tips Berhenti Merokok

stop merokok

stop merokok

dilarang_merokok_100715184209

katakan rokok telah berakhir

katakan rokok telah berakhir

 

Mas dan mbak sekalian, saat ini-hari ini tanggal 22 September, tepat sebulan/30 hari sudah saya tidak merokok. Dimana tanggal 22 Agustus/sebulan yang lalu saya mulai berhenti merokok.  Dan sudah 30 hari saya tidak menghirup asap tembakau, tidak membeli bungkus-an rokok.

Pasti banyak dari anda semua bertanya-tanya bukan???, loh kog bisa???katanya jikalau sudah getol merokok, tidak merokok dua jam saja sudah gatalnya minta ampun, ada yang bilang “mulut terasapahit-lah, kecutlah, pusinglah, dan lain sebagainya. Ya bagi saya semua yang di katakan para perokok sejati tadi, hanya merupakan sugesti saja, di mana bagi mereka merokok adalah sudah menjadi bagian dari kegiatan dan konsumsi tubuh mereka. Jadi wajar saja jika mereka berdalih begitu, itu sah-sah saja.

Back to the point, Yach telah satu bulan terhitung semenjak 22 Agustus yang lalu, saya sudah tidak merokok, saya sudah tidak menghirup asap tembakau, saya sudah tidak membeli beberapa bungkus rokok (jika di ambil rata-rata biasanya saya membeli 2 bungkus rokok untuk satu Minggu). Lha terus apa yang saya rasakan? Mungkin bisa jadi pertanyaan ini yang muncul dari anda semua. Setelah tidak merokok selama satu bulan ini, saya tidak merasa ada yang kurang dari saya, saya baik-baik saja, saya tidak merasa pusing , kecut, pahit dan sebagainya. Entah kekuatan apa dan dari mana , mungkin karena saya benar-benar ada niat untuk ini, untuk berhenti merokok. Jadi saya merasa enteng menjalani ini, menjalani hari-hari tanpa rokok, menjalani dari waktu ke waktu, dari jam ke jam tanpa menghirup asap tembakau.

Mas-Mbak sekalian, disini-saat ini-pada kesempatan ini, saya hanya ingin sekedar berbagi pengalaman dengan merangkai kata-kata hingga menjadi kalimat yang banyak, hingga  tersusunlah tulisan acak-adul ini. Ini adalah merupakan suatu pengalaman pribadi, pengalaman yang baru saja saya lakukan.

Tulisan ini, tulisan  yang saya anggap sebagai sebuah tips dan trik atau sebuah cara, yakni suatu  cara untuk berhenti merokok. Ini  adalah merupakan pengalaman saya pribadi dan benar orisinal dari dan oleh saya. Jadi harap di maklumi jika wujud tulisan yang tidaklah tertata rapi maupun sistematis, maaf juga bila kata-katanya yang amburadul.

Dan sebelum anda membaca lebih lanjut, saya mengingatkan bahwa tip ini adalah suatu saran bagi siapa saja  yang ingin benar-benar berhenti merokok. Yach, siapa saja yang benar-benar ingin berhenti merokok. Namun tiada salahnya jika anda hanya sekedar membacanya saja.

Sebelum saya utarakan tips ini, baiknya anda semua mengetahui sejarah pe-rokok-an saya…(welehhh-welehh bahasa apa pula tuh pe-rokok-an). Maksud saya asal muasal dan awal mula saya merokok gitchu.

Sejarah

Sejak kurang lebih 18 tahun yang lalu, atau sekitar tahun 1996 Masehi adalah asal mula saya mulai merokok. Saat setelah lulus sekolah setingkat SLTA, yaitu sekolah kejuruan (STM), lalu saya bekerja. Bekerja di luar daerah, di Tangerang, ya saya merantau. Nah sewaktu saya mulai bekerja, saat itulah saya mulai merokok. Ya mungkin karena merasa sudah bisa mencari uang sendiri kali ya, jauh dari orang tua juga, jadi tidak ada yang melarang. Saat itulah saya mulai belajar merokok. Eh koq belajar sih ya.

Membeli sebungkus rokok, rokok Djarum super,  seingat saya rokok merk itu. Dan mulai saat itu-lah saya resmi mulai merokok. Di kala istirahat kerja, di rumah, dan di mana saja. Mulai saat itu hari-hari selalu diringi dengan rokok. Lalu rokok model cerutu merek cigarillos. Jari-jari menjapit batang rokok, bibir  meng-atup batang rokok , mulut menghisap asap , lalu asap  melewati tenggorokan, hingga ke paru-paru, lalu asap naik lagi melalui kerongkongan-tenggorokan, lalu ke mulut dan keluar di bibir yang menganga, terkadang dan sering juga  dari tenggorokan keluar melalui lubang hidung. Itulah mekanisme merokok.

Selanjutnya rokok merek starmild, yang mengambil alih setelah Djarum Super. Starmild yakni rokok model slim atau berwujud/berbentuk  lebih kecil dari rokok standar, yang besarnya batang rokok bisa cuma separoh dari rokok biasa.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai gencar merokok.  Baik waktu sendiri maupun saat dengan teman-teman. baik di rumah, di kamar, terlebih di kamar kecil/toilet. Saat di waktu sepi maupun saat di kala keramaian, di acara-acara resmi maupun non formal, semisal acara  pernikahan, rapat-rapat, pertemuan muda-mudi, atau jalan-jalan, baik bersama teman,ataupun pacar(ehmm). Jadi kapanpun dan dimanapun kami” selalu bersama, baik dalam suka maupun duka…kwkwkkwwk kayak pasangan yang lagi asmara saja yach. Pokoknya semua waktu bebas merokok, semua tempat boleh merokok. Sepanjang waktu  Sepanjang setahun, ya sepanjang tahun, sepanjang bulan, sepanjang minggu, sepanjang hari, sepanjang jam.

Dan jika di rata-rata setiap 1-2 jam  sekali, saya merokok. Kecuali saat bekerja di pagi hari (mmm…takut ketahuan bossnya kaless) namun bila bekerja siang, maupun malam, teman setianya ya pasti batangan-batangan rokok. Ya rata-rata 1 batang untuk 1jam. Bisa dibilang tidak merokok dikala waktu tidur saja. Dan juga dikala  bulan puasa, itupun di waktu siang hari, tapi bila sudah waktunya buka puasa tiba, ya sudah deh, setelah makan dan minum langsung disempurnakan dengan merokok, dan malamnya sebagai pengganti siangnya. Tiada yang setia selain rokok, teman ngopi,teman nonton televisi, nonton bola, di kala berfikir, dikala bengong. Tiada waktu yang terlewatkan oleh rokok.

Sekitar tahun 1999-2002 saya meng-eksplore segala jenis dan hampir semua merek rokok, yang terkenal, maupun tidak terkenal. Dai yang murah hingga yang mahal. Dari model cerutu, tembako untuk rokok(bukan tembakau untuk nglinting sendiri loh, yang biasa untuk simbah-simbah), rokok putih, dari  yang rokok standard hingga rokok slim, rokok yang ada (aroma) kemenyannya pun saya pernah mencoba. Semua percobaan segala macam jenis dan merek rokok tadi, saya lakukan bersama kakak sepupu saya. Tapi dia hanya menemani, yang jelas saya yang total meng-eksplorasi rokok. Hampir semua merek rokok yang ada pernah saya coba, dari yang termurah hingga yang termahal. bisa saya katakan 99% rokok di negeri ini pernah saya coba. Dari yang sebungkus berisi 6 batang hingga satu bungkus yang berisi 20 batang pernah saya rasakan.

Setelah bosan dengan eksplorasi rokok kurang lebih selama 2-3 tahun, lalu saya berfokus pada dua macam rasa rokok saja yaitu model rokok putih atau biasa di bilang rokok-nya  orang Eropa yang tanpa cengkeh, terasa ringan, bahkan jika di biarkan sebentar saja, yang sudah menyala, maka akan habis sendiri. Dan jenis rokok lokal dengan cengkeh dan terasa agak berat hisapannya, walaupun berjenis slim atau kecil tetap terasa hisapannya. Saya nikmati selang-seling. Dan  setelah itu  saya sempat terfokus pada 2(dua) rokok putih yang bermerek terkenaldan mahal tentunya. hingga beberapa waktu, bisa dikata dalam hitungan dua tahun. Marlboro dan Lucky Strike. Ke dua bekas bungkus rokok tadi saya jejer hampir memenuhi satu sisi tembok, hadewww.

Selanjutnya hingga 2 tahun terakhir ini saya merokok yang berjenis slim. Dari merk harga yang paling murah hingga yang termahal. Dan yang paling akhir hanya dua rokok slim, LA dan Sampoerna A-mild sebagai rokok model slim/mild yang paling berkelas.

Saat setelah menikah di tahun 2005, sempat ada niatan untuk berhenti merokok bila nanti telah punya anak, namun ternyata itu hanya isapan jempol semata. Hingga hadirnya anak yang kedua niatan berhenti merokok belum kesampaian juga.Memang belum sepenuh hati niatnya.

Akan tetapi kurun waktu 2-3 tahun terakhir ini intensitas merokok saya agak berkurang. Terlebih di saat di di depan orang, di depan khalayak ramai, terlebih di depan anak-anak, dan paling-paling terlebih lagi adalah saat di SPBU/pom bensin,huhaahahaha….itu mah sejak dulu kala, sejak zaman batu….. kaleess.

Seperti ada rasa malu untuk merokok di depan umum, bisa jadi karena  ada sisi religi yang menyebut merokok itu makruh hukumnya. Jadi kurun waktu selama 2 tahun terakhir ini, saya benar-benar terlihat seperti tidak merokok didepan khalayak. Hanya merokok di saat sendiri, dirumah, di keramaian, di jalan.

Hingga suatu waktu tercetuslah niatan untuk berhenti merokok, dan tepat pada tanggal 22 Agustus 2014. Sempat pula saya tuliskan di kronologi Facebook sebagai suatu hal yang membanggakan. Ya sebagai pengingat saja.

 

Notes : Perlu anda ketahui bagi anda yang belum tahu, bahwa  rokok itu sebenarnya, dan benar-benar adanya bahwa rokok itu bau, bau tidak sedap, malah berbau busuk. Coba anda cium asbak di mana asbak sebagai tempat puntung rokok, maka akan berbau tidak enak, berbau busuk. Ya sekali lagi rokok itu berbau tidak sedap di mulut, di napas, dan di pakaian, hingga jika telah lama merokok keringat pun berbau nikotin.   Apalagi dari segi ekonomi maupun kesehatan, adalah sifat yang egois., individualis. Silahkan anda tafsir sendiri saja.

 

Itulah sejarah singkat riwayat merokok saya, semoga menjadi penguat bagi anda yang ingin berhenti merokok, bahwa tidak menjadi alasan lamanya merokok, lalu tidak bisa berhenti dari ketergantungan rokok.

Dan cara atau tips atau metode saya untuk berhenti merokok adalah sebagai berikut:

1. Niat

2. Alasan

3. Konsisten

4. Pengalih perhatian

5. Kontinyu

 

Oke, mari kita telaah bersama-saya:

 

1. Niat

Kita melakukan apa saja akan bisa  terlaksana, tentu karena adanya niat. Tidak terkecuali untuk kita melakukan ha yang sangat sulit ini (berhenti merokok). Jadi mantabkan hati  anda untuk berniat berhenti merokok. Berhenti menghirup asap dari bara tembakau yang dibakar. Ingatlah kawan, tidak merokok tidak apa-apa. Tidak merokok itu hebat, tidak merokok itu baik. Tidak merokok baik didekat anak-istri dan orang lain adalah tindakan yang bijak dan mulia. Tidak merokok=tidak merugikan orang lain. Dan ingatlah, ada niat pasti ada jalan.

 

2. Alasan

Banyak alasan untuk berhenti merokok, akan tetapi kegagalan selalu datang yang kontradiktif dan distorsi dengan alasan tadi.

Contohnya, sebelumnya anda ingin berhenti merokok dengan alasan -Kesehatan, namun entah kebandelan anda mencari celah alasan  hingga anda sendiri berasumsi,banyak kok yang berumur  tua merokok, tetap sehat, tetap panjang umur.

-Keuangan-Ekonomi, anda beralasan berhenti merokok dengan alasan biar hemat, atau lagi tongpes/kantong kempes/lagi tidak punya duit, duit mepet. Akan tetapi, jika kemauan anda tidak kuat, maka anda aka mencari alasan , ah tidak merokok juga tidak punya uang, tidak merokok uang juga tidak ngumpul,   jika keuangan mepet khan bisa ngutang..lah ini yng membikin tambah runyam.

-Mengganggu orang lain. alasan itu karena ada orang lain, lha kalo sendiri khan tidak mengapa.

Inilah poin terpenting dari tip saya, jadi alasan terkuat dan tepat adalah alasan itu sendiri, ialah ingin berhenti merokok. Jika di tanya alasannya apa? Jawab saja  “ingin berhenti merokok“. Jika ada yang bertanya, bisa pula anda menjawab; sudah tidak merokok, sudah bosan merokok, yang penting dalam hati anda, anda punya alasan=berhenti merokok, ya karena ingin berhenti merokok tidak ada alasan yang lain. Bukan karena kesehatan, keuangan/ekonomi, dan mengganggu orang lain.

 

3. Konsisten

Kuatkan niat anda dengan alasan tadi, ingat-ingat kapan terakhir anda merokok. Jadikan itu suatu moment yang berharga. Seperti hal nya pada sosial media “Facebook” yang di salah satu profil pribadi pengguna yang menyatakan suatu waktu sebagai moment penting dalam perjalanan riwayat hidup. Di sana di tuliskan sebagai suatu hal yang membanggakan. Nah jadikan saat anda memutuskan berhenti merokok sebagai hal yang membanggakan layaknya di Facebook tadi. Yakni dengan cara anda beri tanda di hari dan tanggal di kalender disaat anda memutuskan untuk berniat berhenti merokok.

 

4. Pengalih Perhatian.

Kadang dengan sepinya waktu,luangnya waktu akan dapat membuyarkan niat anda. Apapun pekerjaan utama anda, pasti ada waktu luang waktu yang sepi, setidaknya waktu istirahat kerja. Apapun kesibukan anda, pasti ada kala waktu luang/ senggangnya. Maka carilah kesibukan sebagai suatu pengalih perhatian. Pandai-pandailah mencari kesibukan, terlebih kesibukan fikiran pasti akan sangat membantu anda mengalihkan perhatian dari rokok.  Buat aturan juga bahwa di dalam rumah tidak boleh ada asap rokok. Biar selain anda juga tidak merokok didalam rumah. Jika begitu walaupun anda berlama-lama di dalam ruang/kamar anda pasti akan aman di dalam rumah.

Kesibukan pikiran sangat efektif bagi saya sebagai pengalih perhatian. Semisal kesibukan saya tulis-menulis di internet(nge-blog) terbukti ampuh memalingkan saya dari rokok. Atau anda menciptakan suatu kegiatan baru sebagai rutinitas baru, semisal merawat hewan piaraan, merawat tanaman, dan apa saja kesibukan selain pekerjaan utama anda. Atau kesibukan apa saja yang bisa mengalihkan perhatian kita dari rokok. Bisa juga anda Berlama-lama bercengkerama, bersendau-gurau dengan anak-anak, dengan istri akan sangat membantu anda mengurangi waktu bengong, yang akan berfikir ke rokok.

 

5. Kontinyu

Anda tidak perlu khawatir dan takut hingga sampai kapan anda mampu  bertahan untuk berhenti merokok. Anda sudah berhasil satu hari, dua hari, hingga satu Minggu,  anda sudah tidak merokok, berarti anda sudah hebat. Ya bagaimana tidak saya katakan anda benar-benar “hebat”, karena Anda sudah mampu mengendalikan untuk tidak melakukan sesuatu yang sebelumnya sesuatu itu adalah  suatu hal yang anda sukai. Yach,sesuatu yang anda sukai (yang sebenarnya itu hal yang merugikan bagi  anda sendiri, keluarga dan sekitar). Anda sudah mampu mengatur perasaan, anda sudah mampu menghilangkan sugesti baik dari rokok.

Pertahankan dan kokohkan keberhasilan anda untuk waktu-waktu selanjutnya, dua minggu, tiga minggu, sebulan dan seterusnya.

Well…ini saja tulisan saya sebagai tips, cara, atau metode untuk berhenti merokok. Anda ada niat untuk berhenti merokok?? Monggo silahkan di coba tips saya di atas. Tiada salahnya di coba dulu…Oke!!! Selamat mencoba menjadi orang HEBAT….!!!!!!!