‘Nyulami’ / Sulam pada tanaman padi

Mas dan mbak sekalian, tepatnya para pemerhati pertanian dan para penerus petani. Pada kesempatan kali ini saya akan menghadirkan sebuah prosesi dalam bertani, atau dalam bercocok tanam, dalam menanam tanaman padi. Yang mana seperti yang sudah saya tegaskan dalam tulisan saya tentang dunia bercocok tanam (bisa anda baca lagi disini), bahwasanya para petani itu bekerja pada saat panen, hingga sekitar 1/3 masa tumbuh padi, atau sekitar dua bulan lamanya.
Dimana salah satu proses bercocok tanam padi adalah dengan merawat tanaman padi. Merawat tanaman padi dalam tulisan saya, saya tempatkan pada posisi nomer 4, setelah Tebar benih, olah tanah dan masa tanam.

Nah mas dan mbak sekalian, dalam merawat tanaman padi, disamping dengan cara memberi pupuk, dan membersihkan rumput dengan tangan (matun) dan dengan alat konfensional (gosrok), juga adanya satu cara untuk menjaga tanaman tetap berjumlah sama, pada saat pertama menanam padi. Loh maksudnya gimana kangmas dan mbakyu? ya maksudnya, pada saat awal tanam, benih yang ditancapkan ke lahan sawah yang ditanam berbaris dan berjajar sama itu pastilah utuh, namun dikarenakan adanya hama (biasanya dimakan belalang maupun saat-saat ini dimakan juga oleh keong emas) yang memakan tanaman/benih padi muda tadi, dan  menjadikan tanaman dalam satu tancapan habis, bahkan bisa terjadi dalam beberapa tancap habis dimakan oleh belalang maupun keong mas jika di kalkulasi bisa tinggal 90%, bahkan jika kategori parah bisa mencapai tinggal 75%.

keong mas dulu di aquarium menjadi hewan hias , kini menjadi hama di sawah

keong mas dulu di aquarium menjadi hewan hias , kini menjadi hama di sawah

keong emas jadi hama padi muda

keong emas jadi hama padi muda

Belalang tempur eh belalang hijau pemakan daun tanaman padi

Belalang tempur eh belalang hijau pemakan daun tanaman padi

 

Dan untuk menjaga agar tanaman padi tadi tetap berjumlah sama dengan awal tanam, maka perlunya kita ‘nyulami‘ (bahasa jawa) atau men-sulam-i tanaman padi tersebut, yakni dengan mengganti tanaman yang hilang dengan tanaman yang baru.

Lha terus tanaman baru dari mana ya? Inilah yang selalu kami lakukan yang bisa jadi menjadi sebuah tip untuk mempersiapkan guna menyulami/ mengganti tanaman padi muda tadi. Ialah dengan menanam pada sel-sela baris paling pinggir dekat dengan pematang, sebagai cadangan, tanamlah hingga mengitari satu petak. Biasanya satu tancap terdiri dari 4-6 helai batang bibit benih padi . Itu sama juga dengan yang kita tancapkan pada sela-sela tanaman yang  saya sebut tanaman cadangan tadi. Dengan begitu, maka tidak akan mengurangi helaian tanaman yang telah ada. Dengan begitu maka tumbuh padi akan serempak, Dengan utuhnya tanaman padi pada lahan sawah maka hasilny nanti pastinya akan optimal.

Inilah kata ‘nyulami‘ atau sulam tanaman padi. kalau sulam alis atau sulam bibir gimana ya??? hehehe…….

Baiklah demikian saja tentang dunia tani, semoga bermanfaat.

 

Tanaman padi muda yang habis dimakan belalang hijau maupun keong emas

Tanaman padi muda yang habis dimakan belalang hijau maupun keong emas

tanda lingkaran biru yang musti diganti/ di sulami

tanda lingkaran biru yang musti diganti/ di sulami

tanam di tambah pada sela-sela untuk cadangan

tanam di tambah pada sela-sela untuk cadangan

DSC04248

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s