syarat pengajuan Surat Rujukan sebagai syarat penggunaan BPJS-Kesehatan

Kantor Cabang BPJS-Kesehatan Bantul yang dulu untuk kantor ASKES yang berada di Jl.

Kantor Cabang BPJS-Kesehatan Bantul yang dulu untuk kantor ASKES yang berada di Jl.

Mas dan mbak sekalian, ada pembaca tulisan saya yang kebanyakan tentang hal-ihwal BPJS-Kesehatan, yang mana pertanyaan yang belum ada jawaban pada diri saya.

Dimana pertanyaannya ” bolehkah atau bisakah mendaftarkan BPJS-Kesehatan dalam hal ini JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Mandiri, bila bukan penduduk asli /orang yang berdomisili di daerah tersebut, misalkan saya penduduk Banten bisakah mendaftar di Bantul dan bisakah digunakan saat mudik nantinya?”

Dan setelah langsung menanyakannnya ke kantor BPJS, maka jawabannya adalah’ Boleh dan bisa’ asalkan semua persyaratannya terpenuhi, yakni:

  1. Foto 3 x 4 @ 1 lembar berwarna
  2. Fotocopy Kartu Keluarga (KK/C1)
  3. Fotocopy KTP, Kata Kelahiran, Surat Nikah
  4. Mengisi Formulir BPJS-Kesehatan

Dan nantinya dalam kartu bpjs akan di sesuaikan dengan Faskes Kesehatan tingkat I dan tingkat selanjutnya dengan  daerah yang bersangkutan.

Pertanyaan lain-pun bermunculan, dimana syarat penggunaan BPJS-Kesehatan sebagai jaminan pemeriksaan tingkat lanjut (Rumah Sakit) adalah wajib menyertakan  Surat Rujukan dari Faskes tingkat I yakni Puskesmas sesuai yang tertera pada Kartu BPJS-Kesehatan. Lha terus bagaimanapun bila  dalam keadaan darurat, diluar jam kerja dan Faskes tersebut kebetulan tidak melayani pelayanan UGD/IGD yang melayani penuh nonstop 24 Jam?

Untuk kasus darurat, dalam hal ini membutuhkan pemeriksaan yang segera, misalnya mengalami kecelakaan dan sejenisnya, maka boleh langsung ke Unit Gawat Darurat maupun Instalasi Gawat Darurat, dengan catatan: Faskes tersebut tidak melayani pemeriksaan di luar jam kerja. Diluar pemeriksaaan itu yang harus menunggu jam kerja berikutnya.

Disamping hal tersebut diatas, bahwa pemegang Kartu Askes, Jamkes – Otomtis menjadi peserta JKN BPJS KESEHATAN, Kartunya tetap bisa digunakan.

Spanduk bpjs

Spanduk bpjs

Iklan

Bayar premi BPJS-Kesehatan

Mas dan mbak sekalian, jika anda telah mendaftarkan diri dalam peserta BPJS-Kesehatan mandiri, yakni anda bukan PNS, TNi/Polri, maupun pekerja swasta di sebuah P.T. Maka anda setiap bulannya wajib membayarkan sejumlah uang di bank sesuai kelas yang telah anda pilih; dimana besaran premi untuk menentukan hak kelas rawat inap sebagai berikut:

  1. Kelas 1 : Rp 59.500,00 /jiwa/bulan
  2. Kelas 2 : Rp 42.500,00 /jiwa/bulan
  3. Kelas 3 : Rp 25.500,00 /jiwa/bulan

 

Setiap bulan sebelum tanggal 10, maka anda harus datang dan membayar sendiri premi pada salah satu dari ketiga bank; yakni:

  1. Bank Mandiri
  2. Bank BNI
  3. Bank BRI

Sebelum anda mendatangi ialah satu dari diatas, jngan lupa anda membawa kertas Virtual Account Anda Seperti ini:

contoh kertas Nomor Virtual Account dari BPJS.

contoh kertas Nomor Virtual Account dari BPJS.

 

Atau anda bisa mencatat maupun mengingat ke-16 digit tersebut, layaknya sebagai nomer tujua transfer. Prosedurnya pun cukup mudah , layaknya anda menabung maupun mengambil uang di bank. Ada bank yang mengharuskan anda menulis pada kertas slip, ada juga bank yang mempermudahnya dengan hanya anda menunjukkan keras nomor Virtual account taxi, seperti di bank BNi Bantul, anda hanya tinggal menunggu panggilan antrian saja.

 

 

Nomor antrian bank dan nomor Virtual Account

Nomor antrian bank dan nomor Virtual Account

 

Ruang tunggu di bank BNI Bantul

Ruang tunggu di bank BNI Bantul

 

Saat menunggu lihatlah layar monitor dan Juara panggilann nomor urutan kita.

Layar Monitor menunjukkan nomor antrian dan nomor meja layanan bank BNi Bantul

Layar Monitor menunjukkan nomor antrian dan nomor meja layanan bank BNi Bantul

Oiya jika bulan lalu anda belum membayar premi,  maka bulan dimana anda  membayar, maka akan membayar tunggakan premi sebelumnya. Mesin komputer secara otomatis akan memunculkan tagihan ataupin tunggakan yang harus anda bayar.

Baiklah mas dan mbak sekalian demikianlah sedikit tentang membayar premi bulanan BPJS-Kesehatan, semoga bermanfaat.

..

Fakta unik dan seru seputar MotoGP ™

Mas dan mbak pecinta motogp di mana saja anda berada, walau saat ini ajang motogp lagi ‘break’, tiada salahnya saya memberikan  berita seputar fakta-fakta unik dan seru dari motogp yang sangat menarik untuk kita simak.

Bradley Smith penunggang Yamaha Tech 3

Bradley Smith penunggang Yamaha Tech 3

Kita patut berterimakasih kepada seorang pembalap MotoGP ™ asal Inggris Bradley Smith yang telah membagi pengalamannya kepala para penggemarnya hingga sampai pada kita.

Si doi yang bernomor motor 38 tersebut menceritakan seputar Ban, Dashboard, Helm, Jok dan Fisik pembalap. Oke mari kita simak bersama saya:

 

Ban

Harga satu ban balap  MotoGP ™ mencapai 1.000 poundsterling atau hampir 20juta rupiah, padahal untuk satu akhir pekan balapan butuh sekitar 8 ban, yang berarti seorang pembalap menghabiskan sekitar 160 juta rupiah. Ituhanya untuk satu Seri balapan saja, dan hanya untuk biaya bannya saja.

 

Dashboard

Lazimnya dashboard motor memiliki penunjuk kecepatan/speedometer, namun beda halnya dengan dashboard yang ada di motor MotoGP, di dashboard motor-motor MotoGP tidak ada speedometernya, melainkan panel indikator gear, RPM, waktu lap dan temperatur.

 

Helm

Identitas pembalap akan mudah dikenali dengan helmnya, itu sebabnya para pembalap bekerja sama dengan desainer untuk merancang helm yang unik. Smith telah melihat setidaknya 20 desain sebelum dia memutuskan untuk memakai desain helm yang digunakannya saat ini dan memutuskan untuk tidak menggantinya dalam waktu dekat ini.

 

Jok

Menurut Smith, seorang pembalap bisa duduk di jok motornya hanya saat sedang melewati trek lurus saja, dimana itu hanya sekitar 2-5% dari with keseluruhan balapan. Selebihnya  pembalap harus selaku  bergerak untuk menyeimbangkan diri diatas motornya.

 

Fisik

Saat balapan, detik jantung seorang pembalap bisa mencapai 190 detak/menit, atau sekitar 96-98% rata-rata detak jantung maksimal. Seorang pembalap harus sedang memiliki kondisi yang fit saat balapan. Saat melakukan pengereman dan akslerasi, tubuh pembalap bergerak seperti sedang melakukan ‘push-up’ dan mendayung (back row). Gal ini berlangsung selama 45 menit non stop atau kurang lebih sebanyak 750 kali sembari mengenakan baju balap yang lengkap dengan helmnya dimana hal ini membuat suhu tubuh bisa mencapai 40° C.

 

(Sumber berita: fdrtire.com , Sumber gambar: motogp.com)

….