Jika Berwisata Di Pantai Parangtritis Yogyakarta, Waspadai ‘Palung’ dan Ubur-Ubur Yach !!!

Pantai Parangtritis di Bantul merupakan tujuan wisatawan baik manca maupun lokal. Namun tidak selamanya pantai menjadi indah bilamana timbul petaka karena terseretnya ombak. Memanglah pantai-pantai laut selatan termasuk pantai lepas, jadi ombak besar sering menghadang. Disamping ombak besar, juga adanya cekungan/palung di beberapa titik disepanjang pesisir pantai selatan Yogyakarta, termasuk pantai yang paling terkenal yakni Pantai Parangtriris, dimana pantai ini terlihat landai, namun ada beberapa titik cekungan yang amat membahayakan pengunjung bila terseret ombak. Ketika pantai terdapat palung, arusnya tenang dan tidak bergelombang. Tetapi kondisi tersebut sangat membahayakan lantaran terdapat arus bawah yang deras.

Namun bukan saja Parangtritis saja, tapi sepanjang pantai di Bantul, ada palungnya, maka dari itu ada himbauan dari SAR Parangtriris Kretek Bantul untk mematuhi imbauan dan larangan yang ada.

Menurutnya apa yang dilakukan anggota SAR bukan untuk mengganggu dan mengusik wisatawan dalam mengisi liburan menikmati pantai, namun semata untuk menjaga keselamatan dan menghindari  kemungkinan terburuk. Selain itu pengunjung diharapkan tidak merasa terganggu liburannnya ketika personel SAR memberikan peringatan agar tidak mandi di laut. Larangan mandi tersebut disampaikan dengan pertimbangan faktor keselamatan.

Pengunjung mendapat perawatan setelah tersengat ubur-ubur. (Foto: Sukro Riyadi)

Selain palung, yang perlu diwaspadai jika berwisata di pantai adalah adanya ubur-ubur laut. Dikarenakan warna ubur-ubur ini bening layaknya air jadi tidak begitu terlihat. Dan ubur-ubur ini bisa menyengat, itulah yang perlu diwaspadai.

Dimana pada masa lebaran 2015 ini yang bertepatan musim peralihan dari musim hujan ke kemarau (pancaroba), rentan bermunculan ubur-ubur laut di kawasan pantai selatan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, tahun lalu ada sekitar 300 korban wisatawan tersengat ubur-ubur saat mandi di pantai selatan.

Kepala Dinkes Bantul, drg Maya Sintowati, Rabu (15/07/2015) mengungkapkan, sebagai antipasi kejadian korban sengatan ubur-ubur, Dinkes membuka posko kesehatan di kawasan Parangtritis. Posko kesehatan ini dilengkapi dengan obat-obatan emergensi termasuk obat untuk sengatan ubur-ubur.

Jadi, dengan tidak mengurangi rasa egembiraan dalam bersenang-senang menikmati liburan dipantai, untuk tetap tetap waspada akan dua hal di atas yakni palung dan ubur-ubur yach…selamat berlibur di pantai ….!!!!

 

sumber : krjogja.com

Stand Bantul Ekspo 2015 Sudah Terisi 99%, Masih Tersisa 3 Stand

Ilustrasi Bantul Expo (Gapura Bantul Expo 2014)

Ilustrasi Bantul Expo (Gapura Bantul Expo 2014)

Sebuah even di Kabupaten Bantul akan segera digelar, sebuah pameran pembangunan yakni Bantul Expo (BE) 2015, yang akan digelar pada 26 Juli-6 Agustus 2015 mendatang. Namun begitu persiapan sudah dilakukan jauh-jauh ber-bulan-bulan  sebelumnya, termasuk pendaftaran peserta pengisi Stand.

Dimana Stand Bantul Expo (BE) 2015 sebanyak 222 stand sudah terisi 99 persen (219 stand). Penutupan pendaftaran stand BE 2015 telah ditutp 30 Juni lalu. Namun karena pendaftar masih berdatangan maka panitia menyediakan 3 stand lagi guna mengakomodir tambahan peserta.

Sekretaris Panitia BE 2015, Tunik Wusri Arliyani, SIP.MM, Selasa (14/07/2015) menuturkan secara prinsip panitia tidak dapat menambah stand karena keterbatasan lahan yang ada di kawasan Pasar Seni Gabusan (PSG). Tunik menuturkan, Bantul Ekspo 2015 akan menampilkan display berbagai potensi dari Bantul, baik berupa handycraft, produk, kuliner bahkan karya seni.

[baca juga : pembuatan maskot BE 2015]

Stand yang dibangun tersebut selain dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga menampilkan stand pengusaha-pengusaha lokal. “Tujuan BE 2015 untuk mengangkat potensi pengusaha lokal supaya mampu berdikari dan berdaya saing tinggi,” jelas Tunik.

Sebanyak 222 kapling stand yang tersedia dibagi dalam beberapa blok. Blok dinas instansi dan kecamatan menempati kapling depan sebanyak 114, disusul kapling untuk BUMN, BUMD, otomotif, dan swasta lainnya sebanyak 95. Dari peserta yang berpartisipasi sebagai sponsor ada 10. Adapun harga stand BE 2015 dijual rata-rata Rp 800 ribu/stand.

BE 2015 yang juga hampir bersamaan waktunya dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Bantul akan dimeriahkan dengan karnaval andong. Karnaval akan diikuti bupati, pejabat, Putra-Putri Bantul dan Miss Bantul Ekspo. Karnaval akan dilakukan mulai dari Lapangan Paseban sampai Pasar Seni Gabusan (PSG).

(sumber :krjogja.com)

 

Buka Puasa Terpanjang DiDunia

Menikmati buka puasa di luar rumah dan dilakukan bersama-sama adalah suatu hal yang menarik, dan lebih menariknya lagi buka puasa ini dicatatkan sebagai buka puasa terpanjang di dunia.

Di India , Umat Islam setempat berbuka puasa bersama dengan menciptakan barisan sepanjang 1,6 kilometer. Pemecahan rekor buka puasa bersama itu dilakukan di Sungai Dal di Kota Srinagar. Dan ini dicatat sebagai pemecahan rekor buka puasa bersama terpanjang se-Asia.

Ratusan umat Islam yang meliputi orang tua, remaja, dan anak-anak turut andil pada acara itu. Pengukuran panjang tersebut ternyata berdasarkan kain yang menjadi alas makanan yang digunakan.

Catatan panjang 1,6 km mengalahkan rekor sebelumnya yaitu 1,3 km. Menurut sumber informasi, rekor buka puasa bersama terpanjang sebelumnya dilaksanakan di Masjid Al Noot di Sharjah, Dubai, pada 2013.

 

sumber :krjogja.com

SIM Online JOGJA

SIM Corner

SIM Corner Ditlantas Polda DIY

Untuk mempermudah warga masyarakat di Yogyakarta dalam proses memperpanjang Surat ijin mengemudi (SIM), maka Dilantas Polda DIY mengadakan pelayanaan SIM Online, dimana SIM Online merupakan sistem layanan yang memudahkan pemilik SIM untuk melakukan perpanjangan SIM tanpa harus ke Polres sesuai domisili.

Saat ini, SIM Online baru diberlakukan oleh jajaran Polda DIY untuk proses perpanjangan SIM wilayah DIY. Artinya, pemilik SIM yang berdomisili di Kulonprogo, Bantul, Sleman, Gunungkidul kini bisa melakukan perpanjangan di Kota Yogyakarta atau dimanapun di lingkup DIY.

Layanan ini juga bisa dinikmati masyarakat melalui Polres, Bis Keliling, atau SIM corner yang terdapat di Ramai Mall dan Jogja City Mall.

DIY menjadi pilot project Korlantas untuk penerapan SIM online ini. Saat ini, memang baru warga DIY saja yang bisa menikmati layanan ini.

Dengan layanan ini, masyarakat tidak perlu kembali ke kota asalnya untuk memperpanjang masa berlaku SIM-nya.

Sistem SIM Online ini hanya melayani perpanjangan SIM saja. Sedangkan untuk pembuatan SIM baru, hanya bisa dilakukan di Polres sesuai domisili. Untuk mengakses layanan SIM online ini, pemohon harus menyiapkan :

1. SIM lama
2. KTP yang masih berlaku
3. Membayar biaya PNBP sebesar Rp 75 ribu untuk perpanjang SIM C dan Rp 80 ribu untuk perpanjang SIM A
4. Surat keterangan dokter

 

(Tribunjogja.com)

AKP Sri Wahyuni
Kasi SIM Ditlantas Polda DIY