Tiga hari yang lalu, tepatnya hari Selasa sore tanggal 13 Mei 2014, mbah Kuat yang di mandati oleh warga sebagai Kaum Rais dusun Karasan, tertembak senapan angin.
Waktu beliau sedang merawat tanaman padi di sawah. Menurut berita yang dapat saya himpun, kronologinya adalah ada beberapa anak(seumuran kelas 5/6 RD atau kisaran umur 11-12 tahun) sedang berburu burung pipit dengan senapan angin di sawah dekat dengan mbah Kaum yang sedang merawat tanaman padinya. Karena terhalang rumput gajah/kolonjono, yang juga sasaran(si burung pipit) bertengger di rumput gajah tadi, entah peluru mengenai sasaran atau tidak, yang jelas peluru melesat nyasar ke tubuh mbah Kaum. Tepat mengenai tubuh di bagian data atas sebelah kiri, mengenai tulang bahu. Dan peluru ber-kaliber 4,5mm itu bersarang dibahu mbah Kaum. Entah bagaimana perasaan mbah Kaum saat itu, yang jelas beliau lalu pulang ke rumahnya masih bisa mengendarai sepeda onthel-nya. Sesampai di rumah lalu oleh anaknya langsung di bawa ke Rumah Sakit RSU PKU MUHAMMADIYAH Bantul. Langsung diantar ke IGD, beberapa saat kemudian, lalu dilakukan operasi pengeluaran gotri peluru. Dan setelah dirawat inap kurang lebih selama 24jam di sana, mbah Kaum kini telah pulang ke Rumah. Dan dari awal, kasus ini telah di selesaikan dengan cara kekeluargaan. Pihak pelaku yang adalah anak dari warga kampung sebelah, yang juga masih tergolong anak-anak di bawah umur. Lewat orang tuanya telah meminta maaf dan akan bertanggung jawab penuh, dengan menanggung semua biaya pengobatan. Mbah Kaum sebagai pihak korban juga telah memberi maaf dan memakluminya.

Demikianlah kabar mengejutkan yang saya peroleh.
Semoga dengan adanya kasus ini, menjadi pembelajaran bagi kita semua, agar lebih berhati-hati dalam menggunakan senapan angin, terlebih lagi buat anak-anak, jelas belum boleh menggunakannya.

Advertisements