Inilah Tempat Konservasi Penyu Di Bantul

Penyu hijau Hawaii

Penyu adalah kura-kura laut yang ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus.(wikipedia.com)

Hewan yang berumur lebih dari 100 tahun ini terancam punah, maka dari itu banyak daerah-daerah di sepanjang pesisir di sebagian besar wilayah Indonesia yang mana menjadi tempat-tempat yang populer sebagai tempat bertelur penyu, maka dibangun stasiun penetasan untuk membantu meningkatkan tingkat kelulushidupan (survival), diantaranya ; Pantai selatan Jawa Barat (Pangumbahan, Cikepuh), pantai selatan Bali (di dekat Kuta), Kalimantan Tengah (Sungai Cabang), Pulau Sangalaki-Kabupaten Berau-Kalimantan Timur, pantai selatan Lombok, Jawa Timur (Alas Purwo), Bengkulu (Retak ilir Mukomuko), Pulau Cangke Kabupaten Pangkep Prov. Sulawesi selatan, Pulau Jemur Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.

Kawasan konservasi penyu di kawasan Objek Wisata Goa Cemara Sanden Bantul. (Foto: Sukro Riyadi)

Dan tidak terkecuali di Bantul, Pemkab Bantul menetapkan hutan mangrove di Dusun Baros Desa Tirtohargo Kecamatan Kretek dan Pusat Konservasi Penyu di Kawasan Objek Wisata Pantai Goa Cemara Sanden Bantul sebagai daeran konservasi. Penetapan tersebut berdasarkan SK Bupati No 284 Tahun 2014 Tentang Kawasan Pencadangan Konservasi Taman Pesisir.

Dengan pencanangan itu diharapkan habitat di kawasan tersebut terjaga kelestariannya.  “Masing-masing daerah sesuai dengan SK bupati luasannya beragam,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, Isti Wasono SPt.

Isti merinci sesuai dengan data DKP Bantul, luas keseluruhan daerah pecadangan hutan mangrove di Baros mencapai 132 hektare. Dari luasan itu terbagi dalam  tiga bagian, yakni zona inti 10 hektare, zona pemanfaatan terbatas 28 hektare serta zona lainnya 94  hektare. Sementara di kawasan konservasi penyu total seluas 50 haktare terbagi dalam zona inti 19 hektare, zona pemanfaatan terbatas 22 haktare serta zona lainnya 9 hektare.

Dengan SK ini kedua kawasan tersebut akan menjadi daerah terlindungi untuk pengembangan masing-masing habitat. “Konservasi penyu jelas untuk menjaga kelastarian tukik. Sedang Baros sebagai pusat budidaya tanaman mangrove,” ujarnya Isti.

Dengan penetapan itu jika ada aktivitas yang tidak bersahabat dan berpotensi merusak lingkungan harus dihindari. Karena disadari atau tidak keberadaan hutan mangrove tersebut punya andil sangat besar terhadap perkembangan sektor pertanian. Tidak kalah penting adalah terbentuknya objek wisata minat khusus.

Terkait dengan konservasi penyu sebenarnya sebagai langkah melindungi kelestarian penyu di pesisir selatan. Sesuai dengan data DKP sepanjang tahun 2014, Januari hingga November ini sedikitnya 4.697 telur berhasil diselamatkan di pusat konservasi. Selama ini pengunjung biasa melakukan pelepasan tukik di kawasan Goa Cemara.

 

sumber : krjogja.com

Iklan

8 thoughts on “Inilah Tempat Konservasi Penyu Di Bantul

  1. Assalamualaikum, mohon maaf mengganggu. Perkenalkan saya Adi mahasiswa diploma IPB. Sehubungan dengan diadakannya fildtrip ke konservasi penyu hijau Bantul, Yogyakarta . Saya ingin menanyakan apakah instansi menerima kunjungan dari mahasiswa pvt ipb dgn jumlah 67 mahasiswa? selain itu adakah surat2 perizinan atau yg lain yg harus diurus terlebih dahulu?

    Terima kasih

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s