Jenazah Erri Tiba Di Rumah Duka Dan Segera Akan Dimakamkan

Malam ini jenazah Erri Yunanto (21) seorang survivor pendaki yang terjatuh di kawah gunung Merapi telah tiba di rumah duka yang berada didusun Biru, Trihanggo, Gamping, Sleman Yogyakarta.
Setelah siang tadi berhasil diangkat dari dalam kawah, lalu ke bibir kawah , turun ke kaki kawah (pasar bubrah) lalu ke pos 1 New Selo-Selo, ke RSUD Boyolali dan malam ini telah sampai ke rumah duka. Setelah disholatkan, menurut pihak keluarga jenazah segera akan dimakamkan malam ini juga.

BREAKING NEWS : Jenazah Erri Tiba di Rumah Duka dan Segera Dimakamkan

Dan berikut kronologi detik-detik evakuasi jasad Erri hari ini Selasa (19/5) :

Close Circuit Television (CCTV) Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merekam detik demi detik evakuasi Erri Yunato dari puncak Merapi ke Pasar Bubar, Selasa (19/2/2015) siang.

Rangkaian foto berkualitas cukup prima jalannya evakuasi hasil pemotretan CCTV BPPTKG diunggah ke akun resmi lembaga itu di Twitter maupun Facebook.

Rangkaian gambar merekam saat kantong berisi jasad Erri diturunkan dari titik sadel Kawah Mati pada pukul 12.15.

Selanjutnya diikuti adegan saat belasan anggota SAR membawa turun kantong jenazah melewati rute terjal di bawah sadel Kawah Mati.

Para anggota SAR terlihat hanya seperti titik-titik berwarna oranye atau merah.

Setelah melewati alur dalam di sebelah tebing sisi timur laut, rombongan rescuer melintas ke sampung ke lereng berpasir.

Dari titik itu kepulan asap cukup tebal dari debu yang beterbangan membubung ke udara.

Kantong jenazah Erry yang diletakkan di tandu khusus dibawa turun setengah digelontorkan di permukaan pasir untuk meringankan beban dan mempercepat arah turun.

Sesudah itu adegan merekam saat tim rescuer pembawa korban memasuki pelataran Pasar Bubrah.

Foto terakhir memperlihatkan anggota SAR menggulung tenda, berkemas, dan siap meninggalkan posko tertinggi di Pasar Bubrah pada pukul 13.00.

Kantong berisi jasad Erry sudah tak nampak, kemungkinan saat itu sudah dibawa turun ke pos base camp Selo.

Tim SAR Gabungan berada di kaki kawah (pasar Bubrah)

 

Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Suwiknya, yang juga Search Mission Commander (SMC) mengatakan penurunan korban dari Pasar Bubar kemarin dilakukan estafet oleh tim pendukung.

Sebelumnya diberitakan tepat pukul 11.41, kantong jenazah dalam tandu khusus berisi jasad Erri Yunanto berhasil diangkat dan tiba di bibir kawah Merapi.

Tim evakuasi menyelesaikan tugasnya membawa tubuh Erri dari titik perhentian 50 meter di bawah bibir kawah.

Prosedur berikutnya setelah tiba di base camp, jasad Erri akan dibawa ke RSUD Boyolali untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Sesudah itu baru akan dibawa pulang ke rumah keluarga di Dusun Biru, Trihanggo, Gamping, Sleman.

 

(sumber : tribunjogja.com)

Sekilas Info : Jasad Eri Sudah Berhasil Sampai Bibir Kawah Pukul 11.41 WIB

BREAKING NEWS: Pukul 11.41 Jasad Erri Sampai di Bibir KawahKabar cukup menggembirakan , dan pastinya cuaca mendukung di puncak Merapi dimana tepat pukul 11.41, kantong jenazah dalam tandu khusus berisi jasad Erri Yunanto tiba di bibir kawah Merapi. Tim evakuasi menyelesaikan tugasnya membawa tubuh Erri dari titik perhentian 50 meter di bawah bibir kawah.

Info terselesaikannya evakuasi Erri dari kawah Merapi diinformasikan Indriarto Puspoyo dari Pusdalops BPBD dan SAR Klaten, Selasa (19/5/2015) pukul 11.50.

Saat ini dilakukan persiapan evakuasi tubuh Erri dari puncak ke pelataran Pasar Bubar.

Suwiknya, Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) pada Selasa pagi menjelaskan, tim evakuasi sudah siaga sejak pukul 06.00 WIB.

Selanjutnya ketika korban sudah berada di bibir kawah, evakuasi akan dilanjutkan dengan sistem estafet.

ini lah kaki puncak Merapi atau biasa disebut dengan Pasar Bubrah

 

Demikian sekilas info yang berhasil saya kutip dari tribunjogja.com, semoga bermanfaat.

Tim SAR Gabungan Upayakan Evakuasi Selesai hari Ini

BREAKING NEWS: Tim SAR Temukan Jasad Erri di Dasar Kubah Lava

Mengingat banyaknya kendala (suhu kawah yang panas dan tebing yang labil) yang dihadapi oleh tim SAR Gabungan yang mencoba mengevakuasi survivor-Eri Yunanto (21) pendaki yang terjatuh di kawah Gunung Merapi. Setelah kemarin (Selasa, 18/5) Tim SAR berhasil mengangkat tubuh Eri setinggi kurang lebih 50 meter dari titik jatuh korban, karena terbentur gelap, maka dihentikan.

Saat ini mulai jam 06.00 pagi tadi, proses evakuasi kembali dilakukan .

“Posisi korban saat pencarian dihentikan sementara kemarin sudah berada 50 meter dari dasar ia ditemukan. Saat ini kami mulai untuk mengevakuasinya menuju bibir kawah atau titik aman,” ucap Suwiknya, Kepala Resor Selo Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Selasa pagi.

Menurutnya tim sudah siaga sejak pukul 06.00 WIB. Selanjutnya ketika korban sudah berada di bibir kawah, evakuasi akan dilanjutkan dengan sistem estafet.

Hal itu berarti, para relawan telah disiapkan pada titik tertentu dan akan mengangkat tubuh Eri secara sambung menyambung.

“Jadi dari tim yang ada di puncak akan membawa korban menuju Pasar Bubrah, selanjutnya tim tersebut akan melanjutkan evakuasi ke Pos I, begitu seterusnya hingga mencapai New Selo,” katanya.

Ditanya mengenai estimasi waktu evakuasi dari kawah, menuju New Selo, Suwiknya enggan memberikan jawaban pasti.

Menurutnya perkiraan waktu baru bisa diberikan, ketika korban mencapai titik aman. Namun demikian, ia mengatakan bahwa upaya evakuasi akan diselesaikan pada hari ini.

InsyaAllah hari ini (Rabu, 19/5) kami upayakan (selesai) dengan semaksimal mungkin,” tuturnya.

 

 

(tribunjogja.com)

Safety First Or Style First ?

Pagi tadi (sekitar jam 8 pagi kurang sedikit), dikeramain jalan mata saya sempat melihat yang ganjil saat berkendara di Jalan Jend. Sudirman Bantul (jl Protokol), entah lupa atau memang sengaja, ada pengendara sepedamotor berboncengan tapi si boncenger/ yang belakang tidak mengenakan helm, mungkin mau ke acara apa gitu saya tidak tau. Coba lihat…

Boncenger tidak mengenakan helm

Boncenger tidak mengenakan helm

Padahal melewati beberapa perempatan, di keramaian pagi dengan santainya mereka melaju di jalan utama…weleh…weleh…weleh.

Tapi setelah dipikir-pikir …. (setelah melalui proses pemikiran yang paaaanjaaaang dan laaaaamaaa), iya juga sich,  helm juga tidak akan muat jika memakai penutup kepala seperti itu, lha terus solusinya gimana Gan???

pebonceng sepedamotor mengenakan  tidak helm

pebonceng sepedamotor mengenakan tidak helm

 

Don’t try this, jangan ditiru  yach !!!!!

Honda Hadirkan ‘Kampung Safety’ Di Semarang

Kampung Safety Honda

Sepanjang sepengetahuan saya, produsen sepedamotor Honda-lah yang paling getol mengkampanyekan keselamatan berkendara atau bahasa gaulnya ‘Safety Ridding’, Disamping dihadirkannya Safety Ridding Center di Yogyakarta kini Honda merintis akan sebuah kampung atau pemukiman penduduk yang ditambahkan dengan keselamatan berkendara dengan sebutan “Kampung Safety Honda”.

Hal ini dilakukan Honda sebagai solusi baru untuk mengurangi angka kecelakaan jalan raya. Disamping tujuan utamanya adalah untuk menciptakan  keluarga safety riding yakni keluarga yang bisa membangun benteng kesadaran akan keselamatan berkendara untuk tiap anggota keluarga sehingga terhindar dari kecelakaan jalan raya serta dapat menciptakan  kampung  sebagai tempat awal belajar etika berlalu lintas masyarakat Indonesia.

Dengan latar belakang di bentuknya program ini karena banyak permintaan dari RT maupun RW yang meminta penyuluhan akan keselamatan berkendara. Juga selama ini penyuluhan tentang safety riding hanya terfokus kepada sekolah-sekolah saja, sedangkan tingkat keluarga dirasa tidak ada, padahal realitasnya etika keselamatan berlalu-lintas  sebagian besar pelajar  dibentuk oleh lingkungan khususnya keluarga, jadi akan lebih seimbang dan sempurna jika penyuluhan safety riding juga menyasar ke level  masyarakat khususnya di tiap kepala keluarga .

program kampung aman etika berlalulintas kampung

Tantangannya adalah bagaimana cara menciptakan sebuah kampung yang bisa menjadikan safety riding sebagai budaya keseharian dalam berlalu lintas, berpedoman pada 3 faktor penyebab kecelakaan yakni manusia, lingkungan dan kendaraan plus peraturan maka Astra Motor Semarang membuat program 5 AMAN untuk  meminimalkan resiko kecelakaan warga dengan rincian program sebagai berikut :

  1. Program warga aman.
  2. Program kampung aman.
  3. Program Motor aman.
  4. Program Peduli aman.
  5. Program Bina aman.

Adapun penjelasan pelaksanaan 5 program aman Safety Riding Astra Motor Semarang adalah :

  1. Program Warga Aman, bertujuan memberikan bekal pengetahuan keselamatan jalan kepada setiap kepala keluarga dengan cara pemberian penyuluhan dan training ketrampilan berkendara untuk setiap warga kampung.
  2. Program Kampung Aman, bertujuan menciptakan jalan kampung yang nyaman dan aman untuk warga. Dengan memberikan aturan etika berlalu lintas jalan kampung serta melalui kesepakatan bersama dan semua warga wajib mematuhi etika tersebut.
  3.  Program Motor Aman, bertujuan untuk menciptakan  motor warga yang aman untuk dikendarai sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan dari factor kendaraan. Pemberian penyuluhan pentingnya service rutin sepeda motor melalui kegiatan service gratis, service kunjung serta safety cek.
  4. Program Peduli Aman, Keselamatan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga berhubungan dengan orang lain. Program Peduli aman menciptakan rasa peduli keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar. Kepedulian warga diciptakan melalui  aksi menempel stiker himbauan serta media  papan informasi / madding.
  5. Program Bina Aman, Agar semua aktifitas keselamatan berkendara  dapat berjalan dengan sendiri tanpa harus diberikan pengawasan terus menerus maka harus diciptakan sebuah system yang bisa membuat warga  menjalankan nya secara mandir. Salah satunya adalah Lomba ketrampilan berkendara akan membuat warga  selalu berlatih  teknik ketrampilan berkendara dan  Kegiatan peduli keselamatan berkendara akan memunculkan rasa  kerelaan dan kebutuhan  dalam menjalankan kampanye safety riding untuk lingkungannya.

Program Kampung Safety Honda  bisa menjadi salah satu solusi untuk pemecahan masalah tingginya angka kecelakaan jalan raya. Harapannya, agar Kampung Safety Honda dapat diterapkan di daerah manapun di indonesia dengan menjalankan 5 program unggulannya. Dengan demikian  budaya keselamatan jalan bisa tersebar luas, disertai terciptanya peran orang tua sebagai panutan, pengajar dan  pengingat keselamatan anak anak  serta  lingkungan kampung menjadi  tempat awal belajar etika berlalu lintas akan melahirkan warga   tertib, patuh dan aman berlalu lintas di jalan raya.

sumber : welovehonda.com – Suko Edi Safety Riding Instruktur Astra Motor Semarang- Jawa Tengah.