Catatan Sawah

sawah

sawah

(Tercatat, April 2014) 

Ibarat dari ‘mbrojol-lahir” saya sudah mengenal sawah, menurut cerita ‘simbok’ (my mother), semenjak beliau mengandung saya juga sudah diajak tandur/ bercocok tanam padi, semasa baita juga sering diajak kesawah. Selepas balita sudah mulai diajari ke sawah, Agak besar sedikit sudah mulai diajari beragam aktivitas bertanam padi maupun palawija di sawah, ya walaupun metode dan pola tanam yang bisa dibilang konvensional, tradisional -turun-temurun, namun begitu, Alhamdulillah dengan cara yang seakan belum terjamah modernitas, hingga saat ini tetap bisa panen-memetik hasil dari sawah.

Semasa kecil saya telah diberikan pengetahuan tentang bekerja disawah, saya selalu diajak dan bisa kata ada sedikit paksaan untuk ke sawah, almarhum ayah termasuk orang disiplin dalam bekerja disawah, segala hal harus dilakukan dengan baik dan benar, segala nya harus rapi dan teratur. Kalau ingat semasa kecil, saat dulu saya dipaksa disawah sebenarnya jengkel juga, dimana ingin bermain-main bersamateman-teman, semasa kecil khan waktunya bermain, ya walaupun begitu ayah juga tidak terlalu memaksa tiap hari & tiap saat untuk membantu beliau di sawah sih, khan pekerjaan menanam padi dalam masa tanam sekitar 3-4 bulan  tersebut,  waktu bekerjanya/ masa perawatannya hanya  sekitar 2 bulan diawal, itupun juga tidak seharian disawah, hanya sore hari saja, atau waktu liburan sekolah di waktu sore hari saja.

Saat ini saya baru sadar dan terasa, jika apa yang dipaksakan ayah ke saya waktu itu, apa yang diajarkan bapak waktu itu,  ternyata begitu bermanfaat bagi saya saat ini, saya bisa mengetahui hal-ihwal tentang bercocok tanam padi maupun menanam palawija, sungguh suatu ilmu yang bermanfaat, ku doakan menjadi amal jariyah bagi beliau, amin.  karena saya tularkan dan saya sebarkan kepada para pembaca blog saya ini. silahkan membawa tentang sawah didalam kategori sawah .

Well kembali ke tajuk utama judul artikel ini, tentang ‘Catatan Sawah”, dimana tertuliskan April 2014, didalam notulen  kertas saya yakni tentang penanggalan waktu tebar benih, tanam, dan panen.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa metode tanam yang saya atau kami  pakai juga tetangga di sawah di daerah saya adalah metode sederhana. Jadi sistem tanam yang berjarak sama, jarak tanam antar padi sekitar 20-23cm persegi(panjang dan lebar sama), pernah juga sekali dua kali kami menggunakan cara tanam jejer legowo 2-1, namun yang paling dominan ya tetap sistem 1-1, kedua sisi panjang dan lebar sama jaraknya.

Dimulai pada :

  • Ngurit*/Tebar benih : 7 April 2015
  • Tandur*/ Tanam  : 25 April 2015
  • Panen : 24 Juli 2015
  • Ngurit*/ Tebar Benih : 31 Juli 2014
  • Tandur*/ Tanam : 19 Agustus 2014
  • Panen : … November 2014
  • Ngurit/ Tebar Benih : ….
  • Tandur*/ Tanam : 23 Des 2014
  • Panen : 29 Maret 2015
  • Ngurit*/ Tebar benih : 23 Maret 2015
  • Tandur*/ Tanam : 14 April 2015
  • Panen : 22 Juli 2015
  • Ngurit*/Tebar benih : 22 juli 2015
  • 2018 Ngurit : 10 April – Tandur : 26 April (Ngurit-Tandur= 16 hari), Panen : 1 Agustus (Tandur-Panen = 91 hari.
  • 2018 : Ngurit : 7 Agustus,  Tandur : 24 Agustus (Ngurit-Tandur=17 hari), Ngrabuk/ memupuk: 29 Agustus, Nggosrok : 3 September, Panen : 20 November. Tandur-Panen = 89 hari

 

 

Demikianlah catatan sawah , jika dikalkulasikan masa tumbuh tanaman padi selama kurang lebih dalam kurun waktu satu tahun lebih 3 bulan, yang mana bisa disimpulkan bahwa masa hidup tanaman padi dari tanam hingga panen berkisar antara 3-4 bulan. Yang kurang saya catatkan adalah waktu atau masa memberi pupuknya, insyaallah waktu-waktu berikutnya saya catatkan, semoga bermanfaat.

*= bahasa jawa.

Mem-bajak sawah dengan mesin Traktor

Mem-bajak sawah dengan mesin Traktor

Catatan sawah masa pertumbuhan tanaman padi 
Iklan

Inilah Pemenang Dimas–Diajeng Bantul 2015

10 finalis yang terpilih 10 besar Dimas-Diajeng Bantul 2015. (Foto: Judiman) http://www.krjogja.com

Seiring dengan hari jadi Bantul yang ke-184 atau tahun 2015 ini, maka digelar pula pemilihan putera dan puteri Dimas-Diajeng Bantul 2015. Setelah waktu sebelumnya dipilih 30 finalis Dimas-Diajeng Bantul 2015, maka pada Sabtu (257) malam kemarin digelar Grand Finalnya, bertempat di gedung serbaguna Kampus ISI Sewon.

Dan terpilihlah Aziz Bacthiar Cendekiawan dan Dias Rianingtyas terpilih sebagai Putra-Putri Dimas-Diajeng Bantul 2015. Acara Grand Final yang dihadiri oleh jajaran Forkompimda Bantul, Ketua Komisi B DPRD Bantul Widodo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Drs Bambang Legowo MSi, SKPD terkait, anggota Ikatan Duta Wisata Bantul. Dan acara dibuka oleh Bupati Bantul, Hj Sri Surya Widati.

Hasil selengkapnya, Dimas terbaik-I Aziz Bachtiar Cendekiawan, terbaik-II Tengku Difari, terbaik-III Stephanus Yogi Kusumaji, harapan-I Firman Adi Saputra dan harapan-II Kefas Caesar Saputra. Untuk Diajeng terbaik-I Dias Rianingtyas, terbaik-II Lia Titi Malinda, terbaik-III Siti Khabis Rasyida, harapan-I Ajeng Narulita, harapan-II Febri Nur Pertiwi.

Sedang Andriano dan Febri Nur Pertiwi, terpilih sebagai Putra-Putri Dimas-Diajeng Favorit, sementara Heri Setiawan dan Ajeng Narulita sebagai Putra-Putri Dimas-Diajeng Persahabatan. Grand Final diikuti 30 finalis.

Menurut Bupati Bantul, sosok Putra-Putri Dimas-Diajeng Bantul yang berpengetahuan luas, lebih dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat dan berbagai kalangan. Karena sosok tersebut memiliki kemampuan dalam hal komunikasi, ‘net-working’ serta kepribadian yang akan mampu menarik perhatian yang pada akhirnya mampu menggulirkan pesan serta memberikan pemahaman atas suatu kebijakan pemerintah dalam berkompetisi unutk menggali, menghargai, memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal beserta keindahan alamnya.

 

sumber : krjogja.com

MotoGP : Ini Kata Dovizioso Soal Penurunan Performa Ducati15

Dovizioso: “I am not very happy”

Andrea Dovizioso pembalap asal Italia penunggang Ducati – http://www.motogp.com

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, tetap optimistis menatap paruh kedua MotoGP 2015. Doviziso menyatakan Ducati tak bermasalah meski banyak orang menganggap pabrikan asal Italia itu mengalami penurunan performa.

Andrea Dovizioso yakin motor Ducati Desmosedici GP15 masih harus terus dikembangkan. Saat ini, pembalap Italia itu berhasil tiga kali naik poidum dari sembilan balapan MotoGP 2015.

Andrea Dovizioso mengaku persaingan MotoGP 2015 sangat ketat. Mesin Ducati memang bagus tapi belum sempurna. ”Persaingan balap MotoGP 2015 sangat ketat. Ducati memang memiliki mesin yang bagus. Namun, belum sempurna jadi harus terus diperbaiki lagi,” ujar Andrea Dovizioso, seperti dilansir Speedweek, Sabtu (25/7/2015).

Menurut Dovizioso penurunan performa yang dialami Ducati di MotoGP 2015 memang wajar terjadi. Motor Ducati yang dikendarainya masih baru, sehingga masih harus dikembangkan lagi,” ujar Dovizioso.

“Penurunan performa Ducati di MotoGP 2015 wajar terjadi. Motor Ducati memang paling baru dibanding motor lainnya. Ducati memang masih harus dikembangkan lagi,” pungkasnya.

Manajer Ducati, Gigi Dall’Igna, optimistis timnya segera bangkit di paruh kedua MotoGP 2015. Meski beberapa kali gagal naik podium, Andrea Dovizioso dan Andrea Ianonne mampu menunjukkan performa bagus.

“Meski beberapa kali gagal naik podium, keseimbangan motor kami cukup baik. Kami memiliki pembalap yang berada di posisi ketiga klasemen dan beberapa kali naik podium,” ujar Gigi Dall’Igna, seperti dilansir Autosport, Sabtu.

Saat ini, dua pembalap Ducati, Andrea Dovizoso dan Iannone, masih berada di posisi lima besar klasemen sementara pembalap MotoGP 2015. Andrea Iannone berada di posisi ketiga dengan raihan 118 poin dan Dovizioso berada di posisi kelima, mengumpulkan 87 poin dari sembilan seri.

sumber ; harianjogja.com

Bogor Adalah Kota Hujan, Kanapa Bisa Begitu?

Seperti yang diketahui oleh banyak masyarakat awan bahwa kota Bogor kental akan sebutan kota hujan, entah alasannya apa disebut begitu, ya bagi yang sedikit berfikir pasti kota Bogor sering hujan, itu juga alasan sedkit kepinteran saya, lalu jika benar kota Bogor sering hujan sebenarnya apa sih ya, alasannya begitu?
Well,dari pada penasaran mari ita simak penjelasan dari BMKG yang dilansir oleh detik.com berikut ini,

Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dedi Sucahyono, menjelaskan kepada detikcom, Sabtu (25/7/2015) alasan kenapa Bogor disebut kota hujan.

“Disebut kota hujan karena kemarau pun banyak hujan, di mana musim kemaraunya sangat pendek,” ucap Dedi.

Musim kemarau di Bogor biasanya terjadi pada bulan Juli hingga September. Dengan suhu rata-rata setiap bulannya 30-32 derajat celcius. Setelah itu berganti menjadi musim hujan, namun saat kemarau hujan juga biasanya masih turun.

“Ada spot seperti Ciawi, hujannya masih cukup tinggi,” ucapnya.

Data dari berbagai sumber menjelaskan Kota Bogor terletak pada ketinggian 190 sampai 330 m dari permukaan laut. Udaranya relatif sejuk dengan suhu terendah di Bogor adalah 21,8°C, paling sering terjadi pada Bulan Desember dan Januari.

Wilayah Bogor  yang terletak pada kaki Gunung Gede dan Gunung Salak membuat kawasan ini sering dilanda hujan orografi (hujan yang terjadi di daerah pegunungan). Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan. Kondisi ini membuat Bogor hampir setiap hari turun hujan.

Namun tahun ini sudah lebih dari 1 bulan hujan tak turun di Kabupaten Bogor. Hal ini karena dampak siklus El Nino berjangka lima hingga tujuh tahunan yang membuat udara di Bogor kering. Jika terbentuk awan, awan-awan itu tak menjadi hujan lantaran terhempas aktivitas El Nino Samudra Pasifik.

“Tahun ini musim kemarau lebih lama dan hujannya di musim kemarau tidak ada sama sekali,” ucap Dedi.

Berikut Penjelasan ‘Gempa Pagi’ Dari Ciamis Terasa Hingga Jogja danPonorogo?

Siapapun Sabtu pagi (25/07) kemarin yang terlelap dipukul 4.45 WIB di sekitar pulau Jawa bagian tengah -selatan pasti akan terhenyak bangun dan lari keluar rumah. Iya secara spontan kita akan terbangun jika posisi tidak sadar sekalipun (waktu tidur pulas), bila mana kita terasa ada gempa. Itu lah saat Sabtu pagi kemarin, saya dan keluarga juga tetangga bahkan sepanjang sisi selatan pulu jawa merasakan gempa yang secara rincian kekuatan mencapai 5,7. Perkiran durasi yang saya rasakan sekitar 5-10 detik. Gempa tersebut berpusat di Ciamis Jawa Barat. dan mengapa guncangan begitu terasa oleh sebagian besar warga di jawa berikut penjelasan dari BMKG,

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya fenomena alam gempa bumi, Sabtu (25/7/2015) Subuh atau sekitar pukul 04.44 WIB.

Berdasarkan data Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Gempa itu dirasakan dari pusat gempa di Ciamis hingga masuk ke beberapa daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Getaran itu dirasakan oleh sejumlah daerah sebab pusat gempa di Samudera Hindia di kedalaman 10 km, dengan lokasi 111 km Tenggara Ciamis – Jabar, 115 km Tenggara Cilacap – Jateng, 117 km Barat Daya Kebumen – Jateng dan 147 km Barat Daya Yogyakarta.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengungkapkan, Posko BNPB sudah mengkonfirmasi dampak gempa ke beberapa BPBD.

Gempa dirasakan lemah, sedang hingga kuat oleh masyarakat di beberapa daerah oleh masyarakat di Tasikmalaya, Kota Ciamis, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Purbalingga.

Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Bantul, Prambanan Klaten, Solo, Magelang, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo.

Gempa terasa kuat sekitar 10-15 detik di Tasikmalaya, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Gunungkidul dengan guncangan yang meliuk-liuk.

Sebagian masyarakat berhamburan ke luar rumah dan berteriak gempa. Belum ada laporan kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat gempa tersebut. BPBD masih melakukan pemantauan di daerahnya.

Pusat gempa 5,7 SR bukan berada di jalur subduksi atau pertemuan lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia, tetapi berada di sisi dalam lempeng Eurasia.

Wilayah selatan Pulau Jawa adalah daerah rawan gempa dan tsunami. Aktifnya jalur subduksi tersebut bergerak rata-rata 5-7 cm per tahun ke arah Timur Laut-Utara.

Potensi gempa maksimum di Jawa Megathrust di selatan Jawa sekitar 8,1 – 8,2 SR. Dari Selat Sunda hingga Bali sepanjang jalur Jawa Megthrust tersebut baru di selatan Pangandaran (7,8 SR, tahun 2006).

Juga Selatan Banyuwangi (7,8 SR, 1994) yang pernah terjadi gempa besar dan tsunami dalam kurun waktu 165 tahun terakhir.

Daerah lainnya tidak ada catatan sejarah gempa besar dan dinyatakan sebagai seismic gap.

Upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di daerah selatan Jawa harus ditingkatkan terus menerus karena memang wilayah tersebut rawan gempa dan tsunami.

Iya secara sadar, saya terlebih setelah tragedi gempa yang melanda Bantul dan Jogja pada 27 Mei 2006 silam, untuk mengantisipasi dan kesiapsiagaan dalam mengurangi resiko bencana, dengan menyadarkan diri apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa jika didalam rumaha adalah membuka akses keluar rumah, yakni membuka pintu-pintu untuk keluar rumah, lalu membantu keluarga untuk keluar dari bangunana rumah secepatnya. Hal itulah yang saya terapan ke diri saya dan keluarga.

Oke demikianlah sedikit mengulas tentang gempayang berpusat di Ciamis Jawa Barat, semoga bermanfaat.

Sumber ; tribunjogja & BMKG