‘Yang salah’ dilakukaan oleh Pengendara Motor di Musim Hujan

kusnantokarasan.com – Mas dan mbak pecinta roda dua dimana saja anda berada, saatnya musim penghujan nich. Bagi pecinta roda dua, yang kemana-mana selalu menggunakan/ menaiki roda dua tersebut, pastinya ga akan peduli dengan hujan dan kehujanan.

Hujan

Hujan

Nah, agar anda tidak terjebak dalam kesalahan berkendara di jalan saat hujan turun, baiknya anda perhatikan beberapa salah kaprah pengendara saat musim hujan dari ahlinya  safety riding, monggo kita simak baik-baik yach…

Musim penghujan seharusnya membuat pengendara motor meningkatkan kesiapan dalam berkendara. Namun masalahnya, banyak diantara dari pengendara yang masih terjebak dalam kebiasaan yang salah kaprah.

Menurut Sony Susmana, Instruktur Senior Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), pengendara sepedamotor di Indonesia kebanyakan “ala kadarnya”, “Banyak yang slah kaprah terutama soal perlengkapan berkendara, tapi diteruskan,” urai Sony kepada KompasOtomotif, pekan lalu.

Berdasarkan penjelasan Sony, dikombinasikan dengan data dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang salah kaprah yang masih banyak dilakukan pengendara sepedamotor/biker di saat musim hujan :

  • Jaket hujan warna gelap, laku keras. Salah kaprah yang keterusan sampai sekarang. Kebanyakan biker malu memakai warna terang, Padahal, semakin ‘ngejreng’ semakin baik/aman. “Minimal 30% bagian punggung bisa memantulkan cahaya. Jaket hujan sekarang kebanyakan cuma ada beberapa setrip yang memantul, itu kurang. Percayalah, warna mencolok sangat berpengaruh, mempermudah untuk dilihat,” beber Sony.
  • Mantel hujan berbentuk one-piece. Meski sudah banyak pengarahan, tetapi tetap saja mantel jenis ini dijual dan ada yang beli. Ujung mantel, dikatakan Sony, sangat rawan terbelit jeruji, roda maupun rantai, atau bahkan menyangkut ke pengendara lain.
  • Tidak siap dengan ‘sepatu‘. Memakai sandal jepit yang dibilang praktis saat hujan, tapi justru berbahaya. Tidak ada perlindungan untuk kaki, terlebih saat terjatuh atau kecelakaan. Parahnya, banyak pengendara yang malah membungkus sepatu dengan kantung plastik yang justru membuat bagian telapak menjai licin. Ada juga yang tetap memakai sepatu kulit, bila melewati genangan air, kaki malah diangkat, ini bisa mempengaruhi keseimbangan.
  • Mengganti warna lampu utama. Warna lampu-lampu sudah disesuaikan dengan standart keselamatan. Terlebih lagi warna lmpu depan/utama yang kekuningan, terbukti lebih mampu menembus saat hujan lebat, ketimbang lampu HID warna putih kebiruan.
  • Mengurangii tekanan ban. banyak yang beranggapan salah, tekanan berkurang, traksi akan bertambah karena banyak permukaan yang menempel ke aspal. Faktanya, pattern atau pola alur untuk memecah air malah tidak berfungsi baik karena tekanan angin berkurang.

 

Mantel hujan one-piece

Mantel hujan one-piece

Harusnya memakai sepatu khusus yang anti air saat berkendara dikala hujan

Harusnya memakai sepatu khusus yang anti air saat berkendara dikala hujan

Mengangkaat kaki saat berkendara, berbahaya, membuat keseimbangan berkurang

Mengangkaat kaki saat berkendara, berbahaya, membuat keseimbangan berkurang

Jangan kurangi tekanan angin pada ban saat hujan ya, bisa mengurangi cengkraman ban pada aspal

Jangan kurangi tekanan angin pada ban saat hujan ya, bisa mengurangi cengkraman ban pada aspal

(sumber  : kompas.com, gambar : berbagai sumber)
Iklan

2 thoughts on “‘Yang salah’ dilakukaan oleh Pengendara Motor di Musim Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s