Berburu Kamera DSLR Canon EOS 600D Di Jogja

Bungkus kemasan kamera Canon EOS 600D

Bungkus kemasan kamera Canon EOS 600D

Setelah dipastikan untuk membeli kamera yang agak mahal (bagi saya mahal bianget), langsung deh searching ke mbah google, dari spesifikasi, harga dan dimana membelinya di daerah saya. Karena memang buta bianget akan gadget semisal kamera ini, apa juga tuh DSLR ? DSLR (Digital Sing Larang Regane) bukan !!!, tapi DSLR itu Digital Single Lens Reflex, hadeww pusing….taunya ya cuma ambil gambar jepret-jepret doang itupun pake kamera di handphone, atau kamera photo kecil (pocket) itu doeloe.

Beberapa hari sebelum hari pembelian (planning: Sabtu Sore pukul 4), mencari tau seputar kamera canon, di situs resminya, canon EOS 600D, wow banyak juga seri ini ada 3 varian ‘kit’ entah lah ga paham. Lalu mancari tau harganya, ee ga ada harga resminya, maksudnya harga standar Jakarta, jadi hanya ada dimana dan cara membeli, jadi kemungkinan besar harga akan berbeda di setiap daerah. Di Yogyakarta sendiri ada puluhan (ya setidaknya 10 lebih)  graha resmi (tempat service center dan penjualan) yang menjual produk canon, jadi mulailah menelepon graha-graha tersebut, dan mencari yang paling dekat dari rumah. Mungkin di JogjaTronik pusatnya barang-barang elektronik di Yogyakarta banyak, tapi mencari ke service centernya saja dulu.

Adanya graha resmi tersebut memanglah di sekitaran pusat Jogja sana, yang terdekat ya di sebelah barat tugu Jogja (sebagai titik tengah/titik pusatnya Jogja). Pertama kali menghubungi Wisno Grahacom yang berada di Jalan Diponegoro No.62 Yk, sebelah pasar Kranggan Jogja/barat Tugu Jogja. ‘Barang’ ada tinggal satu unit, mereka menawarkan 6,8 juta, saya disuruh menyebutkan nope (nomer HP) untuk keperluan lebih lanjut/ keseriusan. Oke  mencari yang lain ee ada yang menawarkan 6,3, waw murah disini di ARTHA DIGITAL jl. Kranggan No. 34 Yk.

Hari berikutnya, kembali mencari tau akan harga canon EOS 600D di Jogja dan membaca-baca tentang literaturnya,, lha ternyata graha lain menyebutkan tidak ada barang, katanya sudah diss continue.

Sabtu pagi (4 Juli 2015) di SMS oleh WISNO GRAHACOM, untuk memastikan jadi tidak membeli kamera, dengan nada santai sayapun mencoba menawarnya, mereka turun ke angka 6,6 juta free memory 8 gb + tas, (ya itu memang bonus standar , kata batin saya). Menit berikutnya balasan tawaran saya, mereka mentog harga/ harga net 6,5 juta. Kembali saya mencoba menawarnya , tapi mereka keukeuh ke angka 6,5 jt. Adeww. Saya masih pikir-pikir lama, sembari menelepon ke yang lain, ee ternyata yang kemarin memberi harga 6,3 barangnya ga ada.

Hadeww bagaimana nih, padahal keponakan pinginnya seri itu, EOS 600D. Masih mencoba tawar-menawar harga, namun Wisno Grahacom tetap berhenti di angka 6,5 jeti, wah jian… Sambil Jalan kesana dan sambil pikir-pikir, ya mau ga mau diamini sajalah dari pada ga dapat yang diingini. Di tengah jalan saya SMS “oke saya kesana mas”. Jarak sekitar 20Km dari rumah ke graha tersebut.

Sabtu sore jalan Bantul ramai padat namun lancar (lihat ada kecelakaan di daerah Pendowo, hi..ngeri), begitu tiba masuk kota Jogja di Pojok Beteng kulon (jokteng kulon) mulailah macetnya, hingga menanti 3 kali lampu merah. Lepas dari Joteng Kulon ke arah utara  jalanan agak lenggang, tapi itu hanya sebentar saat bertemu perempatan  kembali menemui kemacetan, ya butuh kesabaran dan kejeliaan, menembus keramaian jalanan kota kalo ga sabar bikin cepat tua karena emosi, hheehe(letoy).

Pukul 4 sore lebih beberapa menit, sampailah saya ke Wisno Grahacom, namun tidak serta merta langsung ketemu, mulai masuk dari perempatan Pingit ke timur saya melaju pelan menengok kanan dan kiri jalan mencari Graha itu, setelah beberap puluh meter, berada di kiri jalan atau utara jalan, di ujung pertigaan ke utara disitulah letak Wisno Grahacom, Parkiran penuh, didepan melihat ada penjaganya pula, namun dari jauh sudah mengisyaratkan mempersilahkan saya untuk masuk, parkir motor disebelah graha, kata pak Jurasic Park (juru parkir maksudnya hehe) engga apa-apa..

Oke deh langsung masuk toko, seakan sudah disambut oleh sang empunya toko, entah dia yang sms-an saya tadi yang bernama ‘Alfian’, entahlah, dan seakan mereka (ada mbak-mbak juga, dan anak si empunya dan yang lain). Saya pun membuka percakapan dengan mengatakan bahwa saya yang sms-an tadi, merekapun paham, langsung deh  si empunya yang chinesse memang sudah berumur sepertinya, dan berpengalaman akan kamera, mengambil kamera di etalase, dan mengatunakan hanya tinggal itu.

Sembari menjelaskan ini-itu, begini-begitu, ada yang paham dan ada yang enggak, maklumlah gaptek..hehehe. si ponakan saja disuruhnya mencobanya, lha kalo aku belum bisa. hehehe…

Sembari mendapatkan penjelasan tentang kamera, saya kembali mencoba menawar, ee tetap enggak bisa, malah menawarkan lensa filter pelindung ultraviolet, seharga 150 ribu, dan untuk screen saver/protector/ pelindung layar LCD mereka gratiskan. Dan akhirnya ya mau ga mau harga deal pada :

  • Unit kamera Canon EOS 600D Rp 6.500.000,- (6,5 juta)
  • Filter protector lensa Rp 150.000,- (150 ribu)

Dan total jenderal  mengeluarkan budget sebesar 6juta, 650 ribu rupiah untuk satu unit kamera Canon EOS 600D. Dan kami mendapatkan satu paket kemasan kamera,

Isi yang terdapat pada kemasan Kamera :

  • Kamera Unit
  • Lensa *(tergantung lensa Kit yang disediakan )
  • Kabel USB
  • Kabel Video
  • Baterai Pack
  • Charger Baterai
  • Tali pengaman kamera
  • CD ROM
  • Buku Manual

*EOS600D Lens 18-55mm IS
*EOS600D Lens 18-135MM IS
*EOS600D Lens 18-55mm IS + 55-250MM IS

 

Spesifikasi Kamera EOS 600D :

Effective Pixels : 18.0MP
Image Sensor : Type CMOS
Compatible Lens : EF & EFLenses
AF Points : 9 AF Point
Focus Modes : One Shot, Al Fokus, Al Servo, Manual Focusing
LCD Monitor : 3″ TPF (1.04M dots)
Shutter Speed : 30 – 1/ 4000 sec
Drive Modes : Single, Continues & Selt Timer
Continues : Max. 3.7 frame per sec.
Max. Burst : JPEG/ Large ; Approx. 34 shots RAW ; Approx. 66 shots
Matering System : Evaluative, Spot, Center-Weighted Averange & Partial
ISO Speed : Auto, Hight ISO Auto, ISO100/200/400/800/1600/3200/6400/12800
Built-in Flash : Auto Pop-Up Flash, E-TTL II
Shooting modes : Creative Zone : TV, AV, M, A-DEP, Program AE (Scene Intelegent Auto, Flash Off, Creative Auto, Portrait, Lanscape, Close-Up, Sports, NightPortrait, Program)
Self Timer : 10 sec., 2 sec., & Custom Timer
Recording Media : SD memory card/SDHC/SDXC memory card
Data Type (Still Image) : EXIF2.2(JPEG) & RAW
Movie : MOV
Interface : USB 2.0 HightSpeed, PTP (Picture Transfer Protocol), HDMI
Power Source : Battery Pack LP-E8

tampilan nyata kamera canon EOS 600D

tampilan nyata kamera canon EOS 600D

sisi kiri kamera canon EOS 600D

sisi kiri kamera canon EOS 600D

paketan kamera Canon EOS 600D

paketan kamera Canon EOS 600D

well, demikianlah teman-teman cerita saya seputar membeli(kan) /berburu kemera DSLR CANON EOS 600D Di kota tercinta Jogjakarta Istimewa, semoga bermanfaat.

 

Iklan

PT DAM Serahkan Moge Honda Ke Konsumen Pertama Indonesai

Honda CB500X (powersports.honda.com)

MOtor gede atau bahasa asingnya big bike sudah bukan barang langka lagi, pabrikan Honda tak mau ketinggalan memproduksi dan memasarkannya di tanah air. Setelah diperkenalkan pada Juni lalu di Bali, PT Daya Adicipta Mustika (DAM) selaku distributor utama sepeda motor Honda di Jawa Barat, menyerahkan unit big bike Honda CB500X kepada konsumen di Jawa Barat. Acara penyerahan ini diadakan di sela-sela kegiatan Safari Ramadhan di Cimahi Mall akhir pekan lalu.

Lerri Gunawan, General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistik DAM mengatakan, kami memberikan penghargaan dan terima kasih kepada Tedy Suryadi sebagai konsumen pertama yang telah memilih Big Bike Honda sebagai kendaraannya. ”

Penyerahan secara simbolis merupakan rangkaian lanjutan launching big bike Honda, “Sebelumnya kami telah mengajak Tedy Suryadi merasakan sensasi turing Bali–Lombok menggunakan Big Bike Honda saat peluncuran Honda Big Bike di Bali,” katanya.

Tedy pun mengaku senang dan bangga, karena dirinya bisa menjadi konsumen pertama Big Bike Honda di Indonesia. “Saya sudah inden sejak Maret, dan harga waktu itu belum pasti, cuma dikasih range saja dari Rp90 sampai Rp150 juta,” jelasnya.

Sejauh ini DAM berhasil menjual 8 unit big bike Honda dan seluruhnya memesan model CB500X. “Karakter konsumen di Jawa Barat yang lebih berjiwa petualang menjadikan mereka memilih Honda CB500X yang senafas dengan karakter adventure,” papar Lerri lagi.

Tak hanya jualan, nanti akan ada showroom khusus untuk pelayanan servis moge tersebut. Mulai dari asistensi untuk melakukan check up hingga pelayanan servis dan penggantian komponen. Jadi konsumen tak usah khawatir.

 

sumber : metrotvnews.com