Tanam Padi

Bibit tanaman padi di media persemaian yang sudah siap tanam di lahan sawah

Bibit tanaman padi di media persemaian yang sudah siap tanam di lahan sawah

ukuran bibit padi siap tanam

ukuran bibit padi siap tanam

Mas-mbak sekalian, menanam padi  orang Jawa/Jogja menyebutnya dengan kata “tandur” adalah langkah ketiga dalam bertani. Setelah sebelumnya dua langkah telah di lakukan yaitu; tebar benih dan olah lahan.

Bila benih padi di persemaian telah berumur sekitar 10-15 hari, atau tinggi benih sekitar kurang-lebih sejengkal tangan, Maka benih sudah siap di tanam.

Setelah lahan telah diolah dan sudah  siap, maka benih padi siap di pindah tanam ke lahan sawah. Namun sebelumnya kita perlu  mencabutnya dari media persemaian tadi, dan orang Jogja menyebutnya “Ndaut“. Memanglah kegiatan di sawah masih banyak menggunakan cara tradisional-konvensional mas-mbak. Masih banyak dengan menggunakan tangan. Benih di cabut sampai akar-akarnya, perlunya ke-hati-hatian agar benih tidak putus. Agar lebih mudah, maka pada waktu pencabutan, area persemaian baiknya di rendam air dengan ketinggian air sekitar 3-4 Cm atau setinggi 1/4 batang padi. Setelah benih-benih  di cabut, lalu benih diikat, agar kita mudah membawanya.  satu ikatan seukuran satu genggaman tangan besar. Ikatan-ikatan ini nantinya  di taruh/disebar di area lahan yang akan di tanam, untuk mempermudah penanaman.

Sebelum mulai tanam, agar tanaman bisa lurus, rapi, dan siku, maka perlu adanya acuan. Acuan ini atau di dalam penulisan microsoft excel  dinamai dengan header, maka sama juga dengan  dunia per-sawahan. Di dalam kegiatan tanam padi, acuan tanam padi kami namai juga dengan kepala/ kepolo(bahasa Jogja). Maka sebelum tanam padi, perlunya di pasang kepala.

Pertama-tama, dibentangkan tali panjang yang sekiranya sampai pada ke dua ujung lahan. Ke dua ujung-ujungnya di beri patok/kayu agar bisa  di pancangkan kuat-kuat yang sekiranya jika di tarik akan kuat akan menghasilkan suatu garis lurus.  Tali dipancangkan melintang dan membujur pada dua sisi, sisi panjang dan sisi lebar bagian  tepi lahan sawah. Carilah sudut yang tepat hingga diperoleh/didapat suatu sudut yang siku/ 90 derajat. Simetris dengan pematang tentunya.

Jika tali telah terpancang hingga menghasilkan suatu garis lurus pada kedua ujung tepian lahan. Yaitu satu sisi untuk sisi lebar, dan sisi yang lain untuk sisi panjang. Dan telah didapat sudut yang siku/90 derajat. Lalu kita tempatkan satu alat untuk acuan/pedoman tanam, segaris dengan tali tadi. Alat acuan tanam ini kami menyebutnya dengan nama “blak“. Blak yang kami pakai, lazimnya terbuat dari sebilah bambu (bambu di belah dua), yang telah di beri tanda-tanda sebagai acuan penancapan benih padi di tanah. Blak ini kami beri tanda-tanda sebagai acuan tancap antar benih, sekitar 22-25Cm. Blak mempunyai panjang keseluruhan sekitar 3,5 meter.

Pasang kepala

Blak di tempatkan segaris dengan tali tadi. Dimulai dari satu titik pertemuan antar kedua tali. Tancapkan benih sesuai tanda. Bisa dimulai dari tepi sisi panjang, setelah sampai ujung maka blak di temaptkan di sisi lebar , di ujung blak ditancapkan benih untuk acuan tancap sisi panjang baris ke dua. Selanjutnya menancapkan benih di  sisi tepi lebar, waktu pemasangan sisi lebar, setiap jarak satu blak, maka di beri  tanda nantinya untuk acuan membuat tancapan sisi panjang baris ke dua. Point-nya metode ini mirip seperti pembuatan kolom-kolom  di microsoft excel, header dan footer.

Jadi dengan telah di pasang kepala , penaman padi tinggal menempatkan blak sesuai titik/tancapan pada kepala, dengan cara bergerak/berjalan mundur, hingga baris pertama selesai, lalu baris selanjutnya, dan selanjutnya hingga seluruh lahan tertancap benih padi dengan rapi , lurus dan siku.  Tanam padi memanglah bergerak atau berjalan mundur mas-mbak, maka dari itu orang Jogja menyebut menanam padi dengan  sebutan tandur =tanam mundur. Mengapa berjalan mundur ya??? Karena agar si penanam bisa melihat acuan di depannya dan tanaman tidak terinjak oleh si penanam. Dan jumlah penanam padi  minimal dua orang, lazimnya penanam padi ya ibu-ibu. Loh Mengapa harus ibu-ibu ya??mungkin karena kaum wanita itu lebih telaten dan lebih lembut.

Jumlah penanaman benih, satu tancapan  sekitar kurang lebih 5  batang benih padi.

Itulah mas-mbak tentang cara menanam padi, sepanjang pengetahuan saya. Semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s