itu dia dinobatkan menjadi Dimas atau putera Bantul 2015 bersama Dias Rianingtyas sebagai pasangan Putera-Puteri Dimas-Diajeng Bantul 2015 , ya malam itu merupakan malam Grand Final atau malam penentuan juara dari ajang pemilihan Putera-puteri Dimas-Diajeng Bantul 2015.

Menjadi pemuda nomor satu se-Kabupaten Bantul (baca Juara I Dimas Bantul 2015) tidaklah mudah diraih oleh Aziz, yang mana berhasil menyisihkan 14 pemuda lainnya. Setidaknya ada beberapa tahapan yang harus Aziz lalui, mulai dari pendaftaran, tes tertulis, seleksi 1, seleksi 2, Pemotretan, Field program, Karantina dan Grand Final.

Anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan bapak Hery Sutrisno dan Ibu Amirotun Sholikhah ini memanglah pantas untuk menjuarai ajang ini, dimana seperti yang di katakan oleh Bupati Bantul Ibu Hj. Sri Surya Widati, yang mana sosok Putra-Putri Dimas-Diajeng Bantul yang berpengetahuan luas, lebih dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat dan berbagai kalangan. Karena sosok tersebut memiliki kemampuan dalam hal komunikasi, ‘net-working’ serta kepribadian yang akan mampu menarik perhatian yang pada akhirnya mampu menggulirkan pesan serta memberikan pemahaman atas suatu kebijakan pemerintah dalam berkompetisi unutk menggali, menghargai, memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal beserta keindahan alamnya. Maka sesuailah dengan nama dan pribadi dari Aziz Bachtiar Cendekiawan (cendekiawan yang berarti pandai).

Saat ini dimas Aziz masih terbilang sebagai mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakata Jurusan Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relations, “Kebetulan juga pas proses pemilihan dimas-diajeng Bantul saya sedang skripsi dan Insyaallah bisa wisuda besok tanggal 9 agustus 2015. “

Dimas Aziz menambahkan , “Motivasi ikut Dimas-Diajeng Bantul 2015 karena sebagai warga asli Bantul ingin ikut berpartisipasi memajukan Bantul. Aku ikut ini ngalir seperti biasa aja mas, maksudnya aku tidak terlalu ambisius pengen juara atau apa, prinsipku dari awal, aku melakukan semaksimal mungkin yang aku bisa dan biarkan juri menentukan siapa yg terbaik.”

Untuk jenjang pendidikan menengah dan atas, dimas Aziz pernah sekolah di SMAN 1 Bantul, dan  di SMPN 1 Bantul. Dengan postur tubuh yang ideal yakni tinggi badan mencapai 171 dan berat badan 72kg menunjang penampilan nya pastinya.

Dimas Aziz bersama ayah-ibunya yang tinggal di bilangan Barat daya kota Bantul tepatnya di Jl. Prof. Dr. Supomo SH No.60, Jetak Rt.2, Ringinharjo, Bantul. Aziz  memanglah asli wong Bantul (kelahiran Bantul)  yang terlahir pada tanggal 20 April, 23 tahun silam.

Ya demikianlah sedikit mengenal lebih jauh sosok dari sang Juara I Dimas Bantul 2015, Aziz Bachtiar Cendekiawan. Seperti harapan dari sang ayah yakni bapak Hery Sutrisno ,” semoga menjadi awal kesuksesan berikutnya.” ..Amin, saya juga mendoakan begitu mas Aziz.

Dan bagi yang ingin lebih jauh lagi mengenal secara personal dengan dimas Aziz, silahkan kunjungi di akun facebooknya di klik saja namanya berikut Aziz Bachtiar Cendekiawan, kunjungi juga akun facebook Dimas Diajeng Bantul (Ikatan Duta Wisata Bantul)

Berikut beberapa foto-foto dari dimas Aziz Bachtiar Cendekiawan :

Aziz Bachtiar Cendekiawan

Aziz Bachtiar Cendekiawan

Aziz Bachtiar Cendekiawan saat berolah raga fitness

Aziz Bachtiar Cendekiawan saat berolah raga fitness

Aziz Bachtiar Cendekiawan saat bersama pasangan Diajeng- Ajeng Narulita saat berfoto di tempat konservasi penyu

Aziz Bachtiar Cendekiawan saat bersama pasangan Diajeng- Ajeng Narulita saat berfoto di tempat konservasi penyu

Foto 30 Finalis Dimas-Diajeng Bantul 2015

Foto 30 Finalis Dimas-Diajeng Bantul 2015

 

Saat kemenangan Aziz Bachtiar Cendekiawan di Grand Final ajang Dias-Diajeng Bantul 2015

Saat kemenangan Aziz Bachtiar Cendekiawan di Grand Final ajang Dias-Diajeng Bantul 2015

Saat Aziz Bachtiar Cendekiawan sesi wawancara denagn sebuah stasiun televisi

Saat Aziz Bachtiar Cendekiawan sesi wawancara denagn sebuah stasiun televisi

Well, that’s it, semoga bermanfaat.